Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 108



"Kakak selamat atas pernikahan nya semoga kalian bisa hidup bahagia selamanya dan juga memiliki hubungan yang langgeng, " ucap Manami masih dengan senyum sambil terus mendekat.


Namun sebelum ia sampai di tempat keluarga nya berdiri tiba tiba pangeran Raiden dengan cepat berlari ke arah Manami dan kemudian memeluk Manami erat tanpa meminta persetujuan dari Manami terlebih dahulu.


Brukkkkkk ( anggep suara pangeran Raiden yang nyelonong langsung meluk Manami)


"Kau pergi terlalu lama, aku hampir menjungkir balik kan bumi untuk mencari mu karena kau tak kunjung kembali," lirih pangeran Raiden setelah berhasil memeluk erat Manami dan menempatkan kepalanya di sela pundak Manami.


Tentu saja karena hal itu Manami kaget setengah mati tapi untungnya bunga yang ia bawa untuk putri Mika dan pangeran Daiki tidak rusak gara gara pangeran Raiden.


" Jangan tinggalkan aku lagi. Walau hati mu bukan punya ku tapi tetap lah berada di sisi ku untuk menyemangati ku ketika aku lelah dan menghibur ku ketika aku sedih, " lirih pangeran Raiden lagi yang hanya bisa di dengar oleh Manami dan tentu saja itu juga membuat Manami tertegum.


"Apa kau masih tidak sadar kalau orang yang aku sukai adalah kau?, aku tidak akan pernah menunggalkan mu tanpa kembali karena kau adalah satu satunya orang yang aku cintai. Tapi ngomong ngomong sejak kapan kau bisa berkata lembut dan pintar menggoda seperti ini?, apakah ini adalah efek karena telah lama aku tinggalkan?, " batin Manami.


"Lepaskan ada banyak orang yang melihat kita, " bisik Manami ke pangeran Raiden.


"Tidak aku tidak akan melepasnya, jika aku melepasnya kau pasti akan pergi dari ku lagi, " lirih pangeran Raiden sudah seperti anak kecil yang tidak ingin di tinggal oleh ibunya.


"Lepaskan aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi aku janji. Kita jadi pusat perhatian tau apa kau tidak merasa malu?, " bisik Manami mencoba meyakinkan pangeran Raiden.


"Apa kau janji tidak akan pergi lagi?, " tanya pangeran Raiden.


"Hadeuh iya iya sekarang lepas dong, keburu ga bisa nafas aku nanti, " jawab Manami yang memang sudah mulai kehabisan nafas.


"Baiklah, " ucap pangeran Raiden melepaskan pelukannya lalu segera menarik Manami ke tempat keluarga mereka berada sudah seperti menarik barang.


"Woi lepas aku bisa jalan sendiri kalik🙄," ujar Manami.


"Diam," ucap pangeran Raiden dingin.


"Oke oke ni aku diem mulut ku ngilang😶," sahut Manami.


"Kakak dari mana saja kau kami menunggu mu kembali lama sekali tau, " ucap putri Shiera sok ngambek.


"Nak akhirnya kau pulang kami sangat merindukan mu. Apa lagi seseorang yang lagi jatuh cinta itu, " ujar kaisar Jun menyindir pangeran Raiden.


"Hahahaha maaf kan Manami ayah, Manami terlalu senang bepergian jadi lupa waktu, " ujar Manami tertawa canggung mencoba mencari sebuah alasan yang masuk akal.


"Apa memang begitu?, tapi kenapa semua prajurit yang ku tugaskan untuk mencari mu sama sekali tidak tau akan keberadaan mu?, " tanya kaisar Jun heran yang di dukung oleh yang lainnya.


"Waduh mau di jawab apa nih pertanyaan. Masak aku harus bilang kalo aku adalah Queen dari Nightmare mafia jadi aku ada di markas mereka?, " batin Manami bingung sendiri.


Tau akan kebingungan tuannya Midori pun angkat suara.


"Oh jadi putri Manami memilih keluar dari markas untuk mengunjungi pernikahan pangeran Daiki dan putri Mika?, " tanya Midori dengan nada dan cara berbicara di samakan seperti Manami.


"Hah?, " bingung Manami.


"Apa maksud anda Queen?, " tanya kaisar Jun.


"Oh kalian belum tau ya?, putri Manami adalah teman baik ku karena dulu dia pernah menyelamatkan ku dari ajal ketika aku ceroboh dan terluka parah oleh musuh, " ucap Midori santuy layaknya Manami yang sedang bicara.


"Terluka parah ndas mu, mana ada aku bisa terluka oleh semut semut seperti mereka yang mencari masalah dengan Nightmare mafia. Tapi karena kau sedang berusaha melindungi ku maka akan ku maafkan kau kali ini. Ngomong ngomong sepertinya Midori sangat coco jika di suruh menyamar jadi aku, " batin Manami.


"Ah ternyata begitu, lalu apa hubungannya dengan dia yang baru datang hari ini?," tanya kaisar Jun lagi layaknya seorang polisi yang tengah menginterogasi tersangka kejahatan.


"Oh karena telah menyelamatkan nyawa ku aku memberi hak hkusus kepada putri Manami untuk tinggal di markas kami. Oh dan satu lagi sepertinya putri Manami sudah pergi dari markas beberapa hari yang lalu, " jelas Midori yang berperan sebagai Queen Shi no Megami.


"Apa?, " kaget keluarga kaisar Jun lalu melirik tajam ke arah kaisar Dai meminta penjelasan.


"Ayah jangan marah kepada ayah ku dia hanya melakukan apa yang aku inginkan saja. Aku sengaja menyuruh ayah Dai untuk merahasiakan kepulangan ku kepada kalian, " ucap Manami melerai kaisar Jun yang sudah siap untuk menerkam kaisar Dai.


" Karena aku ingin membuat kejutan untuk kalian semua di pernikahan kak Mika dan kak Daiki. Oh iya, kak Mika, kak Daiki pegang ini dan lempar ke belakang nanti saat kalian sudah menghilang sampai tiga," ucap Manami sambil memberikan buket bunga yang ia bawa ke pada pangeran Daiki dan putri Mika.



"Wah indah sekali, kenapa kita harus melemparnya?, lebih baik berikan pada ku saja untuk ku taruh ke fas bunga, " protes putri Mika yang di angguk i pangeran Daiki.


Manami mendekat ke arah berdua dan kemudian berbisik di antara mereka.


"Sebenarnya aku bukan lah orang asli dunia ini aku berasal dari dunia yang berbeda dari kalian. Dan apa kalian tau?, melemparkan buket bunga setelah melangsungkan pernikahan adalah tradisi wajib di dunia ku, jadi apa kalian mau melakukannya?, " bisik Manami.


"Kami akan melakukannya tetapi apakah ayah dan ibu mu sudah tau akan identitas mu yang sebenarnya?, " tanya pangeran Daiki setelah selesai beradu pandang dengan istrinya.


"Tentu saja sudah. Kalau begitu ayo kita lakukan, " ajak Manami.


"Halo halo para tamu undangan, sebelum kita akhiri perayaan hari ini para mempelai akan melemparkan sebuah buket bunga sebagai penutup. Para putri dan pangeran, nona muda dan tuan muda silakan merapat dan memperebutkan buket bunga itu. Jika kalian beruntung kalian dapat memberikannya kepada orang yang kalian sukai untuk melamar mereka!," teriak Manami hingga semua orang dapat mendengar nya.


Melihat sebuah rangkaian bunga mewah yang di pegang mempelai semua pangeran dan para putri tak lupa para nona muda dan tuan muda sangat antusias untuk mendapatkan buket bunga itu.


Pangeran Daiki dan putri Mika pun berdiri di depan semua orang dan membelakangi mereka. Menghitung mundur dan lalu melemparkan buket bunga ke arah belakang. Dan tanpa sengaja dan sebuah keberuntungan, buket bunga itu mendarat tepat di tangan kakak putri Mika yaitu putri Nadeshiko.


"Woah kak Nadeshiko selamat kamu yang dapat bunganya. Sekarang mau kamu apakan tuh buket bunganya?, " tanya Manami kepada kakak putri Mika.


Putri Nadeshiko, "Hmmmmmm🤔, "


Setelah cukup lama berfikir ia mulai mendekati pangeran Hikaru lalu memberikan buket bunga itu ke pangeran Hikaru.


"Aku ingin menikah dengan pangeran Hikaru apakah boleh?, " tanya polos putri Nadeshiko.


"Tentu saja boleh jika anaknya mau, " ujar ibu pangeran Hikaru.


"Jadi?, " tanya putri Nadeshiko menatap mata pangeran Hikaru.


"Eh?, kenapa harus aku?, " tanya pangeran Hikaru.


"Karena aku suka pada mu apakah alasan itu kurang?, atau harus kah aku bilang bahwa aku suka dengan harta mu yang melimpah agar kau mau menerima ku?, " tanya putri Nadeshiko polos.


"Ah itu tidak perlu aku akan menikah dengan mu, " ujar pangeran Hikaru menyetujuinya karena memang ia melihat ketulusan yang mendalam dari putri Nadeshiko.


Seketika riuh tepuk tangan memenuhi ruang aula bersamaan dengan Midori yang sengaja menjentikkan jarinya atas perintah Manami melalui kode untuk memindahkan seluruh orang yang ada di aula ke taman istana dan kemudian menurunkan hujan bungan mawar merah dan ukiran es cantik yang bersinar di bawah sinar Matahari.




Anggep aja turunnya barengan ga sendiri sendiri.


Dan jangan lupakan juga pertunjukan kembang api yang mewah menyelimuti sekitar istana kerajaan Anshin yang kemudian di akhiri dengan satu letusan besar kembang api yang membentuk tulisan 'Daiki ❤ Mika' berwarna pink lalu di susul dengan kepergian Midori dan kawan kawan sambil berkata, " hadiah kecil dari kami pasangan baru, " ucapnya lalu pergi.





Bayangin kalo siang hari terus tu orang banyak tamu undangan. Oh dan satu lagi yang bagian Daiki love Mika kalian bayangin sendiri ya.


Dari situlah mereka yakin bahwa pertunjukan menakjubkan tadi adalah ulah Queen Shi no Megami.