
Helo guys author baik lagi nih, di tengah tengah kegelapan malam tanpa cahaya karena lagi mati listrik author luangin buat ngetik ini, sory author ga bisa ngetik cepet jadi ya lumayan lama buat satu episode wkwkwkwkπ€£.
Ok sekian dulu kita masuk ke cerita.
Pagi hari ini matahari menyapa seluruh makhluk di dunia dengan sinarnya yang teramat hangat membuat semua orang bangun untuk memulai aktivitas mereka masing masing kecuali seorang gadis bermata merah, rambut hitam panjang, tubuh bak gitar spanyol dengan wajah cantik bak bunga yang mekar di tengah tengah danau biru yang menenangkan yang masih tertidur di ranjangnya bersama seorang laki laki yang baru saja menjabat sebagai suaminya. Siapa lagi sih kalau bukan mc cewek kita si Manami Rin yang kisah hidupnya di bikin ribet itu.
Dengan hanfu tidur berwarna putih couple mereka tidur dengan sangat nyenyak dan tenang hingga terlihat seperti tak terganggu dengan makhluk lain yang sedang melakukan aktivitas keseharian mereka.
Ps : Guys cuma mau ngomong kemarin sebelum beneran tidur Manami copot baju luarnya terus sisa dalemannya aja ya yang jadi baju tidur sekarang ini karena baginya itu terlalu berat, terus kalau punya pangeran Raiden kemarin Manami yang bantu lepas ya udah gitu aja. Ngemeng ngemeng jujur nih author lebay banget kan? wkwkwkwkπ.
Back to story.
Selang beberapa waktu sang mentari mulai naik ke atas membuat sinarnya masuk ke dalam kamar Manami and pangeran Raiden secara paksa membuat pangeran Raiden terbangun dari tidurnya tetapi tidak menganggu Manami yang masih tertidur lelap.
Mata yang terlihat tegas dan tajam itu perlahan terbuka memperlihatkan manik mata berwarna ungu yang sangat tegas dan terlihat dingin namun seketika menjadi hangat karena melihat istri kecilnya yang masih tertidur dengan sangat tenang sambil memeluk erat dirinya. Bahkan tubuh sang istri sekarang ini berada di atasnya membuatnya tersenyum tipis.
Tangan kanannya bergerak menyelipkan anak rambut/ poni rambut Manami yang berantakan ke belakang talinga lalu menelusuri seluruh inci wajah Manami.
Dari mengusap kedua pipi lembut, di lanjut hidung, kedua mata, lalu berhenti sebentar di bibir semerah cery milik Manami yang natural tanpa polesan sebelum mengambil tangannya kembali dan mempererat pelukannya ke sanga istri.
Mengecup singkat pucuk kepala Manami kemudian membelai lembut kepala Manami di lakukan pangeran Raiden membuat sang empu merasa sangat nyaman dan menggeliat beberapa kali untuk mencari posisi wenak.
Namun sebelum pw itu ia temukan cahaya mentari menyelinap masuk ke kamar dan masuk tepat ke retina mata Manami yang masih terpejam membuatnya secara paksa harus bangun dari mimpi indahnya itu.
"Ughhhhh, " desah Manami mencoba membuka matanya tanpa bergerak dari posisinya saat ini.
Ketika Manami sedang mengumpulkan jiwanya yang masih asik jalan jalan di alam mimpi, tiba tiba suara berat dari seorang laki laki dan sebuah ciuman singkat mendarat di pucuk kepala Manami.
"Kau sudah bangun?, selamat pagi cup~," ujar pangeran Raiden dengan di akhiri ciuman sekilas di ujung kepala Manami.
"Hmmmmm, Raiden apaan sih masih ngantuk hoam mau tidur lagi, lagian kan masih pagi, jangan ganggu, " lantur Manami menutup mata redupnya sambil mempererat pelukannya.
"Sayang bangun ini sudah mau siang apa kau tidak akan memberi hormat kepada ayah dan ibu sebagai upacara terakhir pernikahan kita hmmm?, " tanya pangeran Raiden lembut sambil terus membelai surai hitam milik Manami yang sangat wangi dan halus itu.
"Hmmmm, upacara apa?, memberi salam apa?, pernikahan siapa?, aku lagi mimpi ya?, ngantuk banget hoammm, " Manami masih setia dengan gulingnya yang adalah pangeran Raiden.
Pangeran Raiden merasa sangat gemas dengan tingkah istrinya yang sangat lucu itu dan kemudian membisikkan sesuatu kepada Manami.
"Sayang apa kau tidak ingat dengan pernikahan kita kemarin yang sangat mewah itu?, " bisik pangeran Raiden di telinga Manami kemudian menipunya pelam membuat sang empu melotot karena kaget sekaligus kesal.
"Ugh jangan meniup telinga ku itu menggelikan, jika begitu ayo siap siap dan pergi ke aula tempat ayah dan ibu biasanya berada!, " ajak Manami sambil bangun dari tempatnya namun seketika itu ia sadar akan suatu hal......
"Huwaaaaa bagaimana bisa aku tidur di bawah tubuhnya ini sungguh sangat memalukan, " teriak Manami frustasi sambil lari lari ga jelas di dalam kamar hingga dia menabrak sebuah tiang karena masih belum sepenuhnya teebangun dari tidur.
Dukkkkk, Brukkkkkkk
Suara Manami terjatuh karena menabrak tiang membuat pangeran Raiden khawatir dan dengan segera menghampiri Manami dan mengeceknya.
"Aduh tiang sialan, siapa juga sih yang taro di situ ganggu orang aja, " gerutu Manami kesal.
"Eh tunggu kamu tadi panggil aku apa coba ulangi lagi?, " tanya Manami.
"Sayang, apakah tidak boleh?," tanya balik pangeran Raiden.
Dan seketikaaaaaaa.
"Hoekkkkkkk, mau panggil apa pun terserah ae lah tapi kok di panggil kek gitu rasanya pengen muntah ye?, " ujar Manami bingung sendiri.
______
Halo guys sampe sini dulu ye maap kalo pendek nih author mau bagi pengalaman hari minggu kemarin.
kan kemarin minggu itu thornado tidur di kamar terus tiba tiba si kakak perempuan datang nih ke kamar thornado ngebangunin thornado.
"Oi bangun ikut kepasar yuk, " kurang lebih gitulah katanya pas masuk ke kamar thornado.
ya tentu si thornado yang kerjaannya rebahan mulu protes.
thornado : halah entar aja napa masih pagi juga, ganggu orang tidur bae ngantuk tau π΄.
kakak thornado : Oi pagi apanya lihat noh jam dinding jam berapa sekarang! π
thornado : Hoammmmm heleh paling jugs lagi jam 7 lebih 30,udah ah tidur dulu entar aja kepasarnya π΄.
kakak thornado : Di liat dulu jangan maen ambil keputusan gitu, bangun ayok ke pasar! π¬.
thornado : ih maksa banget sih jadi orang, iye nih bangun terus liat jam dinding ππ΄ [ jalan sempoyongan karena masih ngantuk melihat jam donding].
thornado : Huaaaaaaaa, kok tiba tiba udah jam sebelas aja!, ni jam dinding rusak apa ngapa nih?! π±π±.
kakak thornado : nah udah tau kan sekarang kalau udah siang?, siap siap dulu sana terus berangkat ke pasar π.
thornado : haizzzz, mager cuy, males amat, ngapa gw juga harus ikut?, ngerasa jadi nyamuk keluarga bahagia nih gw πππ [ sambil melihat ke arah kakak perempuan and temen kakak thornado dan jangan lupakan ponakan author yang suenget rewel and selalu benci sama orang yang namanya thornado padahal si thor ga ngapa ngapain π’].
ok dan begitulah hari minggu author thornado jalani dengan tidur terus ke pasar abis ke pasar bantu masak kakak terus makan, pergi ke masjid pinjam terbang sambil nyapu lantai karena gabut nunggu lama cari kunci gudang masjid terus setelah itu belajar hadroh ama temen kakak.
sorenya bersih bersih rumah terus rebahan sambil mainin hp π.
sekian kisah pengalaman author sudah end.
terimakasih sama yang udah nyimak moga jadi pelajaran untuk bangun tidur jangan pagi pagi tapi siang siang biar puas tidurnya wkwkwkwk π.
sekian terima gaji