Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 83



"Huh dasar wanita jal*ng. Setelah dapat posisi istri pangeran Raiden kau ingin pergi begitu saja untuk bertemu kekasih mu kan?, dasar tidak tau malu. Aku tidak tau apa yang membuat pangeran dingin itu tertarik pada mu yang hanya seorang jala*g ini, " ucapan sinis seseorang itu menyulut kemarahan Yuki dan Shiro namun tidak dengan Manami yang masih tenang dan dingin melihat situasi.


"Hei jal*ng apa kau tidak punya telinga?!, beraninya kau mengacuhkan ku yang seorang calon permaisuri ini. Apa kau ingin kena hukum hah?!, " bentak seseorang itu.


"Oh maaf bertanya, anda sedang bicara dengan siapa ya putri Mika?, sepertinya di sini tidak ada yang namanya jala*g. Oh apa kau adalah seorang indigo dan sedang berbicara dengan teman halus mu?, " tanya Manami sok polos pada orang itu yang tak lain adalah putri Mika tunangan dari pangeran Daiki.


"Hahahahaha kau sangat bodo* untuk seorang menantu kerajaan hebat seperti kerajaan Anshin ini. Tentu saja aku sedang berbicara pada mu, masak aku bicara pada pelayan mu yang rendahan itu, " sinis putri Mika.


"Oh tapi maaf ya yang mulia calon permaisuri, nama ku bukan jala*g tapi Dai Manami Rin, atau kau bisa memanggil ku dengan nyonya Jun juga boleh, aku tak keberatan kok, " ucap Manami menjawab santai hinaan putri Mika.


"Heh sombong sekali kau. Dasar jala*g. Pasti orang yang melahirkan mu juga adalah seorang jala*g. Kau berani menyinggung ku maka kau akan mendapatkan hukuman," hina putri Mika.


"Beraninya dia mengatai ibu nona / tuan. Dia pasti akan kena masalah. Nona / tuan paling jika keluarga nya di hina apa lagi orang yang telah melahirkannya. Habis lah kau putri Mika, kau sudah membangunkan singa betina yang sedang tidur beristirahat, " batin Shiro dan Yuki menelan ludah kasar sementara Manami mulai naik pitam di buat putri Mika.


"Putri Mika anda bilang apa tadi?, apa anda bisa mengulanginya lagi agar aku bisa lebih yakin?, " ucap Manami menunsuk menahan amarah yang meluap luap.


"Heh aku bilang kau adalah anak dari seorang jala*g memang kenapa?, tidak terima?, mau marah?, jika kau bernai menentang calon permaisuri maka lakukan saja sesuka mu dan akan ku pastikan kau akan medapatkan balasan yang sangat bagus sekaligus menyiksa dari diri ku, " ucap putri Mika percaya diri.


"Heh sekarang aku tak akan ragu lagi, " gumam Manami menyeringai keji.


"Kau berani beraninya menghina ibu ku apa kau tau apa balasan yang akan kau dapatkan dari ku. Kau boleh menghina ku aku tak peduli tapi jika kau mengungkit tentang keluarga ku apa lagi orang yang dengan susah payah mengandung diri ku selama sembilan bulan dan melahirkan ku dengan bertaruh nyawa kau tidak akan pernah akh maafkan, " ucap Manami sambil mencekik leher putri Mika dan memandangi nya dengan tatapan membunuh.


"Kau.... Ini sakit dasar jal*ng. Lepaskan..... Ku bilang lepaskan... Hei kalian para pelayan cepat tangkap dia dan hukum dia karena telah menyakiti calon ibu negara!, " ucap putri Mika kesakitan tapi dengan penuh rasa amarah.


"......"


Semuanya diam tak bersuara. Mereka takut akan kemarahan putri Mika tetapi lebih takut dengan aura membunuh yang pekat dari Manami.


Tidak ada yang bergerak dari tempat mereka kecuali orang orang yang sudah tidak tahan dengan aura membunuh Manami yang sampai sampai ada yang pingsan dan ada juga yang terduduk takut plus gemetar.


"Dasar budak kurang ajar. Beraninya kalian menghiraukan perintah ku, apa kalian ingin mati di tangan ku hah?!, " marah putri Mika.


"Jangan banyak bicara dasar b4bi, diam saja dan ikut aku menghadap ayah, " ucap dingin Manami sambil menyeret tubuh putri Mika kasar menuju aula tempat kaisar dan para pejabat negara sedang melakukan rapat rutin sebulan sekali tentang kondisi kerajaan.


Suara pintu aula di buka dengan kasar membuat seisi aula kaget dan dengan bersamaan menoleh ke arah pintu.


"Siapa yang berani beraninya mengganggu rapat rutin ini?!, apa kau tidak menghormati yang mulia kaisar dan permaisuri hah?!," teriak kasim tanpa tau siapa yang ia teriak i.


"Oh maaf karena ketidak sopanan hamba yang mulia. Saya kemari karena ingin meminta keadilan untuk ibu hamba, " ucap Manami dingin sambil mendorong tubuh putri Mika yang sudah kotor dengan tanah ke depan nya.


Glekkk


Semua orang menelan kasar ludah mereka ketika melihat aura menyeramkan milik Manami yang lama kelamaan menyebar ke seluruh penjuru aula membuat semua orang kesulitan bernafas.


"Apa yang di perbuat putri Mika hingga membuat putri Manami marah besar seperti itu?, " begitulah batin semua orang ketika melihat wajah menyeramkan Manami.


"Ap... Apa yang kau maksud nak?, " tanya kaisar Jun terbata bata karena takut dengan aura yang di keluarkan Manami.


"Kaisar Jun, menurut anda siapa orang pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima yang patut anda hormati sebagai seorang manusia bukan sebagai seorang pemimpin ataupun kaisar?, " tanya Manami dingin.


"Ak... Aku hanya tau kalau orang pertama yang harus aku hormati adalah orang tua dan nenek kakek ku apakah jawaban ku salah nak?, " ucap kaisar lembut ketika mendengar pertanyaan Manami.


"Anda tidak salah tapi juga kurang tepat, " ucap Manami masih dingin.


"Orang pertama yang harus di hormati manusia adalah sosok ibu orang kedua adalah ibu, orang ketiga adalah ibu, orang keempat adalah ayah dan orang kelima adalah guru. Ibu adalah sosok terpenting di hidup kita karena dialah yang telah mengandung kita melahirkan kita dengan taruhan nyawa, membesarkan kita dengan susah payah agar menjadi anak yang baik dan berbakti. Tetapi putri Mika telah menghina ibu saya yang sangat baik bagi saya sebagai wanita jala*g. Apakah menurut anda itu pantas di lalukan yang mulia?, " tanya Manami tegas dan dingin sambil memandang tajam mata kaisar.


"Kau benar nak, tidak seharusnya kita menghina seorang ibu. Tapi jika kau tidak punya bukti maka kesaksian mu di anggap berbohong loh, "jawab kaisar Jun.


"Tenang saja yang mulia, putri Manami akan mengatakan kesalahan nya sendiri. Benar bukan putri Mika ku sayang?, " ucap Manami sambil menekan kalimat terakhirnya dan kemudian berbisik di telinga putri Mika.


"Katakan yang sebenarnya atau kau akan habis, " bisik Manami menyeringai devil.


"Huhuhuhu, ternyata menantu ku adalah orang yang kejam ketika sedang marah. Bahkan auranya mampu membuat ku getar. Semoga saat nanti kau membuat istri mu marah kau tak akan terkena kesialan anak ku Raiden, " batin kaisar Jun ketakutan.


"Tapi ngomong ngomong sifat menantu ku ini sama dengan sifat istri ku Minami. Bukan cuma namanya yang mirip sepertinya sifatnya juga mirip, " batin kaisar Jun lagi.