
Yuki pun terus berlari dengan sangat kencang agar cepat sampai dan cepat selesai menjalankan hukuman agar tak mendapat yang lebih parah lagi walau di perjalanan selalu di pandang aneh oleh para penjaga dan para dayang istana.
Sesampainya di lapangan.
"Anu, permisi. Saya numpang lari di lapangan ya, " ucap Yuki kepada seorang jendral yang sedang melatih bawahannya.
"Lah bukankah kau adalah pelayan pribadi milik putri Manami?, kenapa kau bisa ada di tempat pelatihan prajurit ini?, dan untuk apa kau mau lari?, apakah mau olah raga?, kalau memang mau olah raga kenapa harus di sini?, " bingung sang jendral.
"Haisss, jendral kau terlalu banyak tanya. Aku harus lari 100 kali kalau tidak bakalan dapet hukuman yang lebih berat dari nona, " ucap Yuki.
"Lah kenapa putri Manami menghukum mu? ,lagi pula lari keliling lapangan 100 apa kau kuat?, lapangan ini sangat besar loh, " ucap sang jendral.
"Haisss, jendral fokus saja kepada bawahan jendral, aku mau lari dulu nanti keburu nona selesai mandi. Jangan nganggu aku ya, " ucap Yuki lalu mulai berlari sangat kencang membuat angin bertiup kencang.
Yuki mulai berlari mengelilingi lapangan dengan kedua tangannya mencincing baju bawahnya agar tidak membuatnya keserimpet dan jatuh.
Dia berlari mengelilingi lapangan dengan kecepatan tinggi menbuat sang jendral dan bawahannya menganga tak percaya karena kecepatan Yuki yang melebihi mereka.
"Apa benar dia seorang pelayan? kenapa dia bisa berlari begitu cepat?, aku bahkan kalah dengan kecepatan yang ia miliki," ucap sang jendral.
"Apa yang anda katakan itu benar jendral Gio?, kalau begitu seringgi apa ilmu bela diri nya?, " ucap salah satu prajurit.
"Huh, aku tak tau. Sepertinya putri Manami bukan lah orang yang semabarangan. Buktinya dia memiliki pelayan yang hebat, " ucap jendral Gio.
"Hei jendral dan kalian para prajurit. Aku ini sedang berlari kencang membuat debu berterbangan, seharusnya kalian itu menutup mulut dan hidung kalian rapat rapat bukan malah membukanya lebar lebar, " ucap Yuki di tengah berlarinya.
Para prajurit dan jendral Gio yang mendengar ucapan Yuki seketika sadar dari lamuman mereka.
"Hehehehehhe, maaf ya, tadi keasikan nonton kamu lagi lari jadi bengong. Kalian semua, kita harus meneruskan latihan kita, " ucap jendral Gio.
Para prajurit pun kembali kepada pelatihan mereka masing masing meninggal kan Yuki yang masih berlari ke sana kemari membuat orang pusing kalau di lihat terus.
Tigapuluh menit kemudian.
Yuki berhenti berlari karena telah menyelesaikan 100 putaran sambil memperlihatkan para prajurit yang sedang berlatih.
"Huh apa ini?, bahkan latihan kami dulu sepuluh kali lebih berat dari ini. Huh, dasar Rin nggak berperasaan, "gumam Yuki kesal melihat para prajurit yang di latih dengan begitu mudahnya.
"Sekarang bukan waktunya untuk mengerutu. Aku harus segara pergi ke tempat Rin kalau tidak aku akan mendapat hukuman lain lagi. Nanti rugi dong semua tenaga yang udah ku keluarin, " ucap Yuki.
Yuki pun pamit pergi kepada jendral Gio dan para bawahannya lalu pergi dari lapangan ke kamar mandi.
Kamar mandi.
"Huh, akhirnya sampai juga aku, huh huh huh, capek nya pakek banget aku. Kelihatanya Rin belum kelar mandi, jadi hukuman ku berhasil yey!," ucap Yuki senang di depan pintu kamar mandi yang masih tertutup.
"Kak Yuki ternyata kau ada di sini, apakah hukuman yang di berikan oleh kakak ipar sudah selesai kau lakukan?, kelihatannya kak Yuki sedang gembira di tambah kelelahan deh, memang hukuman yang di berikan oleh kakak ipar itu apa?, " ucap putri Shiera dari belakang tubuh Yuki.
"Aaaaaaaaaa, ada sugus lompat lompat neng pinggir kalen tibo kecemplong ra iso bali.....!, ah yang mulia tuan putri, kenapa kalian berdua ada di sini?," ucap Yuki terkejut.
"Hah?, kak Yuki tadi bilang apa?, su... sulus lompat lompat ni.. ning, pe... pi... pingel klaen tobo kece...... kecelong ra is... iso bal.... baly?, benda apa itu kak?, " ucap putri Shiera bingung.
"****** kau Yuki. Siapa suruh pakek keceplosan ngomong bahasa Indonesia jawa gitu. Nah, sekarang kau mau jawab apa nih?, salah sendiri suka keceplosan, " batin Yuki.
"Ah, it.... itu yang mulia, itu....., "Yuki gelagapan.
"Udah udah. Shiera apa kau lupa kita ke sini untuk apa?, " ucap putri Rika yang ada di sebelah putri Shiera.
"Oh iya, aku sampai lupa hehehehehhe, " ucap putri Shiera cengengesan.
"Hah, memang yang mulia datang ke sini untuk apa?," tanya Yuki.
"Huh, jadi gini kak. Kan kakak ipar tadi mandi di kamar mandi kakak kan, nah dari tadi kakak ipar belum keluar keluar. Kami khawatir terjadi sesuatu dengan kakak ipar jadi kami datang ke sini. Oh iya kak, kakak sudah menyiapkan kamar di sebelah kakak untuk kakak ipar tinggal. Sekarang kakak sedang menunggu kakak ipar selesai mandi untuk bergantian mandi," jelas putri Shiera.
"Hah?, gue mau bilang kalo gue agak nggak paham tapi gue udah tau apa inti pembicaraan ini. Salah siapa kebanyakan kata kakak, buat gue bingung aje, " batin Yuki.
"Huh untung belum keluar tu Rin. Bisa ku tebak sekarang dia nggak keluar keluar karena ketiduran di kamar mandi pasti, " batin Yuki lagi.
"Ah yang mulia sebaiknya kita masuk ke dalam saja, saya takut kalau nona ketiduran di dalam sana. Jika airnya mulai dingin nona akan masuk angin, " saran Yuki.
"Wah ternyata kakak ipar suka tidur ya. Kalau begitu ayo kita masuk sebelum kakak ipar masuk angin, " ucap putri Shiera.
Mereka pun membuka pintu yang tengah tertutup itu dan masuk ke dalam bak mandi. Di lihat lah mereka Manami yang sedang tidur di pinggir bak mandi.
"Astaga, padahal ini air mandi udah dingin loh. Kok kakak ipar bisa sih tidur nyenyak di sini?, " ucap putri Shiera heran.
"Udah udah. Sekarang kita harus membantu kakak ipar naik dan menggunakan baju. Setelah itu kita harus membawanya ke kamar. Kita mau bangunin dia apa nggak nih?, " ucap putri Rika.
"Hmmmmm, kita bagunin aja deh. Memang benar sih bangunin kakak ipar ketika tidur itu agak kasihan, tapi kalau kita nanti di suruh gendong kakak ipar ke kamar kan nggak bakal kuat, " ucap putri Shiera.
"Baiklah kalau begitu. Tapi bagaimana kita akan membangunkan kakak ipar?, sepertinya dia tipe orang yang susah di bangun kan karena dia dari tadi nggak bangun bangun denger kita ngomong kayak gini, " ucap putri Rika.
"Hehehehehe, kalau tentang itu kakak tenang saja, aku sudah memiliki cara yang sangat ampuh dan pasti akan berhasil, " ucap putri Shiera tersenyum licik.
"Kok kayak ada yang salah ya, itu senyum kok serem amat, " batin Yuki.
"Apa yang akan di lakukan oleh adik hingga tersenyum mengerikan seperti itu?," batin putri Rika.