Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 110



"enak banget lu ngomong. Mau jadi jodi ( jomblo abadi ) lu?, " tanya Yuki.


"Eits jangan salah, aku ga mau jadi jomblo abadi cuma mau aja sendiri. Dan ingat, kadang orang jomblo itu lebih bahagia ketimbang orang yang paracan tapi ga ada rasa cinta sedikit pun, " ujar Shiro.


"Udah ah mending lanjut beres beres, " ucap Yuki males meladeni Shiro yang sedang ada dalam mode ceramah.


Skip beberapa hari setelah kepulangan Manami pun telah berlalu.


Hmmmm mungkin sekitar tiga bulannan lah sejak terakhir kali Manami pulang dari perjalanan nya.


Dan dua hari lagi adalah hari pernikahan nya dengan pangeran Raiden namun sialnya si pangeran Raiden yang sebentar lagi akan menjadi suaminya malah masih belum tau kalo orang yang di cintai si Manami 😑. Ga peka banget sih, dasar cowok😒.


Oh iya author mau kasih tau kalo si putri Mika udah hamil ya guys. Dia baru hamil sekitar satu bulan lebih jadi putri Mika di awasi ketat oleh pangeran Daiki beserta ayah dan ibu udah kek tahanan kriminal gitu lho jadi dia jarang keluar.


Oke kita balik ke topik utama aja ye.


Jadi semua orang itu sekarang lagi pada sibuk menyiapkan pernikahan megah untuk pangeran Raiden dan Manami ya. Mereka juga mengirimkan undangan ke berbagai tamu dan salah satunya adalah ke Queen Shi no Manami.


Padahal yang nikah kan Queen Shi no Megami terus ngapa harus di kasih undangan wkwkwkwk😂.


Jadi nanti yang ganti Manami datang ya si Midori lagi.


Sementara itu di tempat si calon mempelai wanita.


"Hadeuh punya calon suami kok ya ga peka peka. Padahal besok dah mau nikah pun masih belum peka. Tu orang punya penyakit ga peka kok di pelihara," gerutu Manami sambil duduk di kursi taman kediaman pangeran Raiden.


"Haaaaaaah, bosen banget masak orang yang mau nikah ga boleh ngapa ngapain terus ini cara ngusir bosennya gimana?," desah Manami sambil meletakkan kepalanya di atas meja.


Shyuuuuuuuu ( anggep suara angin ga tau gimana suara angin)


Semilir angin sepoi sepoi menerbangkan rambut Manami yang panjang, halus nan indah bak bulu burung yang berterbangan terbawa angin. Di tambah rimbunnya peohonan dan bunga, suara indah dedaunan pohon yang bergesekan terbawa arus angin membuat suasana sangat enak untuk tidur.


Dan seperti yang author bilang, Manami pun tertidur di sana sendirian dengan di dampingi nyanyian merdu dari alam.


( Jujur author pengen banget tidur di bawah pohon rimbun gitu, keknya enak🤤)oke lanjut.


"Bagaimana bisa dia tidur di sini?, sekarang sudah mulai gelap sepertinya dia sudah di sini dari tadi. Aku harus memindahkannya ke dalam agar tidak sakit untuk besok dua hari lagi," gumam pangeran Raiden sambil mengecek suhu tubuh Manami dengan menyentuh dahi Manami dengan lembut yang terasa sesikit lebih dingin dibandingkan dengan punyanya.


"Dia terlihat sangat damai ketika tidur seperti ini. Maafkan aku karena belum tau orang yang kau cintai dan membuat mu harus terikat pernikahan dengan ku di kemudian hari. Tapi aku sungguh ingin kau selalu ada di samping ku nenemani ku di dalam susah senang sedih dan gembira sampai aku mati, " ucap pangeran Raiden sambil memainkan poni milik Manami yang menutupi matanya.


"Hmmmm ini sudah begitu lama bahkan aku sudah meninggal kan mu selama satu tahun lebih tapi kau tidak tau. Makannya punya penyakit ga peka itu jangan di pelihara, "ngigau Manami pelan namun masih bisa di dengar oleh pangeran Raiden.


Jleb......, ngigauan Manami menusuk tepat di jantung pangeran Raiden.


Namun saat pangeran Raiden mengira bahwa Manami sudah selesai mengigau, Manami malah kembali mengigau pada saat pangeran Raiden menggendong Manami ala bridal styel.


"Apa kau tidak sadar bahwa orang yang aku cintai adalah kau deorang, " ngigau Manami lagi dengan suara kecilnya sambil menyembunyikan kepalanya di dada bidang pangeran Raiden dengan kindisi masih tertidur pulas.


Tentu saja hal itu sukses membuat pangeran Raiden sangat kaget.


Dia tak pernah berfikir kalau orang yang di cintai oleh tunangannya adalah dirinya sendiri.


Namun setelah pangeran Raiden berpikir kembali, keyakinanya menjadi berubah lagi. Setelah dia kembali berfikir, dia merasa ngigauan Manami tadi hanyalah sebatas ngigauan bukanlah kenyataan.


Oleh karena itu, pangeran Raiden dengan cepat melupakan apa yang di katakan Manami tadi lalu pergi membawa Manami ke kamarnya lalu menidurkan nya di ranjang dan menyelimuti nya agar tidak kedinginan.


Setelah pangeran Raiden mengecup singkat pucuk kepala Manami, ia pun pergi kembali ke kamarnya sendiri.


Ini orang nyebelin banget. Udah di bilang sukanya sama lu ya udah emang dia sukanya ama lu. Jadi laki kok nggak peka banget. Bahkan kucing pun lebih peka dari pada lu ( tapi cuma kalo lagi mau di kasih makan doang wkwkwk) 😂.


Hai readers segini dulu ya author capek habis pts.


Oh ya author minta maaf kemarin nggak bisa up karena kemarin ptsnya mapel b inggris dan b jawa jadi mikir keras.


Setelah selesai pts author capek jadi ga up, sekali lagi author minta maaf ya.


Segini dulu celoteh authornya sampai jumpa di episode berikutnya papay 😆👋👋