
"Wah beneran nih. Kalau begitu aku minta cerai, boleh ya boleh, " ucap Manami dengan tatapan memohon.
"Tidak, aku akan memberikan apa pun yang kau mau kecuali perpisahan. Sebegitu tidak suka nya kah diri mu hingga kau ingin menceraikan ku walau kita belum resmi menikah?, pokoknya aku tidak mau, " ucap pangeran Raiden kesal.
"Padahal kau bilang akan mengabulkan apa pun keinginan ku, sepertinya itu cuma ucapan dari mulut doang, " sindir Manami.
"Aku benar benar akan kengabulkan semua keinginan mu tapi tolong jangan perpisahan, " ucap pangeran Raiden menohon layaknya anak anjing meminta makan.
"Hah, baiklah. Aku masih tidak tau apa yang aku inginkan untuk sekarang jadi aku akan menyimpan tiket permintaan ini sampai aku tau menginginkan apa, " ucap Manami pasrah setelah melihat mata anak anjing milik pangeran Raiden.
"Uluh uluh uluh, kawai banget sih ni anak kalo lagi gini, nggak sanggup aku nolaknya, " batin Manami gemes sendiri.
"Hah?, benarkah?, kalau begitu aku setuju. Kau kau memang yang terbaik sayang!, " ucap pangeran Raiden sambil berlari ke arah Manami dan memeluknya.
"Et dah buset, lepasin nggak, lepasin nggak kalau enggak aku berubah pikiran nih, " ancam Manami kesal.
"Hehehe, baiklah kalau begitu aku pergi mengerjakan tugas dulu ya, " ucap pangeran Raiden pergi meninggalkan Manami.
"Tadi bilangnya sudah menyelesaikan semua tugas, ternyata cuma boongan, awas lu nanti dapet dosa, " ujar Manami.
"Hah, kayaknya kalau terus berada di dalam istana akan sangat membosankan, apa aku keluar jalan jalan saja ya?, lebih baik ku nikmati saja waktu ku seperti seorang anak kecil, itu akan lebih menyenangkan, hahaha ide bagus. Siapa dulu Manami gitu loh," ucap Manami bicara sendiri seperti orang gila.
"Hehehehe mainan bunga saja deh, lagi pula tu pangeran nggak akan marah kan sama aku, " ucap Manami tersenyum licik.
"La.. la. la.. la.. la.. la. la.., hmm~,nyanyi aja ah lagian kapan sih itu orang pada selesai berlatih?,bikin aku nunggu lama aja mau bersenang senang nya ( yang di maksud anggota nightmare mafia )," ucap Manami yang tengah asik memetik berbagai macam bunga dan merangkainya sambil duduk di kursi nya.
🎶Kita berjalan dengan bahu yang saling berdampingan
Tertawa pada hal-hal yang tak penting dan menatap impian yang sama
Jika didengar dengan seksama maka aku dapat mendengarnya
Suaramu mewarnai suasana kota ini dengan warna oranye
Saat kau tak ada, aku merasa sangat bosan
Namun saat kuberkata kesepian, kau tersenyum padaku
Aku pun terus memastikan hal yang masih tersisa
Yang bersinar terang dan takkan pernah pudar
Bagaikan langit setelah hujan reda, bagaikan hati yang sedang cerah
Aku mengingat senyumanmu dan senyuman itu pun menjadi hal yang terkenang
Kita pasti masih seperti di hari itu, masih seperti anak kecil yang polos
Melewati berbagai musim yang berlalu dan melihat hari esok masing-masing
Setiap kali aku merasa kesepian dan merasa gelisah
Kita terus berbicara di malam saat aku tak ingin tidur
Apakah yang akan kaulihat setelah ini?
Pada kota yang terwarnai oranye oleh mentari terbenam
Aku pun perlahan meneteskan air mata
Salah satu cinta pun terlahir di antara jutaan sinar cahaya ini
Meski kau tak berubah ataupun mulai berubah, kau tetaplah kau, jangan khawatir
Suatu saat kita akan menjadi dewasa dan bertemu dengan orang yang hebat
Semoga kita dapat membawa keluarga yang tak tergantikan dan bertemu di sini
Bagaikan langit setelah hujan reda, bagaikan hati yang sedang cerah
Aku mengingat senyumanmu dan senyuman itu pun menjadi hal yang terkenang
Salah satu cinta pun terlahir di antara jutaan sinar cahaya ini
Melewati berbagai musim yang berlalu dan melihat hari esok masing-masing
Memilih impian kita masing-masing🎶
"Hah, bunga bunga ini sangat harum. Akan bagus jika ku letakkan di fas bunga, apalagi setelah ku rangkai menjadi sangat indah seperti ini, " bangga Manami pada dirinya sendiri.
"Ah, hari sudah sangat siang, aku sudah lapar. Masuk dulu ah cari makan ( author : lu nggak kenyang apa dari tadi nyemil terus tapi kok malah masih ingin cari makan 😑), sekalian letak in rangkaian bunga ini ke fas bunga kalau ada sih, " ucap Manami beranjak pergi dari tempat nya berada.
"Tunggu dulu, aku ingin bicara dengan diri mu, " suara seorang lelaki dari belakang Manami sanbil memegang tangan Manami agar tidak pergi.
"Cih dasar Daiki sialan. Sudah beruntung kau ku abaikan dari tadi tapi kok malah cari masalah, mau mati ya?, " batin Manami kesal karena dia tau siapa yang sedang berbicara dengan dirinya.
"Cepat katakan jangan pakai lama dan langsung saja ke intinya, " ucap Manami datar plus dingin sambil berbalik ke arah orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah pangeran Daiki sang putra mahkota.
"Kau sangat dingin ketika berbicara dengan ku tapi tidak dengan dirinya, apakah itu karena aku memutuskan pertunangan kita?," ucap pangeran Daiki kesal.
"Apa jika aku menikah i mu maka kau akan bersikap lembut kepada ku?, kalau memang begitu aku akan menikah i mu dan selalu mencintai mu, " ucap pangeran Daiki lagi.
"Hoo, pangeran Daiki sungguh baik ingin menjadikan ku sebagai istri mu tapi sayangnya aku tidak ingin menyandang sebagai selir di harem mu," ucap Manami sinis.
"Kalau begitu aku akan menjadikan mu sebagai permaisuri ku dengan syarat kau menyerah kan diri mu kepada ku, " ucap pangeran Daiki mencari solusi.
"Hahahahha, jika aku menjadi permaisuri pangeran, lalu bagaimana dengan putri Mika yang sangat kau cintai itu?, apa kau akan menjadikannya selir atau menelantarkannya yang akan menbuat dua kerajaan berperang karena di tuduh tidak menghargai?," sinis Manami.
"Ak... aku pasti akan mencari jalan keluar jika kau berani menyerahkan diri mu kepada ku terlebih dahulu dengan begitu kita bisa menikah, " ucap pangeran Daiki.
"Hah?, menikah?, menyerahkan diri ku kepada mu?, apakah kau mimpi di siang bolong pangeran?, " sinsi Manami.
"Maaf yang mulia putra mahkota, saya sudah bertunangan dengan pangeran Raiden yang lebih baik dari anda jadi lebih baik anda urus saja calon istri anda dan hubungan rumah tangga kalian yang terlihat bermasalah itu, " ucap Manami sambil berbalik ingin meninggalkan pangeran Daiki.
"Memangnya apa yang hebat dari dia?!, aku adalah seorang putra mahkota yang menyandang calon kaisar masa depan, tampan, kaya dan juga berkuasa.Memang apa yang dia punya sedangkan aku tidak?!, " ucap pangeran Daiki marah.
"Kau ingin tau apa yang tidak kau punya pangeran?, maka akan ku katakan. Dia lebih baik dari mu karena dia berjanji tidak akan menduakan ku, dia lebih baik dari mu karena dia mencintai ku dan menyayangi ku dari dalam hati bukan dari penampilan luar semata, dia lebih baik dari diri mu karena kau selalu mempercayai kata kata orang yang tidak dekat dengan mu dan malah mengabaikan nasihat orangtua mu, dan dia lebih baik dari pada diri mu karena dia lebih percaya kepada pasangannya bukan kepada orang orang kepercayaannya. Juga dia mencintai ku dengan sepenuh hati layaknya aku mencintainya dengan segenap perasaan yang ada tidak seperti diri mu yang hanya kencintai wanita dari parasnya yang cantik dan bentuk tubuhnya yang menggoda lalu setelah itu kau buang mereka semua setelah bosan untuk sekian lamanya, " ucap Manami lalu pergi meninggalkan pangeran Daiki yang hanya bisa diam termenung saat mendengar perkataan Manami.
"Huh, cowok playboy kayak kamu yang liat cewek yang lebih bening langsung membuang yang lama mau jadi cowok ku?, mimpi ketinggian lu, awas loh nanti kalau jatuh sakit, " batin Manami.