Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 27



"Aku ingin punya kebebasan dan kau juga tidak di perbolehkan memiliki selir atau pun gundik. Jika kau sampai mempunyai gundik ataupun selir, jangan salah kan aku jika mereka nanti jadi tinggal nama doang, "ucap Manami.


Pangeran Raiden tersenyum manis lalu berkata, " itu terserah kamu saja, aku tak akan melarang apa pun yang kau lakukan. Jadi apakah masih ada lagi?, " ucapnya.


"Hmmm, masih ada lagi, " ucap Manami yang sedang berpikir.


"Apa itu, katakan saja, "ucap pangeran Raiden.


"Aku ingin kau memanggil orang tua ku dengan sebutan ayah dan ibu, dan kalian juga tidak boleh memanggil Raiden dengan sebutan yang mulia pangeran kedua, panggil dia layaknya kalian memanggil ku, aku sudah mengatakan semua syarat ku jadi sekarang aku mau balik makan, aku masih laper, "ucap Manami kepada pangeran Raiden kemudian kepada ayah dan kedua ibunya lalu melanjutkan makannya.


"Baiklah, "ucap mereka semua secara serentak.


"Oh iya, Raiden mau sampai kapan kau akan di dini?, " tanya Manami.


"Kalau begitu apa kau mau pergi ke suatu tempat bersama ku?, "tanya balik Raiden.


"Kemana?, "penasaran Manami.


"Kau hanya tinggal ikut nanti juga tau, ayahanda, ibunda aku pinjam dia sebentar ya, " ucap pangeran Raiden sambil menarik pergi Manami yang masih sedang makan.


"Hubungan mereka sungguh sangat aneh tapi juga menarik, "ucap kaisar Dai.


"Anda benar, "jawab permaisuri dan selir Fukiko.


Sementara itu............


"Hei, hei, hei, kita mau ke mana?, "tanya Manami yang sedang di gendong ala bridal style oleh pangeran Raiden.


"Diamlah dan lihat saja ke depan, "perintah pangeran Raiden.


Manami pun melihat ke arah depan seperti yang di katakan oleh pangeran Raiden. Betapa terkejutnya ia saat melihat danau yang cukup besar di depannya dengan warna air yang sangat bening hingga ikan ikan yang berenang di dalamnya bisa terlihat di tambah dengan pemandangan hijau di sekitarnya membuat danau itu semakin indah.


Pangeran Raiden menurunkan Manami di tepi danau itu. Manami melihat danau itu lebih dekat lagi yang kemudian di susul pangeran Raiden di belakangnya.


"Bagaimana kau bisa tau tempat yang sangat indah ini?, "tanya Manami.


"Aku menemukan tempat ini hanya karena ketidak sengajaan saat sedang berkeliling hutan. Ku pikir kau akan suka tempat ini, jadi aku membawa mu kemari, " jawab pangeran Raiden.


"Begitu kah?, aku memang suka tempat ini, melihat air yang begitu jernih seperti ini membuat ku ingin berenang saja, "ucap Manami.


"Kau bisa berenang?, "tanya pangeran Raiden.


"Tentu saja bisa, di tempat asal ku biasanya orang orang akan berenang di pantai atau pun wisata air saat sedang musim panas berlangsung. Walau aku hanya pernah beberapa kali sih, hehehe, "jawab Manami sambil duduk di bawah pohon rindang dekat danau.


"Seperti apa tempat diri mu berasal itu?, "tanya pangeran Raiden yang menyusul Manami duduk di sebelahnya.


"Hmmm, dunia ku adalah tempat di mana semua orang bekerja keras untuk mencari uang agar bisa menghidupi keluarganya. Tempat di mana hukum pemerintah berlaku dan juga tempat di mana semua orang mudah melakukan semua aktivitas mereka karena teknologi yang sangat maju, " ucap Manami.


"Begitukah?, lalu apa kau merindukan duniamu itu?, "tanya pangeran Raiden.


"Aku tidak rindu dengan dunia yang menurutku rusak itu, aku hanya rindu kepada kedua orangtua angkat ku yang telah menjaga ku dari kecil, "jawab Manami.


"Hah, dari tadi ngomongin tentang tempat asal ku, aku jadi ingin menyanyikan sebuah lagu, apa boleh?, "tanya Manami.


"Tentu saja, suara mu itu sangat indah bagi ku. Kau bisa menyanyi sepuas mu jika kau suka, " jawab pangeran Raiden..


"Terimakasih, "ucap Manami sambil tersenyum tulus.


Manami memandang ke arah langit biru yang cerah kemudian mulai bernyanyi.


Lagu~


🎶Berapa banyak air mata yang ku tumpahkan?


Setiap hati, sebelum aku bisa menjadi jujur.


Kepada siapa aku katakan perasaan ku?


🎶Di malam yang panjang, aku ketakutan.


Aku berdoa pada bintang jatuh.


Dalam waktu yang terus berputar.


🎶Kita mencari cinta.


Aku ingin menjadi kuat.


Hari ini juga, aku menatap langit yang tinggi.


🎶Senyum macam apa yang ku temui.


Setiap hati, sebelum aku bisa masuk ke dalam mimpi.


Orang orang di sisi lain kesedihan.


Setiap hati, tunjukkan kebahagiaan mereka dan tertidur.


🎶Sehingga suatu hari nanti semua jiwa.


Akan temukan kedamaian.


Dalam waktu yang terus berputar.


Kita hidup seraya mengetahui sesuatu .


🎶Terkadang aku tertawa dan sedikit menangis.


Hari ini juga, aku akan terus berjalan lagi.


Di sudut kenangan masa kecil ku.


Ada tempat yang hangat begitu manis.


Bahwa bintang bintang berbicara tentang masa depan.


Selalu bersinar, begitu terang.


🎶Dalam waktu yang terus berputar.


Kita mencari cinta.


Aku ingin menjadi kuat.


Hari ini juga, aku menatap langit yang tinggi.


🎶Dalam waktu yang terus menerus berputar. Hidup seraya mengetahui sesuatu.


Terkadang aku tertawa dan sedikit menangis.


Hari ini juga, aku akan terus berjalan lagi............... 🎶🎵🎶🎵🎶


( Lagu asli : Every Heart )


Lagu selesai ~


Suara merdu nan lembut milik Manami membuat suasana tenang dan nyaman bagi pangeran Raiden.


Ia tersenyum kecil lalu bertanya kepada Manami.


"Apa judul lagu itu?," tanya pangeran Raiden.


"Judul lagu itu adalah Every Heart yang berarti Setiap hati, " jawab Manami.