
Satu hari kemudiannnnnnn.
Pagi pagi sekali semua orang telah berkumpul di lapangan pelatihan. Mereka kini siap menerima pelatihan dari sang Queen mereka yaitu Manami.
Manami mendatangi mereka bersama Juro, Jiro, Kenzo, Naomi, Kiyomi,Yuki, Tora, Aka, Ryu, Fuki, Wolf yang dalam bentuk manusia dan Shiro yang tengah bertengger di bahu kirinya.
Manami mendatangi mereka dengan menggunakan celana jeans panjang berwarna hitam dengan pasangan sebuah kaos lengan panjang polos berwarna putih dan sepatu hak tinggi berwarna hitam mengkilap. Rambut yang di ikat kuda dan bibir merah yang mempesona membuatnya tampak sangat cantik.
Sebenarnya waktu pertama kali melihat pakaian Queen mereka yang sangat aneh itu, semua orang sangat bingung namun setelah Manami menjelaskannya mereka pun menjadi paham.
"Kalian semua mulailah berkultivasi dan gunakan pil kultivasi dan air kehidupan itu untuk mempercepatnya, aku sudah tidak punya banyak waktu lagi di sini!, " perintah Manami tegas sambil berkacak pinggang.
Seketika itulah muncul dua buah botol porselen kecil yang berisi pil kultivasi tingkat tinggi dan air kehidupan di depan mereka masing masing.
Mereka semua amat terkejut dengan kemurahan hati Queen mereka yang rela memberikan barang berharga hanya untuk membantu mereka berlatih. Mereka semua dengan tekat yang sangat kuat bersumpah tidak akan pernah mengecewakan sang Queen.
"Yes, My Lord!, " ucap mereka semua tegas dan bersemangat.
Mereka semua dengan berbarengan segera mengambil sikap lotus, memakan pil kultivasi dan mulai berkultivasi dengan di bantu air kehidupan. Sementara itu Juro, Jiro, dan Kenzo di suruh untuk mengawasi mereka oleh Manami dan Yuki, Naomi dan Kiyomi di suruh memasak makanan di dapur untuk mereka.
Sedangkan Manami sendiri sedang berjalan jalan menikmati pemandangan indah hutan bersama keenam hewannya yang berlarian kesana kemari dan terkadang juga terjatuh membuat Manami terkekeh geli. Sesekali Manami juga berfoto ria bersama dengan teman temannya itu.
Hari demi hari berlalu kini dua hari telah terlewatkan dan semua orang pun sudah selesai berkultivasi.
Dengan menggunakan rok mini berwarna merah dengan atasan baju warna hitam panjang juga sepatu berhak tinggi warna merah. Rambut yang di biarkan tergerai dan hanya di hiasi bando dengan pita merah besar di samping kanan Manami mendatangi mereka dengan perasaan bangga.
"Kalian tidak mengecewakan ku, aku bangga pada kalian," ucapnya sembari tersenyum.
"Kalian kini rata rata sudah mencapai langit tahap awal bahkan ada juga yang lebih tinggi seperti keenam temanku ini yang sudah ada di tingkat dewa tahap awal, "
"125 orang mawar hitam akan di pimpin oleh Juro. 80 orang kegelapan akan di pimpin oleh Jiro. 55 orang lonceng biru akan di pimpin oleh Kenzo, 50 orang skorpio akan di pimpin oleh Naomi dan 50 orang terakhir akan menjadi anggota pasukan bulan sabit yang di pimpin oleh Kiyomi, "
"Kalian semua bebas memilih tim kalian masing masing yang sesuai bakat kalian. Setelah itu kalian akan di latih oleh ketua tim kalian masing masing agar lebih handal dalam bidang kalian. Tapi sebelum itu kalian harus belajar menggunakan senjata wajib kalian sebagai anggota Nightmare mafia dulu yang juga akan di bina oleh si ketua, " ucap Manami sambil menjentikkan jarinya kemudian muncul senjata berbentuk bolpoin seperti milik Juro, Jiro, Kenzo, Naomi, Kiyomi dan Yuki di depan mereka semua.
"Lakukanlah sebaik mungkin dan jangan pernah malas untuk berlatih. Karena di atas langit masih ada langit. Besok aku akan pergi dari sini jadi jaga diri kalian masing masing dan ingat, kita adalah keluarga jadi kita harus saling melindungi. Aku akan sering sering datang ke sini dan kalian juga bebas menggunakan fasilitas yang ada, " ucap Manami lalu pergi bersama Yuki sedangkan yang lainnya bersiap akan kesibukan mereka masing masing saat mengajar anak didik mereka.
Manami menghentikan langkahnya dan berkata, " Dan satu lagi, kalian di sini boleh bebas berkeluarga asalkan itu tulus. Dan kalian para ketua tim, pilihlah satu orang dari anggota kalian masing masing untuk di jadikan wakil kalian, " ucap Manami kemudian lanjut berjalan menuju villanya.
"Yes, My Lord!, " ucap tegas mereka semua dengan serempak.
ππππππππππππππ
"Hah, melelahkan sekali. Harus bolak balik ke sini dan ke istana kerajaan terus menerus, aku pengen tinggal di sini ae yang adem, hah, " gumam Manami sambil tiduran di sofa merahnya itu sambil nonton tv FTV.
"Rin, sebaiknya kau ganti rok yang lebih panjang aja dulu, rok itu terkalu pendek, " ucap Yuki.
"Males, lagian aku cuma di rumah doang kok, " ucap Manami dengan nada malas.
"Masalahnya rok mu itu terlalu pendek, membuat paha mu yang indah dan lembut itu terlihat. Jika pangeran Raiden sampai tau, mungkin dia juga akan melakukan hal yang sama seperti ku kepadamu, " batin Yuki.
"Hei, Yuki aku mendengar apa yang kau pikirkan loh, " ucap Manami sambil melirik ke arah Yuki.
"Eh, aku lupa kalau kau punya kekuatan membaca pikiran. Huh, kau mengintip ku, apa kau tidak bisa memerikan ruang pribadi untuk ku, " kesal Yuki.
" Emang gue pikirin, "ucap Manami santai.
"lh, kau menyebalkan sekali Rin, " ucap Yuki yang kemudian pergi ke dapur yang ada di villa untuk mengambilkan camilan yang sempat di minta Manami sambil mendengus kesal membuat Manami terkekeh geli.