Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 48



Putri Shiera menarik nafas panjang lalu berteriak.


"Kakak ipar cepat bangun, kakak ada di sini untuk ikut mandi bersama mu, apa kau mau hal itu terjadi!, " teriak putri Shiera membuat Manami seketika terbangun dengan perasaan was was dan kaget.


"Aaaaaaaaaaaaaa, benarkah?, di mana dia, waaa dasar peria mesum sialan!, "teriak Manami kaget saat membuka matanya.


"Hahahahaha, tenanglah kakak ipar, kakak tidak ada di sini, " ucap putri Shera menenangkan.


"Weh, berani banget kamu bohong in aku ya, mau ku hukum kayak Yuki kalian hah?, " ucap Manami keluar dari bak mandi sambil tersenyum devil


"Ti.... tidak ka... kak, kami melakukan nya karena dari tadi kakak di bangunin secara halus nggak bangun bangun, jadi kami gituin deh, " bohong putri Shiera gugup.


"Hmmm, jangan berbohong kepada ku, aku tau semua yang kalian lakukan. Tetapi karena kalian memakukan itu demi kebaikan ku sendiri, aku akan memaafkan kalian, " ucap Manami pergi meninggalkan mereka mengeringkan badan dan memakai baju.


"Jadi, apa tujuan kalian ke sini sampai sampai mengintip aku mandi?, " tanya Manami sambil memakai pakaiannya yang berlapis lapis itu.


"Hah?, apa?, hehehehehe, kakak ipar tau aja kalau kita ada alasan yang lain saat datang ke sini," ucap putri Shiera.


"Jadi katakan apa mau kalian cepat, oh iya, kita bicara sambil jalan aja yuk, " ajak Manami yang di setujui oleh yang lain.


Di perjalanan.


"Ayolah cepat katakan apa mau kalian!," ucap Manami.


"Heh, bukankah kakak ipar sudah tau semua yang kami lakukan?, kenapa kakak masih bertanya?, " ucap putri Rika.


"Hah, aku menghargai prifasi kalian jadi cepat katakan atau tidak sama sekali, " ucap Manami sebal.


"Huh, kakak ipar tadi bilang kalo kakak tau semua yang kami lakukan, aku kira kakak bisa membaca pikiran orang tapi ternyata enggah huh, kecewa berat aku, " ucap putri Shiera ngambek.


"Mau biang apa enggak nih?,kalo enggak ya udah aku mau ke kamar aja istirahat, " ucap Manami sambil berkacak pinggang.


"Hei jangan dong, kami sudah jauh jauh datang ke sini untuk bertemu dengan mu kok malah kamu mau istirahat sih, "


"Apa kau lupa dengan janji yang pernah kau buat dengan kami waktu itu?, "


""Apa kau tega ingkar janji kepada para ibumu ini nak?, "


ucap tiga orang wanita di belakang Manami.


"Waduh, Astaga, kayak setan aja tiba tiba muncul di belakang nih. Emang kekuatan emak emak yang sangat berguna untuk menguntit aktivitas anak nya nih, " batin Manami sambil membalikkan badanya ke arah tiga wanita itu.


"Salam yang mulia permaisuri / ibunda, salam yang mulia selir pertama dan kedua, " ucap mereka berempat serempak.


"Bangunlah salam kalian kami terima, " ucap ketiga wanita itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah permaisuri dan kedua selir kaisar.


"Ibunda, kenapa kalian bisa ada di sini?, " tanya Manami heran.


"Huh, apa kau lupa tentang janji mu kepada kami waktu kau datang ke sini terakhir kali itu, "ucap permaisuri.


"Hah?, memang aku ada janji ya?, memang janji apa sih?, " bingung Manami.


"Apa kau lupa kalau kau akan mengajari kami cara membuat kue yang sangat enak itu dan bagaimana caranya menjadi tambah cantik?!, kok kamu tega banget sih sama ibunda mu sendiri, " ucap selir Shu sok dramatis.


"Oh soal itu toh, sekarang aku sudah ingat, " ucap Manami.


"Ya iya lah udah ingat, kan udah di kasih tau, " ucap selir Minami.


"Hehehehe bener juga yak, oke kalo gitu ayo pergi ke dapur dan mulai belajar memasak. Aku tidak jadi beristirahat, " ucap Manami penuh api semangat.


"Hehehehe, lumayan buat ngisi waktu luang, nanti kalo udah mateng kan bisa di makan sambil nyantai, " batin Manami.


"Kalo itu mah gampang. Rawatlah wajah kalian baik baik dan juga jagalah hati kalian agar tetap bersih. Sesungguhnya kecantikan itu tidak sepenuhnya harus dari luar namun juga dari dalam, yaitu dari hati yang suci dan murni dari rasa iri dan benci. Lagi pula suami kita akan tetap menyayangi dan mencintai kita walau seburuk apapun rupa kita kalau itu memang benar cinta sejati bukan?, " ucap Manami sambil tersenyum.


"Perkataan mu ada benarnya juga, kalau begitu ayo kita ke dapur istana cepat, " ajak selir Minami.


"Ayo, " jawab yang lain lalu berjalan menuju dapur istana dengan beriringan.


"Anak ku sangat beruntung memiliki calon istri yang menakjubkan seperi putri Manami, " batin selir Minami.


"Oh iya ibunda, kenapa di sini tidak ada kakak ipar?, apa dia tidak ikut belajar dengan kita?, " tanya Manami di tengah perjalanan.


"Ah maksud mu putri Mika ya?, dia sekarang mungkin sedang marah kepada mu dan mengobrak abrik isi kediamannya lagi karena kau terus merebut perhatian milik kami, " jawab permaisuri kesal.


"Ibunda, kau tidak terlihat senang saat aku mengatakan sesuatu tentang nya, apa kau tidak menyukai dirinya?, " tanya Manami.


"Huh, tentu saja kami tidak menyukainya. Dia adalah seekor ular bermuka dua, mana bisa ibu mu ini menyukainya. Aku bahkan heran kenapa anak ku bisa menyukainya, " ucap permaisuri.


"Selera para lelaki itu beda beda ibu, mungkin orang seperti dirinya adalah tipe pangeran putra mahkota. Lagian ibunda, setiap orang itu patut di beri kesempatan kedua bukan?, " ucap Manami berusaha meyakinkan para ibunya untuk tidak membenci putri Mika.


"Huh, kau itu terlalu baik nak. Sudah lah, lebih baik kita segera mencoba buat kue enak itu saja, aku sudah tidak sabar untuk mencicipi hasilnya nanti, " ucap selir Shu sambil memasuki pintu dapur Istana yang ada di depannya.


"Salam yang mulia permaisuri, yang mulia selir pertama dan selir kedua, putri mahkota dan putri kedua, dan juga salam yang mulia putri Manami, " ucap semua orang yang ada di dalam dapur saat melihat rombongan Manami memasuki dapur.


"Bangkitlah kami menerima salam kalian. Kami akan menggunakan dapur ini sebentar untuk membuat sebuah hidangan. Kalian para koki istana harus memperhatikan apa yang di lakukan putri Manami nanti, apa kalian mengerti?, " ucap permaisuri penuh wibawa dan juga ketegasan.


"Baik yang mulia, " jawab para penghuni dapur.


"Baiklah, nak ayo kita segera mulai, aku sudah tidak sabar lagi, ayo cepatlah mulai, " ucap permaisuri, selir pertama dan kedua antusias.


"Hei ibunda, kok kami yang anak kecil tapi malah kalian sih yang aikapnya kayak anak kecil, " ucap putri Shiera.


"Biarin aja, ayo cepetan mulai yuk," ucap permaisuri.


"Baiklah, aku akan menyuruh kalian mengambil bahan bajan yang akan di butuhkan dan kalian harus nengambilnya," ucap Manami.


"Oke," ucap singkat Yuki.


"Boleh ibu tanya nak, bagaimana kita akan memasaknya nanti?, " tanya selir Minami.


"Kita akan mengukusnya saja nanti, sekarang kalian harus melakukan apa yang aku minta. para ibunda, kalian harus melakukan ini .... ini


... dan ini sedangkan kalian beruda harus seperti ini... ini dan itu. Kalian para koki iatana dan para pelayan dapur tolong bla.... bla.... bla..., "perintah Manami panjang lebar yang langsung di kerjakan oleh mereka semua.


Manami pun mulai beraksi dengan menunjukkan kepada mereka cara untuk membuat brownis. Manami juga mengeluarkan dan memberikan satu karung coklat yang berbobot 5 kg di dapur istana untuk berjaga jaga jika istana ingin membuat brownis lagi.


Beberapa jam kemudiannnnnn.


Manamo dan kawan kawan telah selesai membuat kue brownisnya dan mencicipi nya.


Mereka pun berterimakasih kepada Manami lalu pergi ke rumah sendiri sendiri untuk menikmati brownis buatan mereka meninggalkan Manami yang hanya kebagian satu potong brownis saja bersama para penghuni dapur yang asik memakan brownis jatah mereka.


"Sungguh orang yang tak tau di untung. Sudah di ajari memasak brownis malah hanya di kasih bagian satu potong doang, " ucap Manami.


"Wahahahaha, itu kan kesialan mu Rin, " ucap Yuki.


"Huh, pergi sana kerjakan tugas mu, aku mau kembali, " ucap Manami sambil berjalan pergi ke taman kediaman pangeran Raiden yang indah nan sejuk.


"Huh, ngambek tu orang, " ucap Yuki lalu pergi mengerjakan rugasnya.