Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 40



"Hahahaha, ja.... jangan sok tau kamu. Ka.... kamu cuma iri kan sama aku, huh dasar orang rendahan, "ucap gadis itu sombong tapi juga menahan rasa takut.


"Kalau begitu nona saya mau tanya, jika anda mencemoh saya sebagai orang rendahan, dan berani menggunakan nama anggota keluarga kerajaan untuk berbohong kepada orang lain, apa anda siap menerima hukuman karena telah menghina anggota keluarga kerajaan?, " tanya Manami dengan tatapan datar dan dingin.


"Huh, memangnya siapa kau berani menghukum ku yang teman putri Manami ini?, kau hanyalah rakyat rendahan jadi jangan pernah kau sombong di depan ku, " ucap gadis itu angkuh.


"Hei jala*g sialan beraninya kau menghinanya!, bahkan jika kami ingin kau dan semua anggota keluarga mu lenyap dari muka bumi ini maka dengan satu perintah saja kami bisa melakukannya, apa kau tau itu!, " teriak pangeran Kazuki marah karena kesabarannya sudah habis.


"Suka suka aku dong, emang kau siapa sampai bisa bilang kayak gitu?, palingan cuma orang miskin yang lewat. Tapi kalau kau mau jadi milik ku maka ku jamin kau akan hidup enak, karena aku masih menghargai wajah mu yang tampan itu, " ucap si gadis dengan lirikan menggoda ke arah pangeran Kazuki.


"Kakak diam lah saja, biar aku saja yang menangani orang tidak tau diri ini," ucap Manami hendak menghentikan pangeran Kazuki yang mau mencaci maki si gadis itu.


"Hei, siapa yang tidak tau diri?, jelas jelas kalian yang tidak tau diri, " ucap gadis itu sinis.


"Hoooo, kau telah berani menghina ku dan menggunkan nama putri Manami untuk mengatur senua orang, di tambah kau juga berani menggoda kakak ku, maka hukumannya adalah kematian, " ucap Manami menyeringai bak devil.


"Me... memangnya siapa kau berani membunuhku?, aku adalah teman put.... putri Manami, jika ka... kalian berani melakukanya maka ka..... kalian akan mendapatkan kemarahan darinya, " ucap gadis itu ketakutan.


"Hehehehehe, karena hidup mu sudah akan berakhir maka aku akan mengatakan siapa diriku. Kau tau, ini adalah sebuah kehormatan untuk mengetahui nama ku, apa lagi mati di tangan ku, " ucap Manami tersenyum devil.


"lh ngeri, sifat iblis milik tuan / Manami / kakak /,benar benar sudah keluar. Sungguh malang nasib gadis itu tapi dia pantas mendapatkan nya, " batin Shiro, pangeran Kazuki dan putri Akane.


"Me..... memangnya si... si.... siapa kau?, " ucap gugup gadis itu dengan di sertai rasa takut yang sangat dasyat.


"Hehehe, aku adalah putri Manami yang kau sebutkan dari tadi dan yang kau goda tadi adalah pangeran Kazuki, nah sekarang sebagai salam perkenalan akan ku berikan kau hadiah sebuah hujan darah, " ucap Manami menyeringai devil lalu mendekati gadis yang tengah berdiri gemetar ketakutan di hadapannya.


la mengeluarkan pedang merahnya yang ia namai bunga camellia lalu menebas kepala gadis itu dengan sangat kasar agar terasa sangat sakit sembari berkata ," silakan nikmati hadiah dari ku, " ucap nya lalu pergi kembali ke kereta yang kemudian di ikuti oleh pangeran Kazuki dan putri Akane meninggalkan orang orang yang tengah gemetar ketakutan melihat darah dari si gadis yang bagaikan hujan membasahi mereka.


"Putri Manami adalah orang yang baik namun kejam kepada orang yang telah menghinanya, dia adalah orang yang tidak boleh di ganggu sama sekali " batin semua orang di tengah ke hororan pasar.


"Wah, kak kau tadi hebat sekali. Ehem ehem,.....silakan nikmati hadiah dari ku, hahaha kakak keren sekali saat mengatakan itu, " ucap putri Akane menirukan gaya bicara Manami.


"Hahahahaha, tentu saja aku hebat. Siapa dulu, Manami hitu loh, " ucap Manami bangga plus sombong.


"Aku tarik kata kata ku tadi boleh nggak?, " ucap putri Akane menyesal.


"Huh dasar, masak cuma memuji orang aja nggak ikhlas gitu, " gerutu Manami kesal.


"Hei kalian ini. Tapi Manami, dari mana kau dapat pedang itu tadi?, dan kenapa pedang itu hilang lagi setelah kau gunakan?, "tanya penasaran pangeran Kazuki.


"Rahasia 😋," ucap Manami.


"lh, kamu ma gitu, main rahasia rahasiaan mulu, " ucap kesal pangeran Kazuki.


"Biarin, "ucap Manami.


Dan begitulah selama perjalanan mereka habiskan dengan bercanda tawa juga berdebat tentang hal hal yang super duper nggak penting.


"Hah, capek banget. Aku kok kayak orang obesitas ya, jalan dikit aja udah lelah banget. Ah udah ah, nanti aku malah beneran obesitas lagi, " ucap Manami melemparkan tubuhnya ke atas ranjang setelah sampai di istana.


"Tuan, mungkin kau perlu banyak olah raga atau kau harus makan makanan empat sehat lima sempurna, " saran Fuki yang baru kelaur dari ruang dimensi bersama Aka, Ryu, Tora dan Wolf.


"Hmmmm, kalok mau olah raga mager nya nggak ketulungan, tapi kalok makan terus nanti aku jadi gendut dong, " ucap Manami.


"Tuan kau terlalu pilih pilih, lalu sekarang apa yang kau lakukan?, apakah mau tidur? biasanya kan kau juga ngebo, " ucap Ryu.


"Boleh juga tuh, gue tidur aja kali ya sambil nunggu Yuki balik, " ucap Manami yang bersiap untuk tidur.


Saat Manami tengah ingin sampai di alam mimpi yang indah dia terbangun karena suara Yuki yang tiba tiba membuatnya kaget setengah mati.


"Nona saya telah selesai menjalankan tugas yang anda berikan. Saya telah membeli beberapa restoran yang tengah di jual untuk membangun usaha dan mebeli beberapa budak untuk mengurus usaha itu, " ucap Yuki tiba tiba membuat Manami kaget setengah mati.


"Eh kuntung kumpret, aku nyungsep. Aduh duh duh, untung jantungku nggak lari. Hei Yuki, kalo mau bicara itu bilang bilang dulu dong, bikin orang mau jantungan aja, " ucap Manami yang telah tenang dari terkejut nya sambil duduk di tepi ranjang.


"Hehehehe, maap Rin, tadi gue kesenengen sendiri gara gara mau balik ke sini jadi lupa ngetuk pintu atau apa lah biar kamu tau aku ada di sini gitu, " ucap Yuki cengengesan.


"Huh ya udah deh, jadi gimana?, apa sudah selesai tugasnya?, lalu gimana keadaan istana mawar merah?, " tanya Manami.


"Menjawab Queen, istana mawar merah dalam keadaan baik. Para anggota hanya perlu beberapa jam saja bisa menguasai senjata wajib di organisasi dan sekarang tengah menilih senjata pendukung dari gudang senjata. Saya juga telah selesai membeli tiga rumah makan yang cukup besar untuk di jadikan tempat usaha dan telah memilih dan membeli beberapa budak untuk di jadikan pengurus tumah makan itu nantinya. Sekarang mereka sedang di latih bela diri, berkultivasi dan belajar memasak menu yang akan di jual di rumah makan bersama Naomi dan Kiyomi di markas pusat ( istana mawar merah )", jawab Yuki penuh hormat.


"Baiklah, sekarang suruh beberapa orang dari markas untuk membangun ulang tiga rumah makan itu menjadi seperti ini, " ucap Manami sambil memberikan satu sketsa kepada Yuki yang ia ambil dari dalam kipas.


"Yes, My Lord, " ucap Yuki lalu pergi menjalankan tugas yang di berikan oleh Manami.