
"Hmmm, apa kau sangat suka bernyanyi?, "tanya pangeran Raiden.
"Kalau di bilang suka sih emang suka, tapi tidak semua genre lagu aku suka, hanya beberapa saja, " jawab Manami.
"Apa itu genre?," tanya pangeran Raiden.
"Aduh sulit juga yak kalo ngomong sama orang kayak gini. Genre itu berarti jenis dari lagu itu sendiri. Contohnya lagu sedih, senang, penuh semangat, lembut, K-pop, dan lain lain gitu, " jelas Manami.
"Lalu genre mana yang paling kau sukai?, " tanya pangeran Raiden lagi.
"lh kok kamu jadi nanya nanya terus sih, kesel aku tuh jawabnya. Lagu yang paling aku suka itu yang semangat dan juga lembut, sudah ah kita pulang aja. Sekarang udah mau sore nih, " ajak Manami.
"Baiklah, ayo kita pergi, " ucap pangeran Raiden sambil menggendong Manami lalu melesat kembali ke istana Kofuku dengan jurus peringan tubuh.
"Hei, hei, hei, turunkan aku, aku mau jalan sendiri, " berontak Manami yang ada di gendongan pangeran Raiden.
"Jangan gerak gerak, kalo enggak kita akan jatuh tau, " ucap pangeran Raiden.
"lya deh, iya deh, " ucap Manami terpaksa.
Mereka pun melesat hingga akhirnya sampai di dalam istana kerajaan Kofuku.
Pangeran Raiden menurunkan Manami di depan kediamannya lalu pamit pergi untuk kembali ke kerajaannya yaitu kerajaan Anshin. Manami pun dengan senang melihat kepergian tunangannya itu sambil melambaikan tangan.
Setelah bayangan dari pangeran Raiden tidak lagi terlihat di depannya, ia pun masuk dan menyuruh Yuki yang sedari tadi menunggu kepulangannya untuk menyiapkan air mandi dengan wewangian bunga higanbana dan tentu saja perintah dari Manami itu pangsung di laksanakan oleh Yuki.
Beberapa saat setelahnya, Yuki menghampiri Manami dan bilang kalau air mandinya sudah siap.
Manami pun bergegas pergi ke kamar mandi, membuka semua kain yang menutupi yubuhnya dan kemudian berendam di air hangat penuh dengan bunga higanbana itu.
"Hah, enggak di sini nggak di sana dulu mandi itu memang paling enak," ucap Manami.
Setelah satu jam berendam dalam air, Manami kemudian keluar dari bak mandi lalu menggunakan hanfu putih dan menyisir rambut hitam panjangnya dengan hati hati.
Setelah selesai, ia pergi ke ruang makan keluarga untuk makan malam.
Dan seperti biasa, makan malam itu pasti di selingi oleh canda dan tawa. Namun kali ini ada yang sedikit berbeda karena seluruh anggota keluarganya terus menanyakan apa yang di lakukan olehnya bersama pangeran Raiden.
Manami pun menceritakan semuanya tanpa di tutup tutupi kepada mereka dan sering kali mereka menggodanya karena cerita yang ia ceritakan.
Makan malam selesai, semua orang kembali ke kediaman masing masing dan segera beristirahat tak terkecuali Manami.
la tidur dengan lelap dan memimpikan mimpi yang indah.
Midori juga pernah bertanya seperti ini ketika Manami sedang berkultivasi.
"Tuan, kenapa kau masih saja berkultivasi?, bukankah kau sudah berada di puncak kultivasi?, " tanya Midori.
Dan dengan gampang Manami menjawab, " Aku hanya mengisi waktu luang ku yang membosankan saja, emang apa salahnya, " jawabnya.
Sekap Manami itu sungguh membuat Midori tepuk jidat. Tetapi saat Manami mulai serius akan sesuatu, Midori sama sekali tidak ingin mengganggunya karena baginya itu sangat nenyeramkan.
Hari demi hari berlalu dan kini sudah terlewat seminggu sejak Manami menyuruh Juro, Jiro, Kenzo, Naomi dan Kiyomi untuk mengumpulkan orang orang yang akan ia angkat menjadi anggota organisasinya nanti.
Manami pun bersiap pergi ke hutan tanpa nyawa bersama Yuki, namun sebelum itu ia berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke luar istana dan akan kembali seminggu kemudian.
Tentu saja itu membuat semua anggota keluarganya menolak keras, apa lagi dia pergi hanya dengan Yuki si pelayan pribadinya.
Namun dengan susah payah dan perdebatan yang amat panjang, akhirnya Manami dan Yuki mendapat izin dari keluarganya.
la berpamitan kepada semua anggota keluarganya dan pergi bersama dengan Yuki melalui gerbang depan.
Setelah sidikit jauh dari gerbang istana, Manami dan Yuki menggunakan jurus teleportasi untuk dapat sampai di luar hutan tanpa nyawa dengan cepat.
Saat mereka sampai di depan hutan tanpa nyawa, sudah ada sekitar 500an orang termasuk Juro, Jiro, Kenzo, Naomi, dan Kiyomi yang menunduk hormat kepada Manami.
"Kerja bagus, dan kalian bangunlah, " ucap Manami yang melihat 500 orang itu tunduk hormat kepadanya.
"Kalian sudah tau kan kenapa di bawa ke sini?, sekarang aku sebagai pemimpin dari organisasi Nightmare mafia sekali lagi akan memastikan kebulatan tekat milik kalian semua," ucap Manami dengan lantang dan tegas memancarkan aura keagungan yang sangat kental.
"Namaku adalah Dai Manami Rin, putri tertua dari kerajaan Kofuku yang akan menjadi pemimpin kalian. Aku akan melihat seberapa tangguh dan bulatnya tekat kalian dengan mengisolasi kalian di dalam hutan tanpa nyawa selama tiga hari tiga malam,"
"Kalian harus bertahan hidup dengan hanya mengandalkan kepintaran otak dan menggunakan kekuatan dari tubuh kalian sendiri sendiri untuk melindungi diri. Kalian di larang menggunakan kekuatan seperitual kalian,"
"Kalian yang berhasil bertahan akan berkumpul di bagian terdalam hutan tanpa nyawa setelah tiga hari dan dapat memulai pelatihan yang akan ku berikan kepada kalian,"
"Bagi orang yang takut atau tidak bersedia, aku berikan sekali lagi kesempatan untuk pergi dari sini. Namun jika tidak ada yang keberatan maka kita akan memulai pelatihan ini, " ucap Manami panjang lebar.
Manami mengamati mereka semua dan di rasa tak ada yang mau pergi, ia pun kembali berkata, " sepertinya tidak ada dari kalian yang ingin pergi dari sini. Karena tidak ada yang ingin pergi maka jangan pernah menyesal akan jalan yang kalian ambil dan pelatihan di mulai, " ucap Manami yang kemuduan pergi bersama Yuko, Juro, Jiro, Kenzo, Naomi, Kiyomi ke markas organisasi nightmare mafia.
Semua orang pun kemudian masuk ke dalam hutan tanpa nyawa dengan tekat yang kuat.Mereka sangat yakin dengan jalan yang mereka pilih setelah melihat aura keagungan, ketegasan, kepemimpinan, kekejaman, kebijaksanaan, dan juga keyakinan di setiap kata yang terucap oleh mulut Manami.
Sementara itu di istana mawar merah ( istana milik Manami yang berada di tengah hutan tanpa nyawa )Shiro, Tora, Aka, Ryu, Wolf, dan Fuki menyambut kedatangan ketujuh orang itu dengan sebuah pelukan dari peria peria tampan.
Dengan manja mereka berebutan meminta kasih sayang dari Manami dan dengan sabar Manamumi pun mengelus kepala mereka satu persatu membuat mereka semua sangat senang dan girang.