
Dan begitulah Manami melewati harinya dengan guling guling di kasur sampai hari menjelang malam.
"Hadeh sumpah gabut bat gw. Ngantuk enggak, laper enggak, punya kerjaan enggak terus harus ngapain gw?, udah berasa kek makluk tak di butuhkan gw😞," keluh Manami.
Saat Manami asik ngedumel sendiri tiba tiba ...........................
"Apa yang sedang kau lakukan Mi er?, " tanya seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah pangeran Raiden.
(di sini author ganti mi er aja ya panggilannya soalnya kalo bikin nama untuk orang kesayangan itu author gak bisa malah ngerasa geli sendiri)
Back to story
Manami yang memang sudah merasakan aura keberadaan pangeran Raiden pengennya gak bakalan kaget, pangennya lho ya!.
Tapi karena dia terlalu melamun dan sibuk dengan dunianya sendiri jadilah dia kaget setengah mati ga deng becanda, kaget hingga terjatuh kembali dari kasur.
Brukkkkkkkkk
"ADUH PINGGANGKU!!!, " teriak Manami pecah membuat pangeran Raiden tutup kuping.
"Aduh duh duh duh, baru juga jatuh udah jatuh lagi malang banget sih nasib gw😩," gumam Manami sambil berdiri di bantu uluran tangan milik pangeran Raiden.
"Makannya jangan melamun, sebenarnya kau ini sedang melamunkan apa?, " tanya pangeran Raiden sembari duduk di pinggiran ranjang dan memangku Manami.
"Oh, aku melamunkan hal apa yang bisa ku lakukan agar ada kerjaan soalnya dari tadi aku merasa seperti tak di butuhkan oleh dunia, " jawab Manami dengan muka polosnya sukses membuat pangeran Raiden tertawa.
"Puftttt hahahaha, jika kau merasa begitu kau boleh meminta satu permintaan dari ku agar kau tidak melakukan hal seperti tadi, " ucap pangeran Raiden sembari menahan tawa.
"Yang bener?, tapi emang dari tadi aku pengen minta sesuatu sih dari kamu soalnya aku kan belum minta sesuatu dari kamu pas minggu kemarin, " ujar Manami.
"Terus kau mau apa sekarang hem?, " tanya lembut pangeran Raiden sembari mengelus lembut pucuk kepala Manami.
"Aku pengen jalan jalan selama seminggu di luar boleh ya?, " pinta Manami membuat pangeran Raiden terlonjak kaget.
"Katakan sekali lagi apa yang kau inginkan?, " tanya pangeran Raiden dengan nada rendah dan muka menggelap menahan amarah.
"Aku ingin pergi keluar selama seminggu tanpa pengawasan mu atau bawahan mu apakah boleh?, " pinta Manami memperjelas kelinginannya sukses membuat wajah pangeran Raiden tambah gelap.
"Apakah kau akan pergi bertemu dengan kekasih mu?, " tanya pangeran Raiden lagi dengan nada rendah.
"Ehh? Hah?, kekasih?, " beo Manami bingung.
"Hah?, kekasih apaan gw kan udah punya lu yang sempurna walau agak lemot kalau harus tau perasaan gw, mana mau gw ama yang lain. Dalam hidup gw gw cuma mau nikah satu kali dan idup ama lu doang dodol🙄," batin Manami.
"Kekasih apa?, aku tidak punya hal seperti itu kok aku cuma punya kamu doang ga ada yang lain kok, " bela Manami.
"Kalo gw ngomong kek gini berasa lagi selingkuh gw😅," batin Manami.
"Apa dia masih belum mau mengaku?, atau aku yang terlalu banyak berpikir?, " batin pangeran Raiden.
"Boleh ya plissss, " pinta Manami dengan puppy eyesnya.
"Tidak boleh minta yang lain, " tolak pangeran Raiden.
"Ehhhhh kenapa nggak boleh?, " tanya Manami sambil merengek protes.
"Jika aku membiarkan mu pergi maka aku takut kau tak akan kembali seperti kemarin, " jawab pangeran Raiden.
"Eh itu kan nggak sengaja aku ga bakalan pergi lama kok aku pasti pulang janji deh, " bela Manami.
"Tidak"
"Enam hari deh enam hari, " tawar Manami.
"Tidak"
"Lima hari ya lima hari boleh kan? ", tawar Manami lagi.
"Tidak"
"Empat hari? "
"Tidak"
"Tiga hari? "
"Tidak"
"Dua hari? "
"Tidak"
"Satu hari 23 jam?"
"Tidak"
"Satu hari 22 jam?"
"Tidak"
"Satu hari 21 jam 59 menit?"
"Itu hanya beda satu menit, tidak!," tolak pangeran Raiden.
"Kalo gitu satu hari di tambah 1 jam gimana?, " tawar Manami lagi.
"Tidak, " tolak pangeran Raiden.
"Satu hari? "
"Tidak"
"Tidak"
"20 jam?, "
"Tidak"
"19 jam? "
"Tidak"
"18 jam? "
"Tidak! "
"17 jam? "
"Tidak! "
"16 jam? 15 jam? 14 jam? 13 jam? 12 jam? 11 jam? 10 jam?, " tawar Manami lagi dan lagi.
"Tidak!, " tolak tegas pangeran Raiden.
"Aaaaaaaaa ya udah deh 1 jam boleh nggak?, " tawar final Manami.
"Tidak kau tidak boleh pergi kemana mana jika tidak ada aku, duduk diam lah di sini!, " tolak pangeran Raiden tegas.
"Bikin judes aja. Gw ngerasa lagi di pasar nawar sayur tapi ga di boleh in ama yang jual 😑," batin Manami.
"Haaaah ni orang di kasih hak jadi suami malah ngelarang gw mulu 😩," batin Manami lagi.
"Au ah aku nyerah, " pasrah Manami sembari menyenderkan kepalanya di dada bidang pangeran Raiden dan menutup mata.
"Maaf aku hanya tak ingin kau pergi dari ku lagi, " ucap pangeran Raiden lembut dengan mata redup sembari mengelus pucuk kepala Manami penuh kasih sayang.
"Tak apa aku yang terlalu memaksa, " sahut Manami masih memejamkan matanya.
Walau memejamkan mata tidak berarti tidur ya tapi dia hanya menikmati kenyamanan.
"Kau memang selalu hangat seakan mengusir beban berat ku, sekarang aku jadi mengantuk, " ucap Manami dengan nada lemah karena mulai mengantuk sembari menggesek nggesek kan kepalanya di dada pangeran Raiden.
"Kau belum mandi dan makan kan?, mau mandi dan makan dulu nggak sebelum tidur?, " tawar pangeran Raiden.
"Tidak usah aku tak punya tenaga dan cukup nyawa untuk melakukannya. Tenang saja aku masib wangi kok perut ku juga nggak keroncongan, " tolak Manami.
"Puftttt, siapa juga yang mengkhawatirkan soal itu. Aku hanya takut kau akan sakit jika tidak makan, " ujar pangeran Raiden sembari menggendong Manami ala pengantin baru dan menidurkannya di ranjang dengan posisi yang benar.
Setelah meletakkan Manami pada tempatnya (kek barang aje ye wkwkwkwk😂) dan menyelimutinya pangeran Raiden beranjak pergi dari sana untuk mencari udara malam yang sejuk namun Manami mencekal tangan pangeran Raiden.
"Kau mau kemana?, mau pergi ya?, ikut dong, " tanya Manami di akhiri dengan permintaan sembari mengucek ngucek mata lesunya.
"Bukankah tadi kau mau tidur sekarang kenapa kau mau ikut dengan ku?, " tanya pangeran Raiden heran.
"Jika kau tidak ada ranjangnya jadi dingin aku sulit tidur, " keluh Manami.
"Karena itu ayo tidur, " pinta Manami dengan suara khas anak kecil miliknya.
"Jadi aku berperan menjadi penghangat ranjangkah?, " pangeran Raiden terkekeh pelan.
"Apanya yang lucu?, kenapa kau tertawa?, " tanya Manami yang kini mode bocilnya on.
"Tidak ada kok, kalau begitu ayo kita tidur!," ujar pangeran Raiden sembari membuka beberapa lapis hanfunya dan menyisakan satu lapis hanfu berwarna putih yang mirip dengan kimono memperlihatkan dada bidangnya yang sangat enak di lihat bagi kaum hawa wkwkwkwk🤣😂😂
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC