
"Waaaaaaaaa, menantu kau membuat ku sangat tersentuh, "tangis ketiga ibu Manami sambil memeluk erat dirinya.
"Hah?, ada apa dengan kalian ibu?, aku hanya menyanyi tapi kok kalian malah nangis sih," bingung Manami.
"Hiks.. hiks, itu karena kau membuat kami tersentuh, tapi kenapa kau malah tidak menyadarinya sih," ucap selir Shu.
"Adik benar, kenapa kau tidak menyadarinya?,lagu mu itu sungguh berarti bagi kami, "timpal permaisuri.
"Kami akan selalu menjadi ibu yang baik untuk mu nak, " ucap selir Minami penuh sayang.
"Terimakasih ibu ibu ku, sekarang apa kalian bisa melepaskan ku?, aku tak bisa bernafas, " ucap Manami tersenyum paksa.
Ketiga ibu Manami pun bergegas melepaskan pelukan mereka karena takut sang anak kehabisan nafas.
"Aih, akhirnya bisa napas juga gue, "gumam Manami.
"Nak, apa kau bilang sesuatu tadi?," tanya selir Minami.
"Tidak kok bu, kita lanjutkan saja yuk keliling istananya, sebentar lagi aku harus pergi kembali ke rumah!, "ajak Manami yang kemudian di setujui oleh ketiga ibunya.
"Waaaaaa, lagu itu sangat menyentuh tapi kok rasanya pengen gitu di nyanyiin langsung nggak harus sembunyi sembunyi kayak gini, " tangis kaisar pecah.
"Eh, ayah kenapa kau menangis?, di sini banyak pelayan ayah, masak ayah nangis di depan mereka sih, " ucap putri Rika.
"Tapi ayah sangat terhura, eh salah maksud ayah terharu, " ucap kaisar.
"Sepertinya kakak ipar sangat suka menyanyi, aku jadi ingin mendengarnya nyanyiannya lagi, " ucap putri Shiera.
"Masakannya enak lagi, aku ingin melihatnya menyanyi dari dekat tapi takut ketahuan, sungguh kakak sangat pintar dalam memilih pendamping hidup, "ucap pangeran Atsushi.
"Aku penasaran apa mereka tau keberadaan kita?, di tambah jika melihat pelayan milik kakak ipar, pelayan itu sepertinya ada di tingkat yang cukup tinggi, " pendapat pangeran Hikaru.
"Pelayan itu dapat mengikuti ku saat aku datang ke sini bersama gadis kecil ku. Dan bisa ku tebak jika gadis kecil ku sudah b tau akan keberadaan kita sedari tadi, " ucap pangeran Raden tersenyum.
"Hah?, yang benar saja. Emang dari tadi tuh dari kapan?, " tanya kaisar tak percaya.
"Dia sudah tau keberadaan kita sejak sedari awal kita mengikutinya, " ucap pangeran Raiden enteng.
"APA?!, kau serius kan Raiden / kakak?!, " tanya mereka semua tak percaya.
"Aku tidak pernah main main dengan ucapan ku, bukankah sudah ku bilang bahwa gadis kecil ku merupakan orang yang istimewa?, "jawab pangeran Raiden santai.
"Benar juga sih, kak Raiden tidak pernah berbohong. Tapi jika itu memang benar adanya, aku jadi penasaran berapa tingakatan kultivasi milik kakak ipar hingga membautnya tau akan keberadaan kita. Apalagi kita sudah menyembunyikan keberadaan kita sebaik baiknya, " pendapat pangeran Hikaru.
"Ya, aku juga penasaran. Tapi yang membuat aku tambah penasaran adalah bagaimana dia bisa menjadi tambah cantik hanya dengan beberapa hari saja. Jika dia bukan kakak ipar ku, sudah ku pastikan dia akan menjadi pendamping hidup ku, " ucap pangeran Atsushi membuat muka pangeran Raiden menggelap.
Aura yang sangat menyermkan tiba tiba ada di sekitar mereka membuat mereka bergidik ngeri. Bahkan ada pelayan yang pingsan karena tak kuat dengan aura yang sangat mengerikan itu.
"Apa yang kau katakan tadi Atsushi?, bisakah kau mengulanginya lagi agar membuatku tidak ragu lagi untuk memisahkan kepala mu dari tubuh mu?," ucap pangeran Raiden dingin dengan aura membunuh yang sangat kental.
"Jika aku mendengar mu mrngatakan hal itu lagi maka aku tak akan segan segan mengambil nyawa mu," ucap dingin pangeran Raiden.
"Ma... makasih kak, kalau begitu aku pergi dulu ya, " ucap pangeran Atsushi lari terbirit birit karena tekut dengan pangeran Raiden.
"Aduh, jiwa iblisnya sudah keluar, " batin orang masih ada di sana menelan ludah paksa.
Di sisi lain tempat Manami berada.........
"Hahahahahaha, peerut ku sakit. Ada apa dengan mereka, " tawa Manami pecah ketika mendengar perdebatan para pangeran sedangkan Yuki yang juga tau hanya bisa menahan untuk tidak tertawa karena itu tidak spoan baginya tertawa di depan keluarga kerajaan.
"Nak ada apa dengan mu?, kenapa kau tiba tiba tertawa seperti itu?, apa kau ada masalah nak?,kalau ada kau bisa menceritakannya kepada kami. Apa kau sudah jadi gila karena suatu masalah?, " ucap permaisuri dan selir Shu khawatir.
"Hei, kakak adik, kenapa kalian malah bilang menantu kita gila?, jangan menyumpahi nya seperti itu dong, " ucap selir Minami.
"Ya, maafkan kami, kami terlalu khawatir, " sesal mereka berdua.
"Jadi ada apa dengan mu nak?, kenapa kau tertawa terbahak bahak begitu?, apakah ada yang lucu?, " tanya lembut selir Minami.
"Para ibu ku kalian tak perlu khawatir, aku tertawa karena perdebatan para pangeran yang sangat lucu," jawab jujur Manami.
"Hah?, perdebatan lucu para pangeran?, ada di mana mereka? aku tidak melihatnya, " ucap mereka bertiga heran.
"Hahahahaha, kalau ibu tidak tau juga tidak masalah, ayo kita lanjutkan lagi jalan kita, " ajak Manami kepada ketiga ibunya yang masih dalam keadaan bingung.
"Pangeran Raiden sampai marah besar kepada adiknya hanya untuk Rin pasti pangeran sangat menyayangi Rin, " batin Yuki.
"Kenapa dia begitu marah hanya karena ucapan main main pangeran Atsushi?, apa dia sebegitu cintanya sama gue?," batin Manami.
"lh, serem banget kak Raiden kalau lagi kayak gitu. Padahal kan aku cuma main main kenapa dia bisa sangat marah seperti itu?, apa sebegitu pentingnya kah kakak ipar bagi dirinya?, " batin pangeran Atsushi takut.
"Aku ingin pergi dari sini aja jika tidak aku akan mati hanya karena auranya yang sangat menyeramkan itu, " batin kaisar, putri Rika, putri Shiera, dan pangeran Hikaru.
"Apa yang terjadi sih, kok aku nggak paham, " batin permaisuri, selir Minami dan selir Shu yang tengah di tarik oleh Manami.
"Hah, ini membingungkan, " batin mereka lagi.
S
K
I
P
Setelah Manami selesai berkeliling istana, ia makan siang dengan para anggota keluarga kerajaan Anshin dan kemudian pulang bersama Yuki menggunakan kereta kuda yang telah di siapkan oleh keluarga kerajaan. Tentu saja Manami sempat menolak karena pergi menggunakan ilmu teleportasi itu lebih cepat dari pada naik kereta.
Tapi karena keluarga kerajaan sangat memaksa dan Manami juga tidak tega melihat para ibunya yang terus memohon kepadanya akhirnya ia pun menerimanya dengan terpaksa dan pulang bersama Yuki menggunakan kereta tersebut.