
"Tuan, kenapa kau sangat lama perginya, "rengek Shiro.
"Baru juga seminggu di tunggal udah main rengek rengekan, apa lagi nanti kalo udah tak tinggal satu bulan, " ejek Manami.
"Tuan, tolong jangan tinggalin kami lagi dong, " ucap Aka dengan mata yang berkaca kaca.
"lya deh iya deh, aku nggak bakalan ninggalin kalian lagi kok, " pasrah Manami.
"Ayo, kita masuk ke dalam dulu aja, " ajak Manami.
"Baik, saya akan membuatkan teh bersama Kiyomi dulu, kami pamit udur diri sebentar," ucap Naomi yang kemudian di setujui oleh Kiyomi.
"Oke, kalian boleh pergi dan ingat , jangan terlalu formal saat bicara dengan ku, aku nggak suka itu, "ucap Manami.
"Oke Queen," jawab mereka berdua lalu pergi meninggalkan Manami dan teman temannya yang lain.
"Ayo masuk, aku ingin melihat rumah ini tetap bersih atau tidak setelah ku tinggal pergi selama satu minggu, " ucap Manami sambil melangkah kan kakinya ke dalam istana.
Saat berjalan menuju ruang tamu istana, ia terus melihat lihat kiri dan kanannya yang ternyata semua tempat tetap bersih walau di tinggal olehnya.
Setelah sampai di ruang tamu, semuanya duduk dan menikmati camilan dan teh yang sudah di hidangkan oleh Naomi dan Kiyomi.
"Sepertinya rencana kita untuk sejauh ini berjalan dengan lancar, sekarang aku ingin kalian berlima mengawasi berjalanya pelatihan yang ku buat itu. Kalian hanya butuh mengawasi tanpa ikut campur dengan kesulitan yang mereka hadapi," perintah Manami kepada Juro, Jiro, Kenzo, Naomi dan Kiyomi.
"Baik, laksanakan, " ucap mereka bersamaan.
"Eit jangan bilang 'baik, laksanakan' tapi bilang Yes My Lord, kalian mengerti?, " ucap Manami.
"Kami mengerti Queen, " ucap mereka.
"Bagus, kalau begitu pergilah dan laksanakan tugas kalian!," perintah Manami.
"Yes, My Lord, " ucap mereka lalu menghilang dari ruang tamu.
"Hei, Yuki ayo ikut aku pergi ke rumah ku, aku ingin berustirahat di sana, " ajak Manami yang kemudian pergi dari ruang tamu bersama Yuki.
Manami berjalan menyusuri tangga putih seputih salju yang sangat panjang menuju ke rumah khususnya dengan di ikuti oleh Yuki di belakangnya.
Ia menari dan menyanyi sambil melihat ikan ikan di air yang tepat ada di bawah tangga yang ia lewati.
Sedangkan Yuki hanya bisa melihat kagum tempat yang ia pandangi sepanjang perjalanan.
Saat mereka sampai di rumah khusus itu, Manami membuka pintu tumah dan terlihatlah sebuah villa mewah dan megah yang di sertai dengan ruang karaoke khusus untuk Manami itu sendiri.
la duduk di teras beralaskan kayu yang berhadapan langsung dengan air terjun dan kincir air sambil makan makanan ringan yang juga di sertai dengan es kelapa muda.
la menikmati pemandangan hijaunya hutan dan birunya air bersama dengan Yuki hingga ia tersadar akan sesuatu.
"Oh iya, Yuki apa menurutmu kamar yang ada di istana dan beberapa asrama itu bisa muat untuk mereka semua?, " tanya Manami.
"Kalau menurutku sih bakalan kurang, mungkin kita harus menambah beberapa asrama lagi, " jawab Yuki.
"Hmmm, tapi nanti bisa membutuhkan lahan yang cukup besar, " pendapat Manami.
"Kenapa tuan nggak pakai yang bertingkat tingkat saja, sepertinya tuan pernah mempunyainya dulu, " saran Shiro yang baru datang dengan yang lainnya.
"Kau benar Shiro, kalau begitu kalian saja ya yang letakin tu asrama, kan tinggal pencet doang, " suruh Manami sambil melemparkan kipasnya ke Tora yang sedang dalam wujud manusianya.
"Oke, kami pergi dulu ya, Bye bye, " ucap Shiro yang menggandeng hewan lain dengan sembilan ekornya yang dapat memanjang lalu berlari pergi dari sana.
" Aih, padahal kita baru sampai di sini kok malah balik lagi sih. Kamu aja sendiri sana, kenapa harus ajak ajak kami?, kami kan masih mau di sini, " ucap mereka namun tidak di gubris sedikitpun oleh Shiro dan hanya terus menyeret mereka pergi.
Setelah kepergian mereka, Manami kembali menikmati suasana tenang dengan angin sepoi sepoi membuatnya semakin segar dan tak membuat Manami kepanasan.
Setelah beberapa jam berlalu Manami merasa bosan dan pergi ke ruang karaoke bersama dengan Yuki, Shiro, Tora, Ryu, Aka, Wolf dan Fuki yang baru selesai menambahkan kamar asrama mewah untuk para anggota nanti.
"Tuan, apakah tuan yang akan menyanyi?, kita kan nggak bisa menyanyi, " tanya Fuki.
"Tentu saja tuan yang akan menyanyi, kan suara tuan yang paling indah di sini, " jawab Shiro.
"Aku juga mau mendengarkan nyanyian mu, ayo nona cepatlah bernyanyi, "ucap Yuki antusias.
"Oke, " ucap Manami.
la memasang lagu mana yang ingin ia nyanyikan, mengambil mikrofon yang ada di meja kemudian mulai menyanyikan sebuah lagu.
Lagu~
š¶š¶Dalam hatimu yang dalam keadaan terselimuti sumpah cinta
Berulang kali menghabiskan malam tanpa tidur, terimalah
Sekarang aku ingin segera bertemu, tangisanku tidak terhenti, aku ingin menyentuhmu tapi tak bisa
Karena aku menyukaimu sehingga menyakitkan
Semakin sering ku memikirkanmu semakin banyak pula air mata yang jatuh
Walau terus begini tidak bertemu pun
Aku lebih menyukaimu dari siapapun
Padahal barusan saja mengucapkan selamat tinggal
āAku ingin bertemuā kembali mengalir meluap
Seolah-olah akan menghilang seperti Satu Ciuman hari itu
Menunggu email dari dirimu
Saat bertemu denganmu batas waktu semakin mendekat
Menghargai waktu dari kita berdua
Walaupun setelah mengucapkan selamat tinggal aku ingin kembali bertemu
Kembali bertemu dengan email darimu
Pemandangan kota saat ku pulang adalah senja
Saat kehangatanmu akan menghilang
Saat sadar dari mimpi ke pintu kenyataan
Semakin sering ku memikirkanmu semakin banyak pula air mata yang jatuh
Walau terus begini tidak bertemu pun
Aku lebih menyukaimu dari siapapun
Aku mencintaimu (mencintaimu) mencintaimu (mencintaimu)
Mencintaimu (mencintaimu) ketika malam menjadi siang
Aku mencintaimu (mencintaimu) mencintaimu (mencintaimu)
Mencintaimu (mencintaimu) mencari hanya kau seorang
Aku mencintaimu (mencintaimu) mencintaimu (mencintaimu)
Mencintaimu (mencintaimu) ketika aku menutup mataku
Aku mencintaimu (mencintaimu) mencintaimu (mencintaimu)
Mencintaimu (mencintaimu) cintaku untukmu
Untukmuā¦
āSekarang aku ingin segera bertemuā selama ada waktu
āCinta abadiā, sepertinya aku mempercayainya
Memikirkan tetang dapat berpisah dadaku terasa sakit seperti terbelah menjadi dua
Malam berwajah manis ditarik saat pagi datang
Seperti hitungan mundur yang hancur
Mencintaimu sayang mencintaimu sayang kata-kata itu membeku
Hari ini telah dimulai sampai jumpa lagi
Ketika mengingat semakin teringat
āPerasaanā bertambah tebal ketika bertemu semakin sering bertemu semakin itu pula
Aku ingin berada disampingmu dan berdoa sepenuh hati sampai hari esok bahkan tidak dapat terlihat
Sampai suatu hari ākeabadianā itu ditemukan
Aku tidak akan melepaskan, aku takkan berpisah
Mencintaimu sayang cinta untukmu
Kau takkan kulepaskan
Semakin sering ku memikirkanmu semakin banyak pula air mata yang jatuh
Sendirian didalam malam yang tidak pernah berganti
Tidak ada yang dapat kulihat selain dirimu
Hatimu yang dalam keadaan terselimuti sumpah cinta
Berulang kali menghabiskan malam tanpa tidur, terimalah
Sekarang aku ingin segera bertemu, tangisanku tidak terhenti, aku ingin menyentuhmu tapi tak bisa
Karena aku menyukaimu sehingga menyakitkan
Aku mencintaimu (mencintaimu) mencintaimu (mencintaimu)
Mencintaimu (mencintaimu) ketika malam menjadi siang
Aku mencintaimu (mencintaimu) mencintaimu (mencintaimu)
Mencintaimu (mencintaimu) mencari hanya kau seorang
Aku mencintaimu (mencintaimu) mencintaimu (mencintaimu)
Mencintaimu (mencintaimu) ketika aku menutup mataku
Aku mencintaimu (mencintaimu) mencintaimu (mencintaimu)
Mencintaimu (mencintaimu) cintaku untukmu
Untukmuā¦š¶š¶
( Love is a Beautiful pain )
Lagu selesai.
Suara Manami saat menyanyikan bagian untuk gadis dengan di padukan suara laki laki yang memang sudah terekam di lagu membuatnya sangat indah untuk di dengar namun sedikit aneh bagi mereka yang baru dengar, apa lagi orang dari dunia yang tidak jelas itu.
"Wah nyanyian nona sangat bagus tapi, sepertinya aku baru tau kalau ada lagu yang cepet banget gitu nyanyinya. Di tambah dari mana tadi suara laki laki yang ikut nona nyanyi?, musiknya juga aneh baget, "ucap Yuki yang di angguki oleh Ryu, Aka, Tora, Fuki dan Wolf.
"Aduh kalian ndeso banget sih, suara orang itu tuh udah ada di dari sananya terus musiknya tuh emang kayak gitu, kalo nggak gitu emang harusnya gimana?, terus yang nyanyinya cepet itu namanya nge - rep," ucap Shiro.
"Yeeee, maaplah kalo ndeso banget kita kan bukan dari tempat kalian, " ucap Aka.
"Lha terus tadi yang lirik lagunya aku ada yang nggak ngerti tuh apa artinya yak, " tanya Fuki.
"Elu ****** apa nggak sih, kan tadi di layar televisinya ada arti liriknya kenapa lu nggak baca, " ucap Shiro emosi.
"Ye maap, kan nggak tau, " ucap Fuki yang dalam wujud manusia sambil cengengesan membuat yang lainnya hanya bisa tepuk jidat.