
"Ini orang kok benaran ngezelin yak pengen nyekik ampe mati aku, " batin Manami.
"Woi mikir dong, kamar lu kan cuma ada di sebelah kamar gue. Kita nggak akan kepisah jauh kan. Kau ini kalau nggak mau balik ke kamar emang mau tidur ambil duduk di situ terus?, ntar pinggang lo encok badan lo sakit. Terlebih lagi nih malam dingin amat kalau lu sakit giman?, gue nggak mau itu terjadi, " ucap Manami sedikit membentak pangeran Raiden.
"Kau bilang begitu apa kau sangat mengkhawatirkan ku?, " tanya kaget pangeran Raiden melihat tingkah Manami.
"Aduh kok ya emosiku nggak bisa ke kontrol gini sih. Masak iya dia sudah mengisi semua tempat kosong di hati ku, " batin Manami.
"Siapa bilang?, aku hanya tidak ingin di ganggu saat tidur. Aku bukan orang yang over protektif seperti mu kepada pasangan. Jika kau tak ingin pergi ya sidah. Aku akan meninggalkan mu tidur di situ, " ucap Manami sambil melepas sepatu berhak tinggi yang ia pakai dan lalu naik ke atas ranjang.
"Oh iya, baju mu berubah apa kau tadi mampir si suatu tempat?, " tanya pangeran Raiden.
"Ya, karena tadi aku bau darah jadi aku mampir di suatu tempat untuk mandi dan mengganti pakaian, " ucap Manami santai sambil tiduran di atas ranjang.
Note :
Sekarang Manami sedang memakai baju kaos berwarna putih yang kebesaran jika di pakai olehnya dan di lengkapi dengan celana jins pendek se paha membuat kulit putih nan lembut milik Manami terlihat.
Back to story.
"Apakah kau sangat suka dengan pakaian terbuka seperti itu?, aku sudah pernah bilang untuk jangan gunakan pakaian seperti itu lagi bukan?, kenapa kau melupakannya?, " ucap pangeran Raiden sambil menyelimuti Manami sampai ke pinggang agar dapat menutupi paha menawan Manami yang tengah menghimpit sebuah guling.
"Apa kau yakin akan terus di sini dan tidak akan kembali ke kamar mu saja? "ucap Manami sembil berbalik menatap pangeran Raiden.
"Aku tidak akan pergi dari sini walau kau mengusir ku, " ucap pangeran Raiden yakin.
"Tapi nanti kalau kau sakit dan tidak bisa melakukan pekerjaan mu bagaimana?, " tanya Manami.
"Kau mengkhawatirkan ku?, tenang saja aku adalah orang yang kuat tidak akan mudah sakit kok, " ucap pangeran Raiden sambil mengelus pucuk kepala Manami.
"Ni orang keras wamat sih kek batu, bahkan mungkin lebih keras dari batu, " batin Manami.
"Hah, terserah kau saja deh aku mau tidur, " ucap Manami lalu menutup mata ingin tidur sambil menikmati elusan kepala dari tangan kekar milik pangeran Raiden namun saat tangan pangeran Raiden menyentuh dahinya ia kembali membuka mata.
"Tangannya dingin banget. Sudah ku duga udara malam memang sangat dingin. Dia begitu keras kepala sampai sampai tidak mau pergi padahal kan masih bisa ketemu besok. Jika aku terus membiarkan nya seperti ini aku bisa menjamin bahwa besok dia akan sakit tapi aku harus gimana?, mengancam?, bagaimana jika aku malah di ancam balik. Masak aku harus tidur bareng ama dia sih?, hah bingung amat aku. Tapi kayaknya nggak ada pilihan lain deh. Huh waktu gini aja nih otak cuantek nan pinter nggak berfungsi alias eror, " batin Manami kebingungan.
"Hah, lebih baik kau ambil selimut saja dulu agar tidak kedinginan, " ucap Manami.
"Tidak, aku tak apa. Aku tak akan pernah meninggalkan diri mu lagi. Kau harus selalu ada di dekat ku, " ucap pangeran Raiden menolak.
"Ihhhhh gemezzz banget aku tuh. Boleh ku bunuh nggak nih orang. Over protektif banget sih jadi orang, kau siapa nih, " batin Manami sebel.
"Hah, naik dan tidur, " ucap Manami sambil menggeser badannya agar dapat memberi ruang untuk pangeran Raiden tidur.
"Hah?!, " kaget pangeran Raiden.
"Naik ke atas ranjang dan tidur. Ini sudah malam kita harus tidur dan mengistirahatkan tubuh kita, " ucap Manami sambil memeluk erat gulingnya.
"Tapi-, "
"Tidak ada tapi tapian. Jika kau tidak ingin naik maka sekalian saja pergi kembali ke kamar mu sendiri dan jangan ganggu orang yang mau tidur, " ucap Manami sambil menarik tangan pangeran Raiden dengan tangan kanannya sedang kan tangan kirinya setia memeluk guling membuat pangeran Raiden jatuh ke atas ranjang dekat Manami tidur.
"Tutup mata mu dan tidur, " ucap Manami sambil menyelimuti pangeran Raiden dengan selimut yang ia kenakan kemudian menutup mata sambil memeluk gulingnya yang setia menemani ( mereka berbagi selimut ya reder).
"Apa dia salah makan?, kenapa sifatnya jadi perhatian seperti ini?, sudah ah lebih baik aku tidur dulu ngantuk sekali rasanya, " batin pangeran Raiden.
Pangeran Raiden pun menutup matanya dan kemudian tidur dengan keadaan memeluk Manami yang sudah terlelap sambil memeluk guling erat seperti takut akan di bawa pergi orang jika melepas pelukan nya.
"Dia sangat imut ketika sedang sibuk, " gumam pangeran Raiden sambil mengelus lembut pipi merah muda Manami.
Malam hari saat jam 3 pagi.
"Hmmmm, wah guling ku jadi tambah besar tapi kok sedikit dingin ya?, biarin ah yang penting nyaman, " lindur Manami sambil memeluk tubuh kekar pangeran Raiden yang di kira sebagai guling padahal guling aslinya ada di delakangnya.
"Astaga, apa dia mengira bahwa aku adalah guling?, tapi yang lebih penting bukan itu. Dia memeluk ku benar benar seperti memeluk sebuah guling besar. Hah, inilah kenapa aku tak suka jika melihat mu memakai pakaian aneh seperti ini. Kau menggunakan pakaian yang kebesaran tapi menggunakan celana bak seorang peria dan hanya sampai paha lagi. Dan sekarang kau menempelkan kaki mu di tubuh ku apa kau ingin membuat aku terbawa alur hah?, " gumam pangeran Raiden sambil menahan hasrat birahinya karena paha mulus Manami menempel di tubuh pangeran Raiden.
"Sabar Raiden tahan lah hasrat mu dulu. Dia itu belum resmi menjadi istri mu dan dia juga memiliki seorang pria yang di cintainya. Jika kau melakukannya maka dia pasti akan di benci oleh orang yang ia sukai dan dia juga akan menjadi marah dan benci kepada mu, " ucap pangeran Raiden.
Dan begitulah pangeran Raiden menahan hasrat birahinya sampai pagi karena Manami yang menggeliat ke sana kemari membuat kulit halus nan lembutnya bergesekan dengan pangeran Raiden.
_________________________________________
Author : Wah berhati nurani dan bertanggung jawab banget lu Raiden.π
Pangeran Raiden: Siapa dulu gitu loh, Raiden! tapi ngomong ngomong tu menahan hasratnya susah banget tau nggak sih, salah sedikit saja udah kebuka tu segel milik Manami. π±
Author : Yang sabar ya mas. Tahan aja dulu sampe nikah. Kalian itu belum halal jadi harus di halal in dulu sebelum melanhkah ke tahap yang lebih dalam. Karena Manami itu masih segelan bukan setengah pakek.
Pangeran Raiden : Hehehehe, bener juga ya. π