Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 109



"Wih mewah banget nih mau dong besok kalo nikah di bikin kek gini, tapi nikahnya di luar ruangan aja biar tambah bagus, " batin Manami takjub dengan hadiah yang di berikan Midori atas namanya.


"Hmmmm tapi di bikin kata i love you aja besok wkwkwkwk, banyak banget maunya gue, " gumam Manami cekikian sendiri membuat pangeran Raiden yang ada di sampingnya sangat bingung.


"Kita akan menggelar pernikahan yang lebih mewah dari ini nanti, " bisik pangeran Raiden sambil memluk Manami dari samping.


"Serah deh," sahut Manami acuh sambil melepas pelukan dari pangeran Raiden.


"Ayah, ibu, kakak, adik Manami mau ke kamar dulu. Manami lelah kalian lanjut aja seneng senengnya. Oh iya jangan ganggu Manami lho nanti kalo ganggu Manami makan, " ucap Manami sedikit bercanda.


"Baiklah, istirahat baik baik agar kita bisa kumpul lagi, " sahut permaisuri Mayumi.


"Kalau begitu kami juga kembali dulu, beberapa hari ini kami sibuk jadi harus segera kembali ke istana, " pamit permaisuri Ayumi setelah Manami pergi ke kamar bersama pangeran Raiden.


"Baiklah kalau begitu, sering sering mampir ya, " sahut permaisuri Mayumi.


"Kalau begitu kami juga pergi tolong jaga kedua putri ku ya Mayumi, Minami, Shi, " ucap ibu putri Mika permaisuri Kikyo Yuzuna.


"Tentu saja kami akan merawat mereka dengan baik. Untuk menengok keadaan mereka kalian seting seringlah datang ke sini ya, " sahut permaisuri Mayumi.


Jadi gini guys kan si putri Nadeshiko tunangan sama pangeran Hikaru jadi dia tinggal bareng ama adeknya di istana kerajaan Anshin.


Back to story.


Setelah kepergian keluarga kerajaan Kofuku dan keluarga kerajaan Hokori dan semua tamu undangan pulang ke rumah masing masing.


( ini kalau acara pernikahan nya ga sama kayak yang sebenarnya maaf ya soalnya author nggak tau)


"Dah kita mau pergi mending kalian berduaan aja sana biar rasa sukanya enggak luntur, " ujar permaisuri Mayumi lalu meninggalkan sang pengantin baru bersama yang lainnya.


"Mereka jahat banget sih, baru juga selesai acaranya udah maen tinggal tinggal aja di kira kita barang apa di tinggal tinggal gitu aja, " ucap putri Mika ngedumel ga jelas dengan bibir manyum nya.


"Udah jangan marah marah lagi. Mending kita balik ke kamar makan dulu, " ucap pangeran Daiki tiba tiba menggendong putri Mika ala pengantin baru ( lah emang mereka pengantin baru kan๐Ÿ˜ถ)


"Kita istirahat dulu untuk nanti malam bersenang senang, " lanjut pangeran Daiki berbisik di telinga putri Mika sukses membuat putri Mika malu.


"Ja... Jangan katakan lagi itu memalukan, " ucap putri Mika sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang pangeran Daiki.


Dan begitulah pangeran Daiki dan putri Mika melakukam momen romantis ala pasangan baru sedangkan pangeran Hikaru bermain dengan calon istri nya yang kekanak kanakan namun terlihat begitu cantik itu.


Sementara itu di tempat Manami.


"Hah aku lelah Yuki tolong bereskan kamar ku ya, " ucap Manami yang sudah duduk manis di kursi taman kediaman pangeran Raiden tempat dia dulu sering duduk sambil meminum teh hangat yang ada di cangkir kecil di atas meja.


"Baik nona, " ucap Yuki lalu pergi bersama Shiro.


"Pergi di mana saja kau selama ini?, tau kah kau aku sudah berusaha mencari mu di semua tempat tapi tidak mendapatkan hasil membuat ku sangat frustasi, " tanya pangeran Raiden yang masih berdiri di sampung Manami duduk.


"Hah pemandangan nya masih sangat indah tidak ada yang berubah dari saat terakhir aku ke sini, " ucap Manami melenceng jauh dari pertanyaan pangeran Raiden.


"Tolong jawab pertanyaan ku, " ujar pangeran Raiden mengangkat tubuh Manami membuatnya dapat menatap langsung mata Manami yang sangat tajam namun terasa sangat menenangkan.


" Hah, Bukan kah Queen sudah bilang kalau aku berada di markas Nightmare mafia? Lalu kenapa kau harus bertanya lagi?," ucap malas Manami.


"Apakah itu benar?, apa kau benar benar teman si Queen itu?, lalu kenapa dia tidak memberitahu kami kalau kau ada bersamanya?, " tanya pangeran Raiden bertubi tubi.


"Ya kan kalian tidak tanya jadi Queen tidak memberitahu kalian, " jawab Manami santuy.


"Apa kau tidak merindukan ku?, kau sudah meninggalkan ku selama satu tahun lebih padahal kau bilang hanya akan pergi selama beberapa bulan. Apa kau tidak rindu sedikit pun kepada ku padahal aku sudah sangat merindukan mu?, " tanya pangeran Raiden membawa Manami ke dalam pelukannya dan lalu menatap langsung mata Manami yang redup dengan Matanya yang sudah berair.


"Sangat, aku sangat rindu pada mu tapi aku egois dan gengsi untuk mengakuinya, " gumam batin Manami.


"Jangan terus bersedih. Di mana Raiden yang selalu menggangu ku?, di mana Raiden yang selalu tersenyum ketika ada di dekat ku?, kemana hilangnya Raiden yang sangat tegar dan tegas itu?, kau sangat berbeda dengan yang terakhir kali aku lihat, " ucap Manami lembut sambil mengusap cairan putih bening yang siap terjun dari mata pangeran Raiden menggunakan ibu jarinya yang amat halus.


"Mereka semua hilang, mereka hilang karena kau meninggalkan ku sendirian di tengah kebahagiaan, " ucap pangeran Raiden kembali memeluk erat Manami lalu menyembunyikan kepalanya di tengkuk Manami.


"Hah" Manami menghembuskan nafas kasar lalu berteleport ke kamar pangeran Raiden. Duduk di pinggir ranjang bersama dengan pangeran Raiden nya sekalian lalu berkata.


"Hah jangan menangis lagi. Aku tidak suka dengan laki laki yang sangat mudah menangis, " ucap Manami ketika merasa bahwa punggungnya basah karena air mata yang di keluarkan oleh pangeran Raiden.


"Sekarang istirahat lah aku akan menemani mu sampai kau tertidur, " ucap Manami sembari melepas pelukan pangeran Raiden lalu menidurkan pangeran Raiden ke ranjang nya. Setelah itu menyelimuti tubuh pangeran Raiden dengan selimut sambil menatap wajah pangeran Raiden yang tertutup punggung tangan kanannya.


"Is udah ah jangan nangis lagi. Mending tidur aja sono, " ucap Manami sedikit jengkel sambil mengangkat lembut tangan pangeran Raiden yang menutupi wajahnya dan menghapus lagi air matanya yang masih tersisa.


Pangeran Raiden bergerak memeluk perut Manami lalu menggesek gesekkan kepalanya ke perut Manami sembari berkata, " tetaplah di samping ku sampai aku kembali bangun, " ucapnya dengan suara agak setak karena habis nangis tanpa suara.


Note :


Jadi dari tadi itu Manami masih duduk di tepi ranjangnya pangeran Raiden ya guys jadi si pangeran Raiden bisa meluk perut Manami.


Oke lanjut ceritanya.


"Baiklah aku akan tetap di sini sekarang cepat lah tidur. Setelah ini aku mau istirahat, " ucap Manami lembut sambil membelai lembut rambut hitam pekat milik pangeran Raiden.


"Kalau begitu kau juga sekalian istirahat saja, " ucap pangeran Raiden sambil menarik Manami membuat dirinya jatuh di atas kasuh dengan kondisi seperti hendak tidur di sebelah pangeran Raiden.


"Ti... Tidak usah kau dulu saja yang istirahat sana, " ucap Manami mencoba pergi namun sia sia karena dia telah di peluk kuat oleh pangeran Raiden membuat dirinya tidak bisa bergerak.


"Tolong jangan pergi, " lirih pangeran Raiden.


"Hah baiklah aku tidak pergi. Sekarang tidur saja sana dari tadi kok ngomong terus, " pasrah Manami sambil membelai lembut kepala pangeran Raiden kembali membuat pangeran Raiden segera terlelap dalam tidur di susul dengan Manami yang juga mulai mengantuk karena dirinya memang sudah lelah.


Sementara itu di kamar lain samping Manami dan pangeran Raiden tidur.


"Wasem, kalau mau romantis romantis an lihat sekitar dong. Ada yang jomblo loh di sini, " lirih Yang masih bisa di dengar oleh Shiro.


"Ya cari pacar lah, kalo aku mah ga tertarik ama yang gitu gituan, " ucap Shiro santuy.


"Kenak banget lu ngomong. Mau jadi jodi ( jomblo abadi ) lu?, " tanya Yuki.


"Eits jangan salah, aku ga mau jadi jomblo abadi cuma mau aja sendiri. Dan ingat, kadang orang jomblo itu lebih bahagia ketimbang orang yang paracan tapi ga ada rasa cinta sedikit pun, " ujar Shiro.


"Udah ah mending lanjut beres beres, " ucap Yuki males meladeni Shiro yang sedang ada dalam mode ceramah.


.......................................................................


Hello readers author balik nih.


Doa in author supaya dapet nilai bagus pas ujian ya soalnya author terhitung bukan orang yang pinter.


mungkin pas pasan atau kurang malahan.


segitu dulu dari author papay ๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ˜†