
Saat mereka berempat asik asik mengobrol, bertengkar karena hal sepele dan menengok kanan dan kiri sambil berjalan menikmati indahnya taman yang sangat luas penuh dengan berbagai macam bunga, ada juga binatang yang berkeliaran di atas rumput hijau dan bertengger di ranting tanting pepohonan seperti kelunci, merak, berbagai macam burung, kucing, angsa di tengah kolam buatan, burung merpati putih, rusa, hamster dan lain lain, si hitam dan keenam temannya sudah sampai di taman dan sedang mengintai mereka dari kejauhan.
"Bos kau sangat pintar, ternyata mereka memang ada di sini, " ucap teman si hitam.
"Itu benar, bos memang hebat. Tetapi sekarang apa yang harus kita lakukan?, " tanya teman satunya lagi.
"Kita awasi saja dulu mereka dari jarak jauh dan kita akan menculik wanita itu nanti ketika dia sedang sendiri, "ucap si hitam.
"Lalu bagaimana nanti jika pangeran Raiden mengetahui keberadaan kita?, aku dengar tidak ada yang tau dia ada di tingkat apa tapi semua orang yakin bahwa dia ada si tingkatan kultivasi yang tinggi. Di tambah orang orang bilang bahwa pangeran Raiden sangat mencintai putri Manami dan akan membumi hanguskan orang orang yang berani menyakitinya, " ucap teman nya yang lain.
"Kalian tidak perlu khawatir. Kita kan belum tau pasti tingkat kekuatannya. Mungkin rumor itu tidak benar, kan itu hanya rumor. Di tambah kita kan sudah meminum pil penyembunyi aura yang menbuat keberadaan kita tidak bisa di lihat oleh siapa pun kecuali orang yang ada di tingkat langit ke atas jadi jangan terlalu khawatir ," ucap si hitam meyakinkan.
"Kau benar juga bos, rumor tetap hanyalah rumor tak lebih dari itu, " ucap teman nya yang ada di dekat dirinya.
Sementara itu keadaan Manami, Yuki, Shiro dan pangeran Raiden.
"Hei pasangan sendok and garpu, apa kalian merasa ada yang mengikuti kita?, mereka kira kira ada tujuh orang dan sedang mengamati gerak gerik kita dari atas pohon di tempat yang sedikit jauh dari sini, " ucap Yuki.
"Oh, kau juga merakannya Yuki?,tapi siapa mereka dan mengapa mereka mengawasi kita?, " bingung pangeran Raiden.
"Tentu saja mereka sedang mencari kesempatan ketika aku sedang sendiri dan ingin menculik ku, kalau bukan itu memang apa lagi, " ucap Manami ketika ia mendengar percakapan si hitam dan teman temannya.
"Hah?, menculik mu?, untuk apa mereka menculik mu?, dan kenapa kau bisa tau apa yang sedang mereka bicarakan?, " bingung pangeran Raiden.
"Kau tau kan aku ada di tingkat mana dalam hal kultivasi?, aku memiliki telinga yang tajam seperti milik Shiro jadi aku bisa mendengarnya, tetapi aku tidak tau siapa yang mengutus mereka ke sini untuk menculik ku. Bisa ku tebak mereka adalah orang yang sama dengan orang yang membuat putri Manami yang asli meninggal. Hehehehe, ada mainan nih sayang kalau nggak di buat main, " ucap Manami yang di akhiri dengan sebuah senyum devil.
"Eleh, kan tinggal baca pikiran tu orang kau sudah tau banyak informasi. Kenapa lo nggak gunain kelebihan lu sih, " ucap Yuki.
"Manami bisa baca pikiran orang?, " tanya pangeran Raiden.
"Ya, aku hebat kan. Tapi jika aku menggunakan nya maka tidak akan seru. Aku akan mengintrogasinya saja nanti setelah aku selesai membunuh enam dari mereka. Mayan ada mainan baru, " ucap sombong Manami.
"Ih sombong bener sih jadi orang, terserah lu aja deh, aku ma nikmatin aja yang ada, " ucap Yuki.
"Aku tidak memberi mu ijin, bagaimana jika kau nanti terluka?, " ucap pangeran Raiden khawatir.
"Tuh kan over protektif nya aktif lagi. Aku kan cuma mau main masak nggak boleh. Lagi pula nih ya, kau kan tau kekuatan ku, aku tidak akan mudah terluka. Lagi pula aku bawa Shiro, nanti kalau ada apa apa sama aku kan bisa minta tolong dia. Is udah ah, Yuki kau tunggu aku di sini bersama dia ya, eh pulang aja deh kalian. Aku akan kembali besok pagi soalnya, cari kan alasan yang bagus untuk ayah dan ibu ya juga jangan pernah mencari ku kalau tidak ingin nyawa kalian melayang, " ucap Manami dengan di akhiri senyum mematikan.
"Hah, baiklah tapi apa yang akan kau lakukan?, " tanya Yuki.
"Tentu saja bermain dengan mereka, aku pergi dulu ya bye bye, " ucap Manami lalu pergi meninggal kan Yuki dan pangeran Raiden.
"Kenapa kau tidak menghentikannya dan malah mengiyainya saat dia ingin pergi?, " ucap pangeran Raiden.
"Bagaimana kau bisa tau?, " tanya pangeran Raiden.
"Karena aku adalah sahabat Rin dan juga aku pernah melihatnya langsung bahkan mengalaminya ketika masih di latih olehnya. Aku tau semua hal tentang dia, " ucap Yuki.
"Apa kau juga tau tentang perasaan nya?, " tanya pangeran Raiden.
"Oh maksud mu cintanya?, aku juga tau tentang itu, " ucap Yuki.
"Kalau begitu kau pasti tau kan laki laki yang di sukainya siapa, bisakah kau katakan pada ku siapa dirinya sebenar nya?, " pinta pangeran Raiden.
"Ternyata beneran nggak peka. Huh dasar nggak peka, cari tau sendiri sono, masak harus tanya aku. Udah ah, yuk pulang, " ucap Yuki kesal akan ketidak pekaan pangeran Raiden.
"Is kenapa kau pelit sekali sih. Kau yakin kan kalau dia akan baik baik saja?, " tanya pangeran Raiden sambil berjalan menyusul Yuki.
"Astaga over protektif banget sih jadi orang, di bilang enggak ya enggak. Kok ya ngeyel banget jadi orang," kesal Yuki sambil mempercepat jalannya.
"Hah, cuma khawatir sama calon istri kan nggak salah, " ujar pangeran Raiden.
"Ya nggak usah terlalu khawatir gitu juga kalik. Tapi nih ya, pengen banget aku punya suami kayak pangeran yang sangat mengkhawatirkan ceweknya di tambah peehatian dan setia lagi, tapi kok ya sayangnya aku jomblo gitu loh, nasib jones nih, " ucap Yuki.
"Dasar nggak jelas, " ucap pangeran Raiden.
Sementara itu di sisi lain.
"Bos lihatlah, putri Manami berjalan menjauhi kedua orang itu, " ucap si A ( biar enak ngunget nya).
"Aku juga melihatnya, ayo kita ikuti dia, " ujar si hitam.
"Baik bos, " ucap keenam orang lalu pergi mengikuti Manami yang terus berjalan hingga sampai di sebuah gang kecil yang sangat sepi.
"Bos, kenapa wanita itu pergi ke tempat sepi seperti ini?, " tanya si B.
"Aku juga tidak tau, kita lihat saja dulu apa yang akan dia lakukan, " ucap si hitam.
"Lah, bos kemana pergi nya wanita itu. Tadi dia ada di sini tapi sekarang kok nggak ada, " ucap si C kaget ketika sadar bahwa Manami menghilang.
"Halo tuan tuan apa yang sedang kalian lakukan di tempat sepi seperti ini?, apakah kalian mau bermain dengan ku?, aku juga punya peliharaan dan dia juga akan ikut main, mau ya?, " ucap Manami yang tiba tiba muncul di belakang mereka membuat mereka kaget dan dengan cepat langsung berbalik ke arah Manami dan lalu melompat ke belakang untuk memberi jarak.
"Kau bagaimana kau bisa ada di belakang kami?, apa yang kau inginkan dari kami hah?, " ucap si hitam.