Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 59



.


"Halo tuan tuan apa yang sedang kalian lakukan di tempat sepi seperti ini?, apakah kalian mau bermain dengan ku?, aku juga punya peliharaan dan dia juga akan ikut main, mau ya?, " ucap Manami yang tiba tiba muncul di belakang mereka membuat mereka kaget dan dengan cepat langsung berbalik ke arah Manami dan lalu melompat ke belakang untuk memberi jarak.


"Kau bagaimana kau bisa ada di belakang kami?, apa yang kau inginkan dari kami hah?, " ucap si hitam.


"Aduh duh, kau ini bagaimana sih tuan?, bukanya kalian yang mengikuti ku sampai ke sini?, yang harusnya bilang kayak gitu aku dong bukan kalian," ucap Manami.


"Nah, sekarang aku nanya balik nih. Tuan tuan mau apa ya mengikutiku serus dari tadi?, apa kalian mau melihat wajah cantik ku ini terus jadi memutuskan untuk mrmbuntuti ku?," tanya Manami.


"Cih dasar kurang ajar, kami akan menculikmu dan akan mencicipi rasa rubuh mu baru kami akan memberikan mu kepada yang mulia kaisar, " ucap si A emosi.


"Hoo, jadi kalian maunya main gitu gituan nih?, nanti tidak adil dong, masak aku sendiri dan kalian bertujuh, yang ada aku pingsan duluan kalik, " ucap Manami.


"Kita main yanh lain dulu aja yuk, baru main yang kayak gituan, " ucap Manami dengan tatapan bak anak kecil yang ingin bermain.


"Hehehehe, baiklah kalau begitu. Memangnya adik kecil yang cantik ini mau bermain apa?, " tanya si C.


"Tuan tuan mau tidak bermain rumah rumahan iblis bersama ku?, seru loh, " ucap Manami sambil tersenyum garing.


"Bos apakah kami boleh memilikinya?, " tanya si B pada si hitam.


"Lakukan saja semau kalian, yang mulia hanya menturuh kita untuk menbawa gadis kecil bodoh ini kok, " ucap santai si hitam.


"Nah adik kecil manis, bos sudah setuju. Kalau begitu ayo kita segera main, kami sudah tak sabar untuk mencicipi tubuh mu, " ucap si E.


"Oke tuan tuan, aku mulai ya permainan nya, " ucap Manami sambil tersenyum tetapi senyumnya itu lebih mirip dengan senyuman iblis.


"Tuan tuan apa kalian tau?, aku kalau sedang bermain sangat buas loh, ku tunjukkan ke kalian ya, " ucap Manami menyeringai lalu menghilang dari tempatnya berdiri dan lalu muncul kembali di depan keenam orang bawahan si hitam.


"Aku sangat penasaran dengan warna darah tuan, tolong perlihatkan pada ku dong yah, " ucap Manami yang kini sudah tersenyum menyeramkan sambil membawa sebuah tombak merah di tangannya lalu menyayatkan tombak itu atau bisa di bilang sih menancapkannya ke perut enam orang itu secara bergantian membuat darah mereka mengalir keluar sedangkan racun dari ujung tombak mengalir masuk ke tubuh mereka membuat s hitam sangat kaget dengan kekuatan yang di miliki oleh Manami.


"Wah, tuan darah mu berwarna merah. Apa kau tau tuan?, warna merah adalah warna kesukaan ku karena dia terlihat sangat anggun dan mengerikan. Apa lagi kalau merah warna darah," ucap Manami sambil melihat darah yang menempel di jari jemarinya.


"Nah, sekarang mau main gimana nih kita bos?, kalau main seperti yang tadi sangat tidak seru, bagaimana kalau main penjara intorgasi saja?, kita ke rumah ku dulu tapi, bos mau kan?," tanya Manami sok polos tapi masih menyeramkan.


"Dia sangatlah kuat, sebenarnya di mana tingkat kultivasi nya?, sepertinya yang mulia kaisar memilih target yang salah. Lebih baik aku pergi dari sini dan melaporkan hal ini kepada yang mulia," ucap si hitam yang hendak pergi tapi tidak jadi karena tiba tiba ada Manami di depannya.


"Eit, mau kemana kau bos?, kita kan belum bermain jadi jangan pergi dulu dong. Nurut aja yuk dan ikut dengan ku, kalau tidak mau aku terpaksa harus menggubakan kekerasan rumah tangga loh, eh salah maksudnya kekerasan dalam membawa mu ke sana loh," ucap Manami dengan wajah polos nan seramnya.


"Huh, mana sudi aku ikut dengan mu. Jika kau berani maka lakukan lah dengan cara keras dan bertarung dengan ku, " ucap si hitam sok berani padahal sebenarnya dia sangat ketakutan.


"Hohoho, sepertinya bos memang laki-laki sejati, kalau begitu kita mulai saja, " ucap Manami lalu segera menyerang si hitam dengan tangan kosong secara cepat dan bertubi tubi menbuat si hitam sangat kualahan.


"Sial, dia sangat kuat, bahkan pukulannya sangat cepat dan kuat, kau tidak bisa mengimbangi kecepatan nya, " batin si hitam.


"Hahahaha, bos kok kamu lambat amat sih. Kalau gini mending kamu ikut aku ke rumah secara baik baik deh. Tenang aja, rumah ku besar dan indah kok, nanti aku akan menyambut mu dengan baik dan memberikan mu teh melati untuk salam pembuka, mau ya?, aku udah ngomong panjang lebar kayak gini masak kamu masih nggak mau sih bos, rugi loh nanti kalau nggak mau, " ucap Manami sambil terus menyerang secara membabi buta ke segala pnjuru si hitam.


"Jangan bercanda!, kau pasti hanya akan menyiksa ku seperti mereka kan?, " ucap si hitam.


"Aduh aku ini hanya ingin bicara beberapa hal dengan mu. Tapi kalau kau ingin melihat seperti apa aku membuat mereka lenyap di telan bumi maka lihatlah sendiri, sebentar lagi akan datang kok hujannya, " ucap Manami membuat si hitam sedikit lengah karena bingung dan Manami pun mengambil kesempatan itu dengan mengunci kepala di hitam sedangkan Shiro melumpuhkan kaki dan tangan nya.


"Sial aku lengah, apa yang kau maksud dengan hujan?dan apa yang kau maksud dengan lenyap di telan bumi?, bukankah ini siang yang cerah dan tidak ada awan mendung?, " bingung si hitam.


"Aku akan menghitung mundur dari lima dan perhatikan lah teman teman mu yang ada di sana. Akan ada kembang api yang menarik di sana, " ucap Manami.


"Apa maksud mu?, " bingung si hitam.


"Is tinggal lihat aja susah bener sih. Cepat lihatlah aku akan mulai menghitung mundur, " ucap Manami sambil menghadapkan muka si hitam ke teman temannya yang sudah berlari ke sana ke mari kesakitan seperti orang gila.


"Five, four, three, two, one, " ucap Manami menghitung mundur lalu tiba tiba ke enam orang tadi berhenti berlari dan berdiri tegak tanpa bergerak sedikit pun.


"Sebenarnya apa yang coba kaulakukan?, " tanya si hitam bingung sekaligus takut kalau nyawanya akan berakhir di sini.


"Jangan melihat aku dan lihatlah teman teman mu, " ucap Manami.