Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 115



Pangeran Raiden berjalan sempoyongan lalu terjatuh di pelukan Manami karena tak kuat lagi untuk berjalan, namun dirinya masih memiliki kesadaran sepenuhnya.


Tentu saja Manami yang dari tadi sibuk dengan lamumannya sangat kaget karena tiba tiba tubuh seseorang jatuh di atasnya, tetapi setelah melihat siapa yang jatuh di atasnya rasa kaget itu berubah menjadi rasa gugup yang teramat membuatnya takut setakut author ketika mau di suntik ๐Ÿ˜Œ.


"Maaf, aku tak bisa berjalan karena terlalu banyak minum tadi, " suara lirih itu keluar dari bibir pangeran Raiden membuat Manami lagi lagi harus keluar dari pikirannya yang begitu gugup itu.


"Kalau begitu lebih baik kau istirahat saja malam ini, kau tampak kelelahan naiklah ke ranjang dan tidur lah, " suruh Manami tapi di balas gelengan kepala dari pangeran Raiden.


"Kau saja yang tidur di ranjang aku akan tidur di kursi saja agar orang orang tidak curiga kalau aku tidak tidur dengan dirimu, " ujar pangeran Raiden. Memang benar di kamar mereka saat ini ada sebuah meja lengkap dengan dua kursi di mana di atas mejanya terdapat beberapa camilan dan arak yang di siapkan para pelayan untuk Manami agar tidak bosan saat menunggu kedatangan sang mempelai peria.


Manami yang mengerti apa yang di katakan oleh suaminya itu pun mengerutkan dahinya bingung.


"Kenapa?, jika memang kau tidak ingin melakukannya kau kan tetap masih bisa tidur dengan ku di ranjang?, juga ingatlah kondisi mu saat ini kau sudah tak kuat lagi kan? Hmmm?, "tanya Manami sedikit lembut sambil mendudukkan pangeran Raiden di sampingnya.


"Hahhh, aku takut akan lepas kendali jika tidur dengan mu dan aku takut melakukan hal yang tidak kau sukai ketika tidur. Walau bagaimana pun kau suka dengan seseorang dan aku belum mengetahui siapa dirinya jadi aku tak ingin melakukan hal yang tidak senonoh kepada mu"


"Cukup kau ada di aampingku terus menerus saja aku akan merasa sangat senang walau aku mengharapkan lebih, " ujar pangeran Raiden menyandarkan kepalanya di bahu Manami.


"Jadi dia menahan nafsu birahinya karena belum tau siapa yang aku suka dan takut kalau aku akan di benci orang yang ku suka jika melakukan 'itu'?, hah dasar laki laki ga peka pake banget yang aku suka itu kamu jadi kau tak perlu khawatir walau aku juga masih takut untuk melakukan 'itu', " batin Manami kaget setelah menerima jawaban dari suaminya.


"Sutttttt sekarang diamlah dan tidurlah hari sudah malam aku pun sudah mengantuk lebih baik kita tidur saja jangan banyak bicara. Kalau bicara terus bisa bisa sampai pagi pun kita tidak tidur, " ucap Manami menidurkan pangeran Raiden di ranjang kemudian menyelimutinya di susul dirinya yang tidur di samping pangeran Raiden.


Manami menarik selimutnya agar menutupi badannya kemudian memeluk pangeran Raiden dari depan dan setelah itu terjun ke dunia mimpi tanpa melihat ke arah pangeran Raiden yang kaget.


"Suttttt jangan bergerak dan segeralah tidur, selamat malam" ujar Manami sebelum benar benar masuk ke dunia mimpinya dikarenakan merasakan pergerakan dari pangeran Raiden yang mencoba melepas pelukannya takut mengamuk di luar kendali.


Membalas pelukan Manami adalah hal yang di lakukan pangeran Raiden setelah mendengar ucapan Manami tadi.


"Selamat malam, " ucap pangeran Raiden mengecup singkat pucuk kepala Manami lalu mempererat pelukannya.


Tidak menyianyiakan kesempatannya, Manami yang sudah tertidur nyenyak pun mencari kenyamanan dan kehangatan dengan menempelkan kepalanya ke dada bidang pangeran Raiden dan pangeran Raiden pun tak mempermasalahkannya dan malah ikut tertidur dengan acara masih memeluk erat Manami.


Dan begitulah malam pertama mereka lalui dengan tidur nyenyak sambil memeluk satu sama lain mencari kehangatan.


{[ di waktu yang sama di tempat yang berbeda ]}


"Wih si Rin sebentar lagi udah ga suci nih dia udah ada yang punya. Kira kira gimana ya rasanya jadi penasaran aku?," ujar Yuki sambil tertawa cekikian di atas tempat tidurnya.


"Heleh lu tuh di sini ga ada cewek selain elu terus aku ini laki laki sejati, masak nanya kok sama aku nanya ya sama yang pernah udah gituan dong, " ucap Shiro tak habis pikir.


"Eh enak bae nyuruh nyuruh orang cari pacar terus nikah, ngatain jones lagi. Liat diri sendiri dong bro lu sendiri kan juga jones masih aja ngatain gue, " ucap Yuki tak mau kalah.


"Kalo gue mah sengaja jadi jones padahal di luar sana banyak rubah betina yang selalu mengejar ngejar aku karena mereka ga selevel dengan ku, " ucap Shiro dengan nada angkuh dan sombongnya๐Ÿ˜‘.


"Hilih bilang aja kalo ga punya jangan cari alesan. Ngomong ngomong maksud lu itu rubah si cewek cewek jala*g itu ato rubah binatang?, rempong amat lu harus jenis rubah jadinya bingung gue kan secara rubah sering di gunakan sebagai nama panggilan untuk para wanita jala*g๐Ÿ™," tanya Yuki.


"Hadeuh terlalu jauh neng lu mikirnya maksud akuh tu ya mestinya tubah binatang lah bukan wanita wanita menjijikkan kayak mereka, yang bener aja gue suka ama yang begituan, " ujar Shiro tak terima atas pendapat Yuki.


"Woi sualow dong bang jangan ngegas kan ga bawa motor, " ucap Yuki.


"Biarin, tapi sepertinya mereka berdua tidak akan melakukan hal 'itu' deh malam ini," ucap Shiro berpendapat.


"Kenapa kau bisa bilang begitu?, " tanya Yuki.


"Karena pangeran Raiden masih belum peka kalau orang yang di cintai tuan adalah dirinya, "


"Menurut pengamatan ku tentang sifat pangeran Raiden, dia pasti akan berusaha menjaga keperawanan tuan agar orang yang di cintai tuan tidak membencinya karena sudah kehilangan keperawanan padahal yang di maksud kan dirinya sendiri, " jelas Shiro panjang kali lebar samadengan luas.


"Ooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo bisa jadi sih kan pangeran Raiden ga peka pake banget, heran aku pangeran gunung es punya penyakit ga peka kenapa di pelihara sih ga guna amat, " ucap Yuki menanggapi.


"Panjang banget 'o' lu Yuk mau di jadiin rel kreta api ya?, " tanya Shiro.


"Ga tuh, " jawab Yuki.


"Lha terus mau di apain tuh 'o' panjang banget kek rel kereta api ?," tanya Shiro lagi.


"Buat bikin miniatur rel kereta api, " ujar Yuki.


"Dah ah tidor udah ngantuk gue, " ucap Yuki lagi lalu tidur meninggalkan Shiro yang sudah kesal di buat Yuki.


...........................................................


Oke segini dulu ya guys dah malem nih author mau tidor dulu dah ngantuk, mau ngebo kek Yuki gw ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.


papay ๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹