Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 57



"Udah nggak usah formal formal gitu kalik, dia juga udah tau kan, ya udah yuk berangkat tapi ganti baju yang ssderhana dikit yuk, nanti kita ke sana nya teleport aja males jalan, " ucap Manami.


"Baiklah, " ucap mereka berdua.


Mereka pun kembali ke kamar masing masing dan beberapa saat kemudian mereka kembali berkumpul di depan gerbang dengan pakaian sederhana dan jangan lupa cadar agar tidak ada yang mengenali mereka.


"Udah kan ayok, " ajak Manami.


"Kita mau ke mana sih, " tanya Shiro.


"Kan tadi udah di bilang mau ke taman, lu nggak punya telinga apa, " ucap Manami sebel.


"Hehehehe, maafkan aku tuan. Maklum telinga ku belum ku bersihin, " ucap Shiro cengengesan.


"Iyuh, jorok banget sih, nanti habis ini kau harus bersihkan telinga mu itu, " ucap Manami.


"Ya salah sendiri tuan menyuruh ku tinggal di sana selama satu minggu dan tidak membersihkan telinga ku, " ucap Shiro.


"Ih manja harus aku yang bersihin, kenapa nggak Yuki aja noh, " ucap Manami.


"Ya udah deh siapa pun boleh asalkan enak dan lembut kayak tuan bersihinnya," ucap Shiro pasrah.


"Oi, kita jadi pergi apa enggak sih kok kalian malah pada ngobrol nggak malah jalan, " ucap Yuki.


"Hehehehe, maaf kalau gitu ayo kita pergi, " ucap Manami lalu berteleport yang kemudian di susul oleh Shiro, Yuki dan pangeran Raiden.


"Tak ku sangka dia bisa menggunakan jurus teleport, sepertinya dia berada di tingkatan yang sama dengan ku dalam hal kultivasi, aku yakin itu karena dia pernah bisa merasakan keberadaan ku saat itu, istri ku memang hebat, Tapi sekarang yang lebih penting adalah siapa laki laki yang dia cintai itu?, aku bahkan tidak pernah melihat dia bertemu laki laki lain selain keluarga ku dan para pelayan, " batin pangeran Raiden.


Beberapa saat setelah kepergian mereka.


"Hoh, sepertinya mereka akan pergi ke taman kerajaan Anshin. Ayo kita ikuti mereka dari jauh dan ambil kesempatan saat putri Manami sedang sendirian untuk menculiknya, " ucap seseorang berbaju hitam yang kemarin, kita panggil aja si hitam.


"Bos dia sepertinya kuat, apa kita tidak akan celaka jika berurusan dengannya. Aku memuliki firasat buruk yang tiba tiba saja datang saat melihat wanita itu, " ucap orang berbaju hitam lain yang bisa di tebak adalah bawahan si hitam.


"Jangan takut mungkin itu hanya perasaan mu saja, dia adalah seorang sampah mana bisa mencelakai kita, " ujar teman nya.


"Apa kau tidak lihat tadi, dia bisa menggunakan ilmu teleport yang artinya dia adalah orang yang berkultivasi, " ucap orang itu lagi.


"Mungkin saja itu adalah ulah pangeran Raiden yang terkenal jenius itu, " ucap teman yang ada di sampingnya.


"Berhenti bicara dan ayo ikuti mereka!. Yang mulia kaisar menyuruh kita untuk menculiknya dan membunuhnya jika perlu, kita dulu gagal tak apa tapi tidak boleh untuk sekarang.Ayo pergi!, " perintah si hitam lalu pergi menggunakan ilmu teleport bersama dengan keenam orang lainnya ke taman kerajaan Anshin.


Di sisi lain keadaan Manami, Shiro, Yuki dan pangeran Raiden.


"Hmmmm, indah juga nih taman tapi masih kalah sama tamannya ibu yang ada di dunia ku sulu dan kesejukan nya kalah banget dengan yang ada di hutan tanpa nyawa, " gumam Manami berpendapat.


"Tuan, kenapa kau meninggalkan ku. Aku kan mau bertengger di pundak tuan, " ucap Shiro yang baru datang lalu melompat naik ke pundak kanan Manami.


"Biarin lu jorok jadi ku tinggal. Lagian nih kau kan rubah bukan burung, kenapa sukanya malah bertengger di pundak ku?, atau jangan jangan kau adalah makhluk blasteran antara rubah dan burung ya, kau kan bisa terbang. Nah terus lu lahirnya dari apa?, bayi atau telur?, atau kau adalah hewan yang lahir secara ovovivipar?," ucap Manami nggak jelas.


"Kata siapa kalau kau tidak punya keluarga?, kamu punya kok, " ucap Manami.


"Perasaan aku tidak punya keluarga, memang siapa tuan?, " tanya Shiro.


"Aku. Kau kan punya aku Aka ,Wolf ,Ryu ,Fuki, dan tora sebagai teman dan keluarga, " ucap Manami sambil mengelus kepala Shiro.


"Terimakasih tuan, " ucap Shiro.


"Sayang sebaiknya kau harus berhenti bicara dan mulai berjalan jika tidak ingin di tinggal oleh Yuki, " ucap pangeran Raiden yang ada di samping Manami sambil menunjuk Yuki yang sedang asik ke sana kemari membeli makanan yang di jual oleh pedagang yang berjualan di taman besar itu.


"Ya kau benar, padahal aku yang ingin datang ke sini tetapi yang paling semangat malah dia, terlihat seperti anak kecil saja, " ucap Manami.


"Udah ah, ayo kita bersenang senang di sini sampai sore, " ucap Manami sambil menarik tangan angan pangeran Raiden dan menariknya ke arah Yuki berada.


"Lah jika kita di sini mau sampai sore, lalu bagaimana dengan makan siang kita?," tanya pangeran Raiden.


"Itu masalah gampang, kita bisa makan siang di sini nanti. Woi Yuki tungguin dong, " ucap Manami sambil terus mengejar Yuki.


"Hahahaha, kalian pasangan serasi cepetan dong jalannya. Karena kalian belum pj pj ke aku dulu, sekarang kalian harus pj pj ya, harus sepuasnya, " ucap Yuki.


"Kau sudah lupa ya siapa tuan dan siapa bawahan. Enak aja suruh aku pj pj ke kamu, " ucap Manami sinis.


"Ilih tuh kan ngancem nya gitu, kalau nggak mau ya udah, toh kau juga masih menberi ku banyak uang dari hasil penjualan di rumah makan, " ucap Yuki tak mau kalah.


"Pj pj itu apa?, " tanya pangeran Raiden.


"Hah, oh pangeran ku yang orang pedalaman. Masak pj pj aja nggak tau. Pj pj itu singkatan dari pajak jadian, " ucap Manami.


"Oh, ya udah yuk kita lanjut aja. Mau apa kita sekarang?," tanya pangeran Raiden.


"Tentu saja kita keliling keliling dulu,taman ini sangat luas bisa sekalian olah raga nih, " ucap Manami.


"Sekalian selfi selfi yuk, lumayan pemandangannya indah banget nih, " ucap Yuki.


"Nggak, aku nggak suka selfi selfi, kau aja sono yang selfi selfi. Dasar anak jaman now," ucap Manami.


"Ye biarin dong, kan suka suka aku. Udah ah, ayo kita pergi, malah ngomong mulu kita, " ajak Yuki.


"Kan lu yang mulai, " ucap Manami mendahului Yuki bersama dengan pangeran Raiden.


"Huh, sabar Yuki. Bagaimana pun juga dia adalah tuan mu jadi kau harus mengalah kepadanya, " ucap Yuki meredakan emosi nya.


"Woi pasangan sendok and garpu, tungguin dong, " ucap Yuki berlari menyusul mereka bertiga.


"Pufttt, pasangan sendok and garpu, kok ya manggilnya gitu sih, " gumam Shiro.


Saat mereka berempat asik asik mengobrol, bertengkar karena hal sepele dan menengok kanan dan kiri sambil berjalan menikmati indahnya taman yang sangat luas penuh dengan berbagai macam bunga, ada juga binatang yang berkeliaran di atas rumput hijau dan bertengger di ranting tanting pepohonan seperti kelunci, merak, berbagai macam burung, kucing, angsa di tengah kolam buatan, burung merpati putih, rusa, hamster dan lain lain, si hitam dan keenam temannya sudah sampai di taman dan sedang mengintai mereka dari kejauhan.