
" Begini, ayah dan juga para ibunda ku meminta ku untuk membawa mu menemui mereka. Mereka sangat ingin bertemu dengan mu, jadi sekarang kita harus pergi, " ucap pangeran Raiden sambil menggendong Manami lalu ia bawa pergi menggunakan ilmu peringan tubuh.
Melihat junjungannya di bawa pergi, dengan segera Yuki pun mengejar mereka dengan menggunakan ilmu peringan tubuh juga meninggalkan anggota keluarga kerajaan Kofuku lain yang masih melongo tak percaya jika pelayan Manami bisa menggunakan ilmu peringan tubuh.
"Kenapa kau maen gendong gendong aja sih?, aku mau jalan sendiri. Lagi pula bahkan aku belum istirahat walau hanya lima menit saja, bahkan aku belum mandi dan mengganti baju ku, apa kau tidak takut kalau aku bau, huh, " bohong Manami. Sebenarnya dia sudah mandi tadi sebelum berangkat ke istana 😂.
"Hmmmm, kau akan tetap cantik walau memakai pakaian yang sederhana dan kau akan tetap wangi walau belum mandi, karena kau adalah gadis kecil ku, " ucap pangeran Raiden sambil mencium kening Manami lembut.
"Hei, apa hubunganya itu dengan menjadi gadis kecil mu?!, " teriak Manami marah.
"Tentu saja ada, kau adalah satu satunya wanita yang mendapat kehormatan untuk menemani ku yang hebat ini seumur hidup," sombong pangeran Raiden.
"Heleh, jika aku bisa memilih, aku lebih memilih untuk tidak menikah dengan mu dari pada harus terus bersama mu, " ucap Manami dengan nada tegas.
"Hmmm, jangan begitu dong sayang, tapi aku sedikit terkejut karena pelayan mu bisa mengikuti ku, " ucap pangeran Raiden sambil melirik ke arah Yuki yang berada di belakang mereka.
"Hahaha, siapa dulu Yuki gitu loh, " bangga Manami.
"Hmmm, kau terlalu bangga sayang, " ucap pangeran Raiden lembut.
"Hah?, kau tadi memanggil ku apa?, apa aku tak salah dengar?, bisakah kau mengulanginya lagi agar aku bisa memastikannya?, " tanya Manami kepada pangeran Raiden yang sangat terkejut sekaligus bingung.
"Hmmmmm, aku memanggil mu sayang, apakah ada yang salah dari itu sayang?, " tanya pangeran Raiden polos.
Manami yang mendengar perkataan pangeran Raiden merasa ingin muntah karena panggilan yang menurutnya sangat menggelikan itu.
Sambil menutupi mulutnya dengan kedua tangan mencegah agar dia tidak muntah, Manami berkata, " itu sangat bermasalah!, aku tak masalah jika kau memanggilku gadis kecil tapi panggilan sayang ini membuat ku tidak tahan, "ucapnya.
"Tidak tahan kenapa?, bukankah bagus jika aku memanggil mu sayang?, " tanya polos pangeran Raiden.
"Dari mananya yang bagus sih, " kesal Manami.
"Hei sayang jangan ngambek dong, lihatlah kita sudah sampai, " ucap pangeran Raiden yang berhenti di depan gerbang istana kerajaan Anshin.
"Kau benar, kalau begitu turunkan aku, aku bisa jalan sendiri, " perintah Manami tetapi tidak di pedulikan oleh pangeran Raiden. la dengan segera masuk ke dalam istana bersama Yuki yang ada di belakangnya sesaat setelah penjaga gerbang membukakan gerbang besar itu.
"Sepertinya pangeran Raiden sangat mencintai putri Manami, " batin para penjaga gerbang yang melihat pangeran Raiden menggendong Manami.
"Aku berasa jadi nyamuk dari tadi, " batin Yuki.
Pangeran Raiden yang mendengar bahwa calon istrinya akan marah jika tidak di turunkan pun dengan segera menurunkannya pelan pelan.
"Baiklah baiklah, sekarang aku udah turunin kamu kan, jadi jangan marah lagi yah, " ucap pangeran Raiden memelas.
"Baiklah, untuk kali ini aku akan memaafkan mu tapi tidak dengan lain kali, " ucap Manami sambil mencubit ujung hidung pangeran Raiden yang mancung nan tajam itu.
Saat mereka berdua sibuk berbicara satu sama lain sambil terus berjalan menuju ke arah aula di mana semua anggota keluarga kerajaan berada, tiba tiba ada suara seorang gadis yang menghampiri mereka.
"Kakak dan kakak ipar, kenapa kalian lama sekali. Semua orang sudah menunggu kalian dari tadi di aula, " ucap gadis itu.
"Shiera kakak mu ini sudah berusaha untuk secepatnya sampai di sini tetapi kakak ipar mu ini selalu memberontak di tengah jalan jadi kami datangnya agak terlambat, " sindir pangeran Raiden.
"Berani kau menyindir ku?, apa kau ingin aku diamkan selamanya hah?, " ucap Manami menyeringai.
"Tidak, tidak, aku tidak mau. Aku mengaku salah, tolong jangan diam kan aku, "ucap pangeran Raiden memohon.
"Huh, di mana sikap dingin dan angkuh mu yang di bilang semua orang?, kau malah terlihat seperti anjing yang selalu menuruti majikannya dan takut majikannya marah ketika membuat masalah, " ucap Manami dengan nada malas.
"Sikap itu akan hilang dari diriku karena ada kau sayang, " ucap pangeran Raiden penuh kasih sayang.
"Hei, hei, hei, kalian berdua nanti lagi saja ya romantis romantisannya, sekarang kita harus segera pergi ke aula. Oh iya aku baru sadar, kakak ipar kenapa paras mu menjadi tambah cantik?, dari yang kemarin seperti seorang dewi sekarang malah melebihi seorang dewi, " ucap gadis itu penasaran yang tidak lain adalah putri Shiera adik kandung pangeran Raiden.
"Hehehe, aku gitu loh, " sombong Manami.
"Kan dia adalah istri kesayangan ku, " sombong pangeran Raiden.
"Kenapa kalian semua malah jadi sombong kayak gitu gara gara di piji?, aku sungguh telah menyesal telah memiji mu kakak ipar. Haih, lebih baik kita masuk ke aula saja dulu sebelum mereka semua marah karena menantu mereka tidak datang datang, " ucap putri Shiera sambil menggandeng tangan Manami dan berjalan ke arah aula dengan cepat.
"Memangnya apa yang terjadi?, " bingung pangeran Raiden yang mengikuti di belakang kedua wanita itu.
"Apa lagi kalau bukan ingin segera bertemu dengan menantu mereka yang sangat di damba dambakan, " ucap putri Shiera sambil terus berjalan.
"Menantu yang di damba dambakan?, " batin Manami bingung.
"Apa ini?, aku seperti orang yang terlupakan, aku lebih suka saat Rin berada di istana mawar merah dari pada seperti ini. la seperti di rebut dari diri ku, " gumam Yuki kesal lalu mengikuti mereka dari belakang.
"Bagaimana kakak yang sangat dingin dan bengis itu bisa tunduk seperti anjing setia kepada kakak ipar?, ini sangat mengejutkan, " batin putri Shiera.