
"Sabar Raiden tahan lah hasrat mu dulu. Dia itu belum resmi menjadi istri mu dan dia juga memiliki seorang pria yang di cintainya. Jika kau melakukannya maka dia pasti akan di benci oleh orang yang ia sukai dan dia juga akan menjadi marah dan benci kepada mu, " ucap pangeran Raiden.
Dan begitulah pangeran Raiden menahan hasrat birahinya sampai pagi karena Manami yang menggeliat ke sana kemari membuat kulit halus nan lembutnya bergesekan dengan pangeran Raiden.
Pagi harinya.🌄
"Hoammm, ngantuk banget aku. Masih pagi kan ini?, bobok cantik lagi aja deh. Eh ini apa ya?, kok anget anget gini sih, " ucap Manami yang sedang mengumpulkan kesadaran nya setelah tidur dan.....
"Et dah buset, maaf ye pangeran nggak sengaja hehehehe. Kamu sih nggak mau balik ke kamar sendiri, padahal kan cuma ada di sebelah sini kamar mu, " ucap Manami cengengesan karena sadar bahwa dari tadi malam yang ia peluk bukan guling tetapi badan pangeran Raiden.
"Tak apa, aku akan meminjamkan tubuh ku untuk mu secara ikhlas karena aku juga merasa nyaman, " ucap pangeran Raiden sambil memeluk erat tubuh Manami.
"Woi lepasin dong dah pagi nih pergi sana aku masih mau tidur. Kita itu belum resmi jadi suami istri kalau di islam sih namanya belum halal nanti kena dosa loh, " ucap Manami memberontak.
"Bukankah tadi malam kamu sendiri yang menyuruh ku untuk tidur bersama mu?, " ucap pangeran Raiden seraya melepas pelukannya.
"Haizzz, apa kau tidak ingat tadi malam kau nggak mau balik ke kamar sendiri dan maunya tetep di sini padahal kamar mu ada di sebelah di tambah tadi malam tuh udaranya dingin banget, " dengus Manami kesal.
"Haj iya deh, aku akan pergi membersihkan diri kau tidur lah lagi jika masih mengantuk. Oh iya setelah kau cukup tidur nanti jangan lupa ceritakan semua yang terjadi kemarin pada ku, " ucap pangeran Raiden menuruni ranjang dan pergi dari kamar Manami.
"Haizzz, berisik!, Hoammm, orang lagi ngantuk juga. Lanjut tidur ah, " ucap Manami sambil menarik ujug selimut dan kembali bobok cantik di atas ranjang empuk nan luasnya.
Beberapa jam kemudian.
Yuki dan Shiro datang ke kamar Manami untuk memvangunkannya karena hari sudah siang dan waktunya untuk makan siang bersama yang lain di ruang makan.
Yuki dan Shiro pertama tama mengetuk pintu kamar Manami beberapa kali namun tidak ada jawaban jadi mereka langsung saja masuk ke dalam.
Shiro dan Yuki di buat geleng geleng kepala saat melihat keadaan Manami yang sedang tidur.
Saat mereka masuk, mereka melihat Manami tengah tidur dengan pose yang astagfirullah halazim menurut author.
Selimut yang sudah jatuh di atas lantai, kepala Manami yang menggantung seperti mau jatuh di pinggir ranjang, Kaki yang setia memeluk guling, kedua tangannya yang sudah menyentuh lantai, rambut yang acak acakan kayak orang gembel, mulut yang terbuka lebar karena mengorok kecil, dan baju yang ke angkat ke atas membuat bagian perutnya terlihat sampai di bawah gunung kembar. Dah kayak bukan perempuan aja gaya tidurnya.
"Kita salah masuk kamar orang ya Ro, masak orang yang tidurnya kek gitu tuh majikan gue, junjungan gue, yang ada gue jadi gesrek kalau deket ama dia lama lama, " ucap Yuki.
"Sumpah bukan tuan gue, siapa sih ni orang?,bab1 ngepet tersesat kah?, gile bener majikan lu Ki" ucap Shiro.
"Wizzz, dia kan majikan lu juga, jahat bener lu jadi peliharaan.Mubazir tuh imut nya, mending kasih ke aku aja, " ucap Yuki.
"Nusuk banget kata kata lu Ro, mending udah in dulu yuk, kita harus segera ngebangunin kebo gemuk ini, " ucap Yuki.
"Woke, kita gumana in nih biar bangun, " tanya Shiro meminta pendapat.
"Muehehehehe, serahin aja ama gue. Gue kan Orangny pinter banyak ide, " ucap sombong Yuki sambil menyeringai licik.
"Idih, et dah sombong bener jadi orang, " sinis Shiro.
"Biarin dong suka suka gue. Jadi nggak nih bangunin kebo nya, " ucap Yuki.
"Iya isss, bangunin aja sono, " ucap Shiro.
Yuki mendekati Manami dan lalu menyuruh Manami bangun dengan berteriak teriak tapi tak ada hasil, Manami malah merasa suaranya itu kayak kemacetan lalulintas Jakarta yang nggak di hiraukan oleh nya sedikit pun.
"Mbak cuantek bangun mbak, dah siang mau makan nggak nih. Woi putri Manami yang cuantek jelita bangun saur dulu, dah telat nih. Saur saur!," teriak Yuki tapi nggak di hiraukan oleh Manami.
"Nasib punya majikan yang namanya Manami tuh ya gini. Susah banget sih di banguninnya, " dengus Yuki.
"Bisa nggak tuh, cemen lu Ki, " ejek Shiro.
"Jangan ngejek orang lu. Tunggu bentar ngapa, nih kebo curut susah banget di bangunin dah kayak mayat aja, " ucap Yuki kesal.
Karena sangat kesal Yuki pun mengisi mulut Manami dengan air putih dan lalu menutup lubang hidung milik Manami membuat sang empu kaget dan terbangun dari mimpi indahnya.
"Uhuk.... uhuk.... uhuk.... Woi lu ngapain sih Yuki?!, mau gue mati kali yak. Tadi kalau aku keselek air putihnya dan isdeat gimana, mau tanggung jawab lu, " ucap Manami marah.
"Ye maap kalik. Elu sih tidur kayak kebo curut nggak bangun bangun padahal dah di teriak in, " ucap Yuki mengerucutkan bibirnya.
"Enak aja di bilang kebo curut, gue itu manusia bukan kebo. Ini kan juga gara gara tadi malam kurang tidurjadinya kelewatan banget tidurnya. Oh iya emang kebo curut itu ada ya?, keknya aku nggak pernah liat dan nggak pernah tau deh, " ucap Manami.
"Mikirnya terlalu dalam mbak. Mending lu mandi sono terus ke ruang makan. Dah siang nih dah waktunya makan siang. Lu nggak mungkin kan tidur selamanya, " ucap Yuki nada malas.
"Apa!?, What?!, Nani?!, udah jam makan siang!?,yang bener lu Yuk, masak gue tidur lama bener sih. Untung nggak jadi putri tidur yang jarus tidur selama seratus tahun kayak di dongeng entu. Udah ah mending mandi dulu, ku pergi dulu ya guys jangan di tinggal dan jangan kangen!, " ucap Manami sambil lari terbirit birit ke arah kamar mandi.
"Kok jadi jyjyik ya aku. Nggak bakalan dah aku kangen sama orang kek gitu apa lagi cuma pamit ke kamar mandi, " ucap Yuki.
"Ntar di tinggal pergi beneran nangis lu, apa lagi di tinggal mati ama dia, " ucap sinis Shiro.