
"Eh, enggak kok, aku nggak sengaja keceplosan tadi. Daaa aku mau mandi dulu ya , " ucap Manami yang kemudian lari terbirit birit menuju kamar mandi.
"Hmmm, sangat menggemaskan, "ucap pangeran Raiden.
Beberapa menit sudah berlalu kini Manami pun sudah selesai mandi.
la berjalan menuju kamarnya sambil terus berpikir di otak kecilnya.
"Hmmmm, setelah mendapat banyak masalah tentang pertunangan sepertinya aku malah menyadari sesuatu. Aku merasa malah jadi orang yang jual mahal sama si pangeran Raiden, tapi kan aku pengen tetep bebas. Aih, mungkin aku harus menerima kenyataan yang ada saja. Tapi dia juga harus tau tentang identitas ku yang sebenarnya, karena kan mungkin yang dia sukai tuh si putri mahkota bukan aku. Bagaimana pun juga aku harus sadar akan identitas ku sendiri, " pikir Manami yang terus berjalan hingga sampai di kamarnya, kemudian mengambil kipas kesayangannya lalu pergi ke ruang tamu tempat keluarganya berada dan meninggalkan pangeran Raiden yang masih duduk di tepi ranjang miliknya.
"Apa yang di pikirkan gadis kecil ku hingga meninggalkan ku seperti ini?, "gumam pangeran Raiden yang kemudian pergi menyusul Manami.
Skippp~
Manami terus berpikir di sepanjang perjalanan hingga tidak menyadari akan keberadaan pangeran Raiden yang ada di sampingnya hingga akhirnya sampai di ruang tamu.
Dia duduk di kursi yang berhadapan dengan tempat duduk keluarganya, lalu memakan camilan yang ada di atas meja sambil terus berpikir.
Melihat tingkah laku anaknya yang aneh, kaisar Dai pun bertanya kepada pangeran Raiden.
"Pangeran kedua, apa yang terjadi dengan putri ku?, " tanya kaisar Dai.
"Saya juga tidak tau kaisar Dai, setelah selesai mandi dia selalu seperti itu. Mungkin dia sedang memikirkan sesuatu, " jawab Raiden.
"Benarkah itu pangeran?, tapi apa yang sedang ia pikirkan ya?, " bingung kaisar Dai.
"Saya juga tidak tau akan hal itu kaisar, " ucap pangeran Raiden.
Sementara mereka semua pada mengobrol Manami terus bergulat dengan pendapatnya hingga akhirnya ia mendapat sebuah keputusan.
"Baiklah, seperti itu saja ah, "ucap Manami tiba tiba membuat semua orang yang ada di tempat itu kaget.
"Gadis kecil ku, ada apa dengan mu sebenarnya?, dari tadi kau selalu terdiam, "ucap pangeran Raiden yang di dukung oleh yang lain.
"Aku sudah membuat sebuah keputusan, " ucap Manami tegas.
"Keputusan apa itu nak?, "tanya selir Fukiko.
"Aku tidak mau jual mahal pada pangeran Raiden jadi aku akan menerima pertunangan itu, tapi aku harus memberitahukan sesuatu kepadamu, " ucap Manami yang sangat serius kepada pangeran Raiden yang duduk di sebelahnya.
"Apa itu?, " tanya penasaran Raiden.
"Apa maksudmu?, " bingung pangeran Raiden.
"Aku sedang lapar, lebih baik kau tanya saja pada ayah, "ucap Manami sambil terus memakan kue yang ada di atas meja.
"Aih, saya tidak tau anda akan percaya atau tidak. Tapi putri mahkota kami yang dulu sudah mati karena jaruh pingsan, " ucap kaisar Dai.
"Apa maksud anda kaisar Dai?, " bingung pangeran Raiden.
"Begini, putri saya yang dulu itu telah tiada, dan kini tubuhnya di tempati oleh orang lain yang kemudian saya anggap anak saya sendiri. Saya sempat tidak mempercayainya tetapi karena merasa putri saya sedang jujur saya pun hanya bisa menerima kenyataan yang ada, "jelas kaisar Dai.
"Tapi jangan anggap aku pakek ilmu hitam loh, aku aja nggak tau ilmu hitam tuh gimana, jadi mana bisa aku pakek ilmu hitam, "tambah Manami.
Pangeran Raiden yang mendengarkannya di buat sangat terkejut.
"Kau memang bukanlah orang biasa, gadis kecil ku, "batin pangeran Raiden.
"ltu bukan masalah, aku tetap ingin menjadikan dia sebagai permaisuri ku, karena aku menginginkanya bukan dari luarnya tapi dari dalamnya. Aku sangat suka dengan sikapnya yang seperti anak kecil itu, jadi aku akan menerima kenyataan ini dengan lapang dada, "ucap pangeran Raiden sambil tersenyum.
Manami menutup matanya sebentar lalu berdiri dari duduknya.
"Baiklah, kau sudah mengetahuinya jadi aku sudah merasa tenang, tapi aku punya sebuah permintaan, "ucap Manami.
"Apa itu?," tanya pangeran Raiden, kaisar Dai, permaisuri Ayumi, selir Fukiko, pangeran Kazuki dan putri Akane.
_____________________________________________
Halo, makasih ya udah baca karya ku yang abal abal ini.
Aku juga minta maaf kalo cerita ini tidak memuaskan kalian.
Aku mau bilang, mungkin kedepannya aku nggak bisa sering sering up lagi.
Soalnya aku harus mengerjakan tugas tugas yang di berikan guru saat belajar di rumah.
Tapi tenang aja, aku usahain untuk up sesering mungkin kok.
Sampai jumpa di episode selanjutnya ya
Bye bye~~ππ