
"Apa!!, seorang Rauden yang dingin ternyata bisa menggoda wanita?! " teriak kaisar Jun, pangeran Atsushi, pangeran Hikaru, permaisuri dan selir Shu.
"Astaga kenapa kalian teriak teriak, apa kalian nggak jadi makan siang?, kasihan tu makanannya di kacangi ama kita, " ucap selir Minami.
"Ibunda selir Minami benar, kasihan juga kakak Daiki dan kakak Mika dari tadi di kacangin terus, " timpal Manami santai sambil meminum segelas teh dengan gaya yang sangat anggun.
"Hahahaha, maaf maaf kan kami, kami sangat kaget saat tau anak yang sangat dingin itu bisa menggoda seorang wanita dan lebih parah nya lagi sepertinya dia di tolak mentah mentah, hihihihihi, " sindir kaisar Jun.
"Ayah, apa kau sedang menyindir ku?, " ucap pangeran Raiden melirik tajam ke arah kaisar Jun.
"Hahahahaha, mana aku berani menyidir anak yang dinginnya melebihi es seperti kau, mungkin itu hanya perasaan mu saja, lebih baik kita segera makan aja yuk, " ucap gugup kaisar Jun berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Ayah mu benar, jangan banyak bicara dan cepat makan sebelum dingin, " ucap selir Minami.
"Ayah telah menyindir ku, walau dia adalah ayah ku tapi dia akan mendapatkan bapasan yang setimpal, " ucap pangeran Raiden.
"Kalian bisa berhenti bicara tidak sih, lihatlah orang di samping mu itu, istri mu saja sudah mulai makan kenapa kau malah asik bicara, kau tidak mau makan, " ucap permaisuri sambil menunjuk ke arah Manami yang sedang asik makan dengan anggunnya.
"Dia itu setiap buka suara, kata katanya pasti nggak enak di dengar. Lagi liat mukanya aja udah eneg apa lagi kalau denger suaranya terus menerus. Dan lagian nih ya, aku belum resmi menikah dengannya ibu, kenapa kau menyebut ku istrinya?, " ucap Manami menghentikan makannya sejenak lalu kembali makan bersama yang lainnya.
"Hmmmm, kau memang belum resmi menjadi istriku, tapi suatu saat kau akan menjadi istri ku satu satunya, memang kenapa jika ibunda memanggil mu seperti itu, " ucap pangeran Raiden dengan nada menggoda.
"Diam lah dan makan, bisakah kau tidak mengatakan hal yang bikin eneg itu ketika makan?, bisa bisa kau membuat nafsu makan ku hilang seketika, " ucap malas Manami.
"Hah, baiklah aku nurut, " ucap pangeran Raiden pasrah lalu ikut makan.
"Puftttt, dia di tolak mentah mentah, padahal biasanya perempuan yang menggoda nya tapi sekarang malah dia yang menggoda seorang perempuan. Di tolak mentah mentah pulak, kasihan sekali ya punya calon istri kayak gitu, " batin kaisar Jun, permaisuri, selir Minami, selir Shu, pangeran Atsushi, pangeran Hikaru, putri Rika dan putri Shiera.
"Sial dari tadi aku selalu tidak di anggap ada di sini. Ini semua gara gara jala*g sialan itu, awas saja kau nanti, aku akan membalas mu di waktu yang tepat, " batin putri Mika marah.
"Akan ku tunggu pembalasan mu putri Mika, " batin Manami ketika membaca pikiran putri Mika sambil menyeringai devil.
"Kau bulang kau mencintainya dengan sepenuh hati, lalu kenapa kau terlihat selalu bertengkar dengan nya?, apa kau hanya ingin menghindari ku?, aku tak akan pernah menyerah terhadap mu Manami, jika aku tak bisa mengambil mu darinya dengan cara yang lembut maka akan ku gunakan cara yang kasar," batin pangeran Daiki emosi.
"Kau tidak akan pernah bisa memiliki ku karena aku adalah miliknya. Aku tidak harus berbuat lembut dan penyayang kepadanya untuk membuktikan bahwa aku sangat mencintainya, cukup menganggap dia adalah orang yang sangat istimewa bagi ku dan memperlakukannya istimewa itu sudah cukup karena itu adalah caranya aku mebuktikan besarnya cinta ku padanya, " batin Manami saat membaca pikiran pangeran Daiki.
"Tunggu dulu, apa yang baru saja aku katakan tadi. Aku berkata bahwa aku kencintainya dan memperlakukannya dengan istimewa?, what? tanpa sadar aku berbicara panjang lebar hanya untuk meyakunkan bahwa dia adalah orang yang aku cintai?, apakah setelah sekian lama aku jadi jones sekarang aku menemukan cinta sejati ku?, tapi masak peria aneh itu adalah cinta ku?, sepertinya selera ku sangat aneh, ku akui itu, " batin Manami lagi dengan tampang malas di wajahnya memandang i makanannya.
Mereka semua kembali ke kediaman masing masing dan menjalankan rutinitas mereka seperti biasanya.
"Wah, hoammmm, mau ngapain nih bosen aku, nggak ada ps, tempat karaoke, mobile lengens, nonton tv, nonton drakor, hah bikin males gerak aja nih yang kayak gini, " ucap Manami meletakkan kepalanya di atas meja taman.
"Kalau bosan ya pergi ke luar cari kesibukan end kesenangan. Mau ke pasar, mall, taman kerajaan atau apa kek gitu, kau kan nggak pernah liat keadaan di kerajaan Anshin, atau kau mau kembali ke villa dan berenang bersama para ikan di sungai terserah lu aja, yang penting gue pengen dapat enaknya, " ucap Yuki yang ada di samping Manami.
"Lu kira kita ada di mana ada mall mall segala?, kebanyakan nonton drakor ama FTV ya lo?, sledeng udah tu otak, " ucap Manami nyindir.
"Ya biarin ngapa, aku juga kok yang liat bukan elu. Lagian nih ya, aku itu masih nonton sedikit nggak sebanyak kamu tuh, kalau nyindir yang bener dikit dong," ucap Yuki membela diri.
"Cih, bilang aja kalo lo itu jones jadi hanya bisa memuaskan hasrat sendiri pakek liat drakor drakor genre romantis itu iya kan?, ngaku nggak lu?, " ucap Manami tak mau kalah.
"Cih, ngehina ya ngehina dong jangan keterlaluan gitu. Emang kalo gue jones kenapa?, suatu saat nanti jiga gue bakalan dapet pasangan yang di utus oleh tuhan, " ucap Yuki.
"Iya iya, gud cuma bercanda kalik. Nggak usah teriak teriak apa nggak bisa?, entar banyak orang yang dateng ke sini lagi gara gara suara lu yang di kira suara ayam betina sehabis bertelur, " ucap Manami.
"Woi bisa nggak sih kalo nggak ngehins lagi?, pedes tau nggak sih kuping ku, " ucap Yuki menahan amarah.
"Kalau pedes ya minum lag biar nggak pedes, kok malah protes sama aku, ya protesnya sama cabe dong yang bikin pedes, " ucap Manami santai.
"Ih nyebelin banget sih ni anak, nggemesin banget deh pengen tak cekik aja, " geram Yuki.
"Wah wah wah, sudah benari ya kau Yuki?, mau ku hukum gantung lu?, atau mau ku beri hadiah yang bagus?, " ucap Manami menyeringai devil.
"Hahahahaha, eng.. enggak kok, a... aku cuma bercanda, jangan di anggap serius ya, " ucap Yuki takut.
"Ni orang kalau lagi nggak serius mbloonnya pakek banget, kalau lagi serius juga malah serem banget jadinya. Kasih hadiah orang nggak kesenangan yang di dapat malah rasa takut yang teramat karena siksaan yang ia berikan. Nih orang emang nggak waras, " batin Yuki ketakutan.
"Apa lu bilang tadi Yuki ku sayang?, bisa tolong ulangi lagi biar aku yakin biat kasih kamu hadiah yang sangat bagus, " ucap Manami tersenyum menyeramkan.
"Hahahaha, enggak kok nggak ada apa apa. Aku cu... cuma bercanda tolong jangan marah ya, plissss kali ini aja, " mohon Yuki.
"Aduh lupa gue kalau dia bisa baca pikiran, nyesel banget gue huhuhu, " batin Yuki yang masih bisa di dengar oleh Manami.