
Manami bangkit dari kursinya dan berdiri di hadapan kaisar.
"Yang mulia kaisar yang di katakan putri Mika itu tidak lah benar, tarian saya tak kan mungkin bisa lebih indah dari putri Mika," bohong Manami.
"Oh ayolah kalian berdua terlalu merendah, kalau begitu boleh kah aku melihat tarian mu itu putri Manami?," tanya kaisar.
"Apakah harus kaisar?, " tanya balik Manami.
"Ah, putri Manami yang mulia kaisar sudah menyuruh mu, tapi jika kau tak bisa menari maka akan saya gantikan anda untuk menari di sini, " ucap putri Mika yang sok manis dan baik.
"Tidak perlu putri biar saya lakukan sendiri, tapi saya lebih suka menari sambil menyanyi, apakah boleh yang mulia kaisar?, "tanya Manami.
"Oh, tentu saja boleh, silakan silakan, " jawab kaisar Jun.
"Dasar, di kasih kesempatan agar punya muka di pesta ini malah nggak mau, makan aja hasilnya nanti huh, "batin Manami sebel.
Setelah itu putri Mika pun turun dari panggung dan menyisakan Manami dan para pemain musik di pojok panggung.
Manami memberi kode kepada para pemain alat musik untuk memainkan musik yang tidak terlalu lembut tetapi bertempo sedikit cepat.
Ia menuju ke tengah panggung dengan hanfu putih dan cadarnya yang setia menemani kemudian menutup mata dan menghembuskan nafas panjang untuk bersiap menyambut alunan musik.
"Hmmm, gadis kecil ku aku menantikan tarian mu, " ucap pangeran Raiden yang sedang memperhatikan Manami dari kejauhan.
Manami menutup mata dan musik pun mulai terdengar.
Manami pun mulai meliuk liuk seperti bunga yang tengah di terpa angin ,sungguh indah ia menari ke sana kemari bak kupu kupu yang sedang mencari madu.
Lagu~
🌸 Halus seperti jalur sungai.
Aku dapat mendengar melodi yang halus.
Semilir angin, diwarnai dengan nuansa kenangkan nostalgia.
Kenangan itu membelai pipiku.
🌸Langit yang jauh.
Membangkitkan kenangan yang terlupakan.
Seolah hati ku terbuka lebar.
Air mata ku tumpah.
🌸Musim bunga bunga sakura putih.
Hanya ada dalam mimpi yang jauh.
Kata yang tak terlupakan.
🌸Sendirian tanpa tidur semalaman.
Berjalan di antara hangatnya angin.
Berubah menjadi kenangan sebelum sempat ku lihat.
Sementara aku masih bermain main.
🌸Bulan bersembunyi.
Membuat hari terasa gerah.
Genggam ingatan ini, aku ingin menghapusnya dan lenyap begitu saja.
Air mata ini tak berhenti.
🌸Waktu terukir dengan kejam.
Seperti terikat dengan permainan ini.
Sakura dengan daun yang rimbun.
Tanpa narasi apa pun.
🌸Musim bunga bunga sakura putih.
Hanya ada dalam mimpi yang jauh.
Kata yang tak terlupakan.
( lagu asli Yume to Hazakura )
Lagu selesai ~
"Hmmmm, suara yang indah dan tarian yang indah. Kau membuat ku semakin tertarik gadis kecil ku, " gumam pangeran Raiden.
Suara tepuk tangan dan pujian pujian menyambut Manami yang sudah selesai menyanyi.
"Hahahahaha, ternyata yang di katakan oleh putri Mika benar. Kau sangat pintar menari dan suaramu sangat merdu ketika menyanyi. Tapi sepertinya aku belum pernah mendengar lagu itu, dari mana kamu tau lagu yang indah itu putri Manami?, " tanya kaisar Jun.
"Terimakasih atas pujianya yang mulia kaisar, lagu tersebut saya buat saat berdiam diri di rumah yang mulia, " jawab Manami.
"Apakah itu benar putri Manami?, " ragu kaisar Jun.
"Benar kaisar Jun, " jawab Manami singkat.
"Wah ternyata kau sangat berbakat putri Manami bahkan kau bisa membuat kue yang sangat enak ", puji kaisar Jun.
"Wah apakah rumor itu benar kalau putri Manami bodoh, ternyata dia sangat berbakat, " kata si A.
"lya benar suaranya tadi sangat merdu dan tariannya tadi juga sangat indah, " kata si B.
"lya aku setuju, kalau begitu rumor tentang wajahnya yang jelek itu apakah juga salah?, " kata si C.
"Jika rumor wajahnya yang jelek itu salah, ingin sekali aku menikah dengannya, " kata si D.
"Iya aku juga, " tambah si E.
Putri Mika yang semula yakin akan rencananya akan berhasil kini menahan amarah karena Manami terus menerus mendapat pujian.
Pangeran putra mahkota mukanya memerah karena menahan amarah dan merasa telah menyia nyiakan Manami yang lebih hebat dari putri Mika.
Sedangkan pangeran Raiden malah tambah senang dan tambah tertarik kepada Manami.
Namun walau begitu putri Mika tak mau menyerah. la menggunakan kekurangan Manami untuk mempermalukannya yaitu wajah yang jelek.
"Ah, putri Manami sungguh hebat. Ternyata rumor itu sama sekali tidak benar. Kalau begitu apa rumor tentang wajah anda yang jelek itu juga sama sekali tidak benar?, bolehkah kami melihat wajah mu putri Manami?, " ucap putri Mika pura pura polos.
"Putri Mika benar aku juga sangat penasaran, " ucap si A.
"lya aku juga penasaran, "ucap si B.
"lya aku juga, " tambah si C.
"Ah iya aku juga penasaran, putri Manami boleh kah kami melihat wajahmu?," tanya kaisar Jun dengan lembut.
"Apakah harus kaisar?, " tanya Manami.
"Ah, putri Manami jika rumor itu benar jangan takut, kami hanya ingin melihatnya kami tidak akan menertawakan mu kok, " ucap putri Mika sok polos.
"Apa yang di katakan putri Mika itu benar putri Manami, jangan malu malu ayo, " ucap kaisar Jun lembut.
"Anjayyy, mau di kasih muka malah nggak mau, udah kayak gini masih aja cari kesempatan buat jelek jelekin gue, huh terserah lah apa mau mu, " batin Manami pasrah.
"Aih, baiklah jika itu keinginan kaisar, " desah Manami.
Manami pun melepaskan cadarnya pelan pelan.
Putri Mika yang sudah yakin akan berhasil tersenyum bangga sendiri tanpa melihat keadaan sebenarnya.
Sedangkan yang lainya hanya bisa diam dalam kaget karena sosok yang ada di depan mereka.
Begitu pula dengan pangeran Raiden yang kemudian tersenyum tipis hingga tak ada yang menyadarinya.
Saat melihat tatapan kagum dari semua orang tertuju kepadanya Manami merasa kaget.
"Hah?, apa yang terjadi dengan mereka?, bukankah aku sudah...........