Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 120



"Jika kau tidak ada ranjangnya jadi dingin aku sulit tidur, " keluh Manami.


"Karena itu ayo tidur, " pinta Manami dengan suara khas anak kecil miliknya.


"Jadi aku berperan menjadi penghangat ranjangkah?, " pangeran Raiden terkekeh pelan.


"Apanya yang lucu?, kenapa kau tertawa?, " tanya Manami yang kini mode bocilnya on.


"Tidak ada kok, kalau begitu ayo kita tidur!," ujar pangeran Raiden sembari membuka beberapa lapis hanfunya dan menyisakan satu lapis hanfu berwarna putih yang mirip dengan kimono memperlihatkan dada bidangnya yang sangat enak di lihat bagi kaum hawa wkwkwkwkπŸ€£πŸ˜‚πŸ˜‚


________________________________________


Setelah itu pangeran Raiden membaringkan tubuhnya di samping Manami.


Belum juga pangeran Raiden membenahkan posisi tidurnya, Manami sudah naik ke atas tubuh pangeran Raiden duluan dan mendusel dusel kan kepalanya di dada pangeran Raiden.


Thornado : nyaman banget pasti aku juga pengen (β•₯﹏β•₯)(β•₯_β•₯) .


"Kalau seperti ini jadinya aku rela tidur untuk waktu yang lama, " ucap Manami.


"Selamat malam, " ucap Manami lagi sembari hanyut ke alam mimpi.


"Selamat malam sayang, " ucap pangeran Raiden sembari mengecup pucuk kepala Manamj singkat lalu tertidur sembari mengelus elus kepala Manami penuh sayang layaknya seorang ibu.


Skip keesokan harinya.


Pagi hari sekitar jam 6 pangeran Raiden terbangun karena merasa ada yang bergerak di tubuhnya dan tetika di lihat ternyata adalah sebuah ular besar yang entah masuk dari mana, becanda hehehehe maksud thornado adalah Manami yang mencari posisi nyaman di atas tubuh pangeran Raiden.


Pangeran Raiden tersenyum manis melihat betapa nyenyak dan sukanya Manami mencari kehangatan di tubuhnya.


"Sepertinya aku sudah benar benar menjadi penghangat ranjangnya, " gumam pangeran Raiden sembari terkekeh pelan.


Kembali mengusap lembut kepala Manami layaknya seorang ibu, pangeran Raiden menunggu dengan sabar Manami bangun dan itu sedikit membuahkan hasil karena setelah beberapa saat Manami bangun karena merasa sebuah tangan kuat nan besar mengelus kepalanya.


Ingat thornado bilang sedikit lho, sedikit.


"Emmmm, Hah?, kau sudah bangun?, " tanya Manami melihat seorang pria tampan sedang tersenyum menunggu dirinya bangun.


"Menurutmu?, " tanya balik pangeran Raiden di iringi oleh sebuah senyum.


"Emmmmm (οΏ£.οΏ£), menurut ku kau baru saja bangun jadi ayo tidur lagi," ucap Manami lalu kembali memeluk tubuh pangeran Raiden dan kembali lelap dalam mimpi.


"Pufftttt, sayang apakah kau akan hibernasi? πŸ˜‚," tanya pangeran Raiden sembari menahan tawa karena sikap Manami yang pemalas.


"Kata siapa?, tapi kalau keadaannya seperti ini aku mau hibernasi dalam waktu lama, " ucap Manami entah itu ngelindur atau sadar thornado juga ga tau.


"Jangan begitu ini sudah pagi aku harus memeriksa dokumen yang tersisa di ruang belajar, ayo bangun!, " pinta pangeran Raiden lembut.


"Ha?, dokumen?, biarin aja sekali kali istirahat itu penting tau, " tolak Manami.


"Tapi kebanyakan tidur juga ga baik lho bagi tubuh, sana bangun terus mandi!, " perintah pangeran Raiden masih dengan nada lembut.


"Halah males bangun juga ga ada kerjaan. Kakak tidak bisa di ajak main karena kak Daiki terlalu over protektif sedangkan adik yang satu sibuk pacaran yang satu sibuk keluyuran entah kemana, " keluh Manami.


"Shiro dan Yuki juga sibuk mengurusi markas, aku jadi iri dengan mereka yang bisa keluar masuk istana dengan sangat bebas. Aku sangat merindukan vila ku TuT ,"batin Manami.


"Hmmmmmm, boleh aku ikut ke ruang belajar?, " pinta Manami.


"Tapi sebelum itu mandi dan makan dulu ya, " sahut pangeran Raiden.


"Oke aku pergi mandi, " ucap Manami nurut sembari turun dari ranjang dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


"Entah itu perasaan ku atau bukan sepertinya dia menjadi lebih manja dan kekanakan dari pada biasanya," ujar pangeran Raiden sembari berdiri dari tidurnya.


"Yuki tolong siapkan sarapan untuk kami berdua, aku akan mandi di kamar sebelah sebentar!, " perintah pangeran Raiden dingin setelah melihat Yuli masuk ke kamar.


"Baik tuan," ucap Yuki sembari memberi hormat lalu pergi ke dapur untuk membuat makanan.


"Hah, hal ini semakin lama semakin membuat ku jengah, apa lebih baik ku beri tahu saja pangeran Raiden tentang perasaan Manami biar cepat selesai terus mereka bisa hidup bahagia?, gw liatnya jengkel sendiri e, " gumam Yuki.


"Padahal tadi aja udah so sweet banget kek gitu bikin gw yang jomblo sakit hati masih aja ga bisa mikir. Otaknya pangeran Raiden geser sejauh 1 km kah?, " ujar Yuki kesal.


"Yuki kau bilang begitu tentang pangeran Raiden, mau kena bogem lu?, " tanya Shiro yang entah muncul dari mana.


"Ya enggak lah mana mau gw kena bogem tu orang kasar, " protes Yuki.


"Terus napa lu ngomong pasturi itu di belakang kek gini?, " tanya Shiro sembari menaiki pundak kanan Yuki.


"Ya karena jengkel lah, kita kan lagi liat drama live masak ya kek gini akhirnya, mumpung live kek gini gw pengen ngubah jalan ceritanya biar ga bikin greget paham ga lu😀!," jelas Yuki.


"Jelas sih jelas tapi jangan ngegas juga kalik neng, " ujar Shiro.


"Ga ngurus, " sahut Yuki mempercepat langkahnya ke arah dapur.


πŸŒπŸŽπŸπŸŠπŸ‹πŸ„πŸ…πŸ†πŸ‡πŸˆπŸ‰πŸπŸ‘πŸ’πŸ“πŸπŸŒ°


Oke stop sampe sini dulu ya guys.


Kita lanjut nanti kalo thornado lagi mood.


Sebelum selesai thornado mau jujur sama kalian para readers.


Thornado mau jujur kalo pas thornado ngetik kata sayang di cerita author pengen muntah.


Rasanya geli kalo nulis kek gitu walau cuma di novel, bulu kuduk ku sampe berdiri semua.


Bukan maksudnya thornado lebay lho ya tapi entah kenapa thornado ngerasa kek gitu.


Mungkin readers pernah ngerasain ato cuma kelainan yang ada di diri thornado? 🧐.


Thornado : jangan ngejek mentang mentang punya suami, lu aja manggil suami lu cuma namanya kalo enggak juga cuma bilang kau ato kamu doang kanπŸ˜’


Manami : eh bener juga ya gw baru sadar malahanπŸ€”πŸ˜―, terus ini gimana?


Thornado : gimana apanya? πŸ˜’


Manami : nama panggilan bodo! 😀


Thornado : ga usah ngegas bisa kan neng?, lagian idup juga idup lu kok urus sendiri sanaπŸ˜’


Manami : cik celit bat lu thor, palingan juga ga tau karna jones jadi ga bisa bantu ye kan? Hayo ngakuπŸ˜—


Thornado : enggak juga tuh gw emang jones tapi ya kagak gitu juga kaliπŸ™„


Manami : ya kalo ga gitu apa dong gw canggung bat kalo suruh manggil sayang gob*ok😀


Thornado : di bilangin jangan ngegas masih aja ngegasπŸ˜’


Manami : ya kan gara gara lu sendiri dari tadi banyak bacot dodol😀


Thornado : lu sendiri juga kebanyakan bacot πŸ˜’


Manami : cepet oi gw bogem juga luπŸ˜‘


Thornado: ealah kalo ga mau manggil sayang kan tinggal manggil ayah ato papa gitu lu nya rempong bat sihπŸ˜’πŸ™„


Manami : ga cocok ama paras gantengnya Raiden ganti ganti😩


Thornado : anata?


Manami : itu kan juga sayang bambwangπŸ™„


Thornado : kalo gitu pikir sendiri, otak gw dangkal ga bisa mikir byeπŸ˜’ πŸšΆπŸ’¨


Manami : woi malah kabur dasar kurang ajar tunggu woi πŸ’’πŸƒπŸ’¨


Oke sampe sini dulu ya readers bye bye.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC