
"Tidak apa sebuah keberuntungan bagi kerajaan saya bisa mengundang tamu istimewa seperti anda saya bisa memaklumi hal itu. Tetapi saya terkesan ternyata anda adalah orang yang sangat bertanggung jawab ya nona, " puji kaisar Jun sembari mengkode tangan Manami dan kawan kawan untuk duduk di dekat pangeran Raiden.
"Tidak itu adalah tugas saya jadi itu adalah hal biasa, " ucap Manami sambil duduk tepat di samping pangeran Raiden.
"Njirrrr padahal tadi ngebo tapi ngakunya sibuk ada urusan, " batin kawan kawan Manami.
"Baiklah karena tamu istimewa sudah datang maka aku nyatakan pesta ini di mulai, para tamu silakan nikmati hidangan yang ada, " ucap kaisar Jun lantang menyadarkan para tamu dari keterkejutan mereka pasal Queen Shi no Megami.
Dan begitulah pesta ulang tahun di mulai dengan berbagai pertunjukan tari dan musik dari para pemain.
Di lanjutkan dengan acara pemberian hadiah dan terakhir pertunjukan bakat dari para tamu undangan.
Begitu acara berlangsung tetapi Manami dan teman temannya sama sekali tidak bergerak dari tempat mereka mau pun berkata sepatah kata pun dan memilih melihat lihat keramaian tamu undangan yang sedang menobrol dengan teman mau pun berkenalan dengan teman baru.
Walau begitu nampak luarnya tetapi sebenarnya............
Alam batin....
"Njirrrrr bisen banget mending tepar di rumah aja ketimbang di sini. Pertunjukan nya cuma gitu gitu mulu lagi, " desah Aka.
"Iya eh, bisa bisa mati bosan kita kalo kek gini terus. Mana kita di kacangin lagi, " timpal Wolf.
"Bukankah itu bagus?, jika kita menjadi pusat perhatian malah kita yang kualahan nanti, " ucap Ryu.
"Eh si gunung es ikut ikutan ngobrol lewat batin, " kaget Wolf dan Aka.
"Biarin, terlalu bosen lumutan walau kalian bicara ga jelas tapi lumayan buat hiburan, " ucap Ryu.
"Aduh aduh aduh Ryu oh Ryu, jika kita menjadi pusat perhatian maka itu akan membuat kita lebih bersinar dari pada yang lain. Coba bayangkan seberapa indah kita nanti saat menjadi pusat perhatian, " lebaynya Fuki kumat.
"Orang lebay mau lewat permisi permisi, " canda Aka dengan nada datar se datar datarnya.
"Udah kacangin aja tuh si Fuki, gimana kalo kita main tebak tebakan aja. Nanti aku kasih pertanyaan terus di jawab ya, " saran Wolf.
"Wah boleh juga tuh, cepetan dong lama amat cuma kasih pertanyaan doang, " setuju plus protes Aka.
"Ehem ehem jadi gini. Di pagi hari aku berjalan menggunakan empat kaki, di siang hari aku berjalan dengan dua kaki dan saat sore hari aku berjalan menggunakan tiga kaki. Siapakah aku ini?, " ucap Wolf memberi pertanyaan.
"Lah lu gimana sih?, kok nanya lu siapa ya lu Wolf lah, lu amnesia mendadak ya?," ucap bodo* Aka.
"Aku kagak amnesia Aka itu pertanyaannya, " kesal Wolf.
"Oh oh oh, jawabannya anak kucing ya?, " tanya Aka.
"Tetot salah, " ucap Wolf.
"Anak anji*g?," tanya Aka lagi.
"Salah, "
"Hmmmm, kalau begitu kuda?, macan?, singa?, serigala?, laba laba?, bab* hutan?, jerapah?, gajah?, beruang?, atau kadal?, " tanya Aka terus menerus.
"Lu kira apaan semua nama binatang?, mau buat bon bin lu?, " teriak Wolf kesal.
"Yah salah, terus yang bener apa?, " tanya Aka.
"Jawabannya adalah manusia, " ucap Tora nyelonong bae.
"Manusia?, bukan binatang kah?, kok bisa?, " tanya Aka beruntun.
"Pagi hari berjalan dengan empat kaki mengibaratkan manusia yang beberapa bulan baru lahir berjalan dengan merangkak. Menggunakan kedua tangan dan kedua kakinya untuk berjalan berartikan ada empat, "
"Siang hari berjalan dengan dua kaki menggambarkan bahwa manusia yang masih remaja berjalan dengan kedua kakinya, "
"Dan terakhir sore hari berjalan menggunakan tiga kaki mengibaratkan bahwa manusia yang sudah tua atau lanjut usia sering kali berjalan menggunakan tongkat membuatnya terlihat seperti berjalan dengan tiga kaki, " jelas Ryu panjang kali kebar kali tinggi.
"Wow sugoi, eh tapi ngomong ngomong nggak biasanya otak lu berfungsi, ambil dari mbak google ya lu?, " interogasi Aka terhadap Wolf.
"Iye iye tadi gue main hp sebelum kesini dan nemu teka teki itu pas buka google, emang kenapa ga boleh?, aku kan cuma mau cari enaknya aja, " jawab Wolf santuy.
"Kok sama aih?, kalo ada yang mudah kenapa di susah susahin, " dukung Aka.
Krakkkkkkkkk
Suara pegangan kursi yang sedikit retak karena Manami membuat pangeran Raiden menengok ke arahnya menatap bingung sedangkan orang yang di tatap mukanya menghitam menahan amarah.
"Kalian semua kalo mau ngomong langsung ngomong aja jangan pake perantara pikiran gue, berisik tau nggak sih, " ucap Manami dingin lewat batin.
"Ahahahahaha maafkan kami Queen kami kelepasan, " ucap mereka berbarengan lalu memutuskan pembicaraan batin mereka.
Oke sekarang bicaranya lewat mulut bukan batin lagi.
"Apakah ada yang mengganggu pikiran mu Queen?, " tanya datar pangeran Raiden plus dingin banget cuy.
"Hmmmm, pangeran Raiden ya?, aku tidak apa apa hanya saja tadi suara suara tidak penting dan berisik tiba tiba masuk ke dalam pikiran ku membuat ku jengkel, " ucap Manami datar plus dingin dengan nada menyindir Aka dan kawan kawan.
Jlebbbbbbb
Sindiran itu menusuk tepat di jantung mereka.
"Oh, " ucap singkat pangeran Raiden dengan acuh, dingin plus datar.
"Hmmm, tidak ku sangka orang yang sangat hangat kepada ku dulu bisa bersikap sangat dingin seperti ini. Sepertinya kepergian ku membuatnya sangat terpukul. Sebaiknya aku kembali saja untuk menemui nya. Tapi aku masih kesal, bagaimana mungkin padahal sudah ku tinggal selama setahun lebih tapi masih belum sadar dengan orang yang aku cintai, bener bener peria ga peka, " batin Manami menyesal lalu kesal sendiri.
Saat sedang asik membatin calon suaminya sendiri, Manami melihat putri Shiera pamit kepada kaisar Jun ayahnya untuk pergi keluar mencari angin.
Walau di depan para tamu ia selalu tersenyum tetapi ketika ia keluar dari aula Manami sempat melihat raut sedih di wajahnya membuat dirinya sangat penasaran.
"Sebenarnya Shiera itu kenapa kok sedih gitu kayaknya ," batin Manami heran.
"Kaisar Jun saya merasa bosan duduk di dalam terus, boleh kah saya pergi jalan jalan ke taman istana ini?," tanya Manami sopan namun masih dingin dan datar.
"Ah boleh tentu saja boleh, apakah anda perlu di temani oleh beberapa pengawal Queen?, " jawab kaisar Jun lembut.
"Itu tidak perlu kaisar Jun aku hanya ingin pergi menghirup udara segar. Kalau begitu saya pamit undur diri permisi, " ucap Manami nyelonong pargi melewati pangeran Raiden.
Dan kebetulan saat Manami lewat di depan pangeran Raiden angin yang masuk ke dalam aula menerpa Manami membuat bau harum bunga higanbana dari Manami menyebar kemana mana termasuk ke hidung pangeran Raiden.
"Hmmmmm bau bunga higanbana yang harum dan menenangkan. Aku seperti sangat familiar dengan bau ini. Bukankah ini adalah bau........, " setelah cukup lama berfikir akhirnya pangeran Raiden sadar bahwa bau tubuh gadis yang ia cintai juga sama persis seperti itu membuatnya sangat kaget melebihi ia yang kaget di masa lalu.
"Queen Shi no Megami. Apakah itu adalah kau Manami?, " guman pangeran Raiden bertanya pada dirinya sendiri sambil memandangi punggung Manami yang mulai menjauh dan keluar dari aula pesta.