
"Hah?, hahahaha kita datang hanya bertiga dan kami juga tidak kenal semua orang di sini. Tadinya kami kemari untuk bermain bersama orang lain tetapi sepertinya itu lebih sulit dari yang aku bayangkan, " jawab putri Mika masih canggung.
"Tidak perlu mengenal siapa orang itu ketika kalian ingin bersenang senang yang terpenting adalah ketulusan hati untuk berteman dan bermain bersama bukan karena hal lainnya, " ucap Manami.
"Jika kalian mau, kalian bisa bermain bersama teman teman ku yang ada di sana itu, " ucap Manami sambil menunjuk ke arah Yuki dan kawan kawan sedang bermain.
"Hah?, di mana?, apa maksud mu orang orang bercadar seperti diri mu itu adalah teman mu?, " tanya putri Mika.
"Mereka terlihat sangat gembira saat bermain seperti itu, aku jadi ingin ikut main, " ucap putri Rika.
"Ya kak kau benar, ayo kita pergi bermain bersama mereka. Lagi pula kita ke sini kan untuk mencerahkan suasana, " ajak putri Shiera.
"Ya mereka adalah teman, sahabat, sekaligus keluarga ku. Mereka selalu bersemangat seperti itu saat sedang bermain. Jika kalian ingin bermain bersama mereka, kalian tinggal bergabung dan minta saja dengan halus maka mereka akan mengijinkan kalian untuk ikut bermain, " jelas Manami.
"Oh iya, salah satu dari kalian tadi bilang mencerahkan suasana memang apa yang terjadi?, " tanya Manami merasa penasaran.
"Oh itu, orang tua kami kehilangan menantu kesayangan membuat mereka lebih dingin dari biasanya begitu juga kakak dan yang lainnya. Kami jadi seperti tinggal di kutub utara bukan lagi di rumah. Setiap hari kami selalu merasa kedinginan karena ulah mereka, jadi kami kemari bersenang senang untuk menghilangkan sejenak kedinginan itu, " jawab putri Shiera tanpa mengungkapkan identitas nya.
"Kerja bagus Shiera kau sudah berusaha keras untuk menutupi identitas mu dan yang lainnya. Tapi aku tak menyangka aku yang kecil dan tak begitu istimewa ini dapat berpengaruh kepada seluruh penghuni kerajaan Anshin, " batin Manami tersenyum miris.
"Jangan banyak bicara lagi ayo kita pergi bermain, " ucap putri Mika menarik putri Shiera dan putri Rika.
"Eh iya, emang kamu tidak ikut main?, kok cuma duduk duduk sendiri di sini?, " tanya putri Mika sebelum berlari pergi.
"Tidak aku tidak tertarik, aku lebih suka menikmati udara segar dari pada lari kesana kemari nggak jelas kayak mereka, " jawab Manami.
"Kalau gitu kami pergi dulu ya, kalau berubah pikiran ikut aja main sama kami, " ucap putri Shiera sembari di tarik oleh putri Mika bersama putri Rika.
"Huh untung saja tidak ketahuan, kalau mulut Shiera terbuka terus seperti tadi bisa bisa dah ketahuan kita, " batin putri Mika.
"Hemmm, kau sudah berubah banyak kak Mika, sekarang kau menjadi orang yang pantas untuk menjadi ibu negara, " gumam Manami sambil melirik ke arah mereka yang sedang bermain bersama yang lainnya.
"Nah sekarang apa yang harus ku lakukan?, aku sudah bisa menyetahkan tanggung jawab ku pada Juro, Jiro, Kenzo, Naomi, Kiyomi dan lainnya jadi aku bisa kembali pulang, "
"Lagi pula sebentar lagi kan acara pernikahan nya kak Mika sama kak Daiki, di tambah aku sudah lama tidak bertemu dengan ayah, ibu, kakak, dan adik, "
"Hah tapi aku bingung harus bilang apa pada mereka karena menghilang selama satu tahun lebih, padahal kan niat awal ku cuma mau pergi selama beberapa bulan tapi karena terlalu asik jadi kelewat satu tahun lebih -_-||,"
"Hah aku jadi bingung banget njerrrrr, " ucap Manami ngomong sendiri sambil memandangi langit bergradasi biru putih karena tertutup oleh awan putih nan cantik.
"Langit siang cerah yang indah, " gumam Manami.
Skip sore hari datang jeng jeng jeng 😆🌅
"Hei kalian yang lagi asik asikan main sampai lupa waktu, sudah dulu mainnya kita lanjut kapan kapan kalau bertemu lagi, dah sore nih!, " seru Manami ala emak emak tetangga😂.
"Baik, ibu!," seru mereka bersamaan.
"Eh tunggu?!, woi siapa yang ibu, aku masih muda belum punya anak belum nikah kok di panggil ibu?!, pada sengklek ya tuh otak?, " kesal Manami ketika sadar.
"Karena kau mirip ibu ibu tetangga yang lagi nasehatin anaknya, " ucap mereka memasang muka polos plus watadosnya.
"Njerrr bikin emosi aja nih temen sengklek, udah ah ayo pergi kalau tidak akan ku tinggal, " kesal Manami berjalan pergi meninggalkan mereka.
"Waaaa, jangan dong nanti kita tersesat, kalian berdua terimakasih mau main gabung kami dan bye bye kami harus pergi, " ucap Yuki sambil berlari bersama yang lainnya menyusul Manami.
"Hahahaha, mereka sangat lucu. Melihat kakak kakak yang berbicara seperti ibu tadi aku jadi ingat dengan kak Manami, " ucap putri Shiera.
"Kau benar, dia terlihat seperti Manami, " ucap putri Mika.
Sementara itu di tempat Manami 😆
"Nona kami mohon jangan ngambek lagi ya, kami kan cuma refleks nggak sengaja, plis ya nggak ngambek lagi, " ucap Yuki dengan mata anak anjingnya.
"Tidak, aku pokoknya ngambek ama kalian, " ucap Manami masih tak tergoyahkan.
"Nona plissss, " ucap mereka semua dengan mata anak anjing yang yang aktif dan memohon di depan Manami membuat hatinya luluh.
"Hah, oke kali ini akan ku maaf kan. Sekarang ayo kita pergi cari pernginapan dan makan malam. Dah mau malam nih, " ajak Manami sambil terus berjalan bersama yang lainnya dan tidak sadar telah melewati seorang peria.
"Yey, nona ga jadi marah ga jadi ngambek, hidup nona hidup, " ucap lebay yang lainnya membuat Manami merasa risih.
"Diem nggak lu semua, bikin risih aja, " kesal Manami sambil terus berjalan dan tanpa sengaja berpapasan dengan seseorang.
"Oke kami diem, mulut kami ilang😶," ucap mereka sepermpak.
Sementara itu di tempat yang sama namun dalam sudut pandang yang berbeda 🤓
Wusssssss 💨
Seorang peria yang tak lain dan tak bukan adalah pangeran Raiden berpapasan sengan seorang wanita yang sedang memarahi teman temannya.
Dia berhenti sesaat lalu berbalik ke belakang ingin melihat perempuan yang tadi berpapasan dengannya namun hasilnya nihil karena orang itu telah pergi tanpa jejak bersama dengan teman temannya.
"Aku yakin itu pasti kau, bau tubuh wanita tadi sama dengan wanginya tubuh mu dulu, sekarang aku yakin kau ada di sekitar sini. Aku pasti akan mencari mu sampai ketemu, " gumam pangeran Raiden lalu melanjutkan jalannya.
"Hahahaaha, kak ini sangat menyenangkan tapi aku lupa menanyakan siapa nama mereka padahal kita sudah bermain lama sekali dengan mereka, " ucap putri Shiera sedikit kecewa sambil berjalan di jalan yang tadi Manami lalui.
"Kau benar, jadi kita hanya bisa mengandalkan keberuntungan untuk bermain lagi bersama mereka, " ucap putri Rika.
"Itu pun juga jika kali ini kita tidak ketahuan, " ucap putri Mika.
"Kalian ini bagaimana bisa pergi dari istana tanpa penjagaan, " ucap pangeran Raiden sambil menjewer telinga putri Rika dan putri Shiera.