Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 78



"Yuki, Shiro aku sangat bosan. Kita pergi berkunjung ke kerajaan Kofuku yuk, kalau nggak kita ke vila aja mabar sama yang lain atau main ps di sana, " ucap Manami kebosanan.


"Kayaknya kalau mau pergi dari sini harus ijin dulu deh sama si calon suami mu itu. Secara kau kan sudah pernah berjanji padanya kalau urusan mu juga adalah urusannya, " ucap Yuki berpendapat.


"Bagaimana kau bisa tau?, " kaget Manami.


"Ya iya lah, orang pembaca setia masak gini aja nggak tau, " ucap Yuki menyombongkan diri.


"Hah, terserah deh, " pasrah Manami.


"Kalian mau pergi dari sini?, kalau begitu aku akan ikut, " ucap pangeran Raiden yang tiba tiba saja nongol.


"Eh kodok loncat. Ngagetin aja deh jadi orang, " kaget Manami dan Yuki.


"Emang kamu nggak sibuk mau pergi ama kita?, " tanya Manami.


"Huhuhu lagi pula setelah pergi ke kerajaan Kofuku aku mau pergi ke markas, masak aku harus pergi bersama nya sih, " batin Manami.


"Aku ini hanyalah seorang pangeran kedua bukan pangeran putra mahkota jadi aku tidak lah sibuk. Aku akan ikut kalian pergi dan tidak akan ada penolakan, " ucap tegas pangeran Raiden.


"Hah, baiklah kita akan berangkat besok apa kau keberatan?, " tanya Manami.


"Sesuai keinginan mu saja, " ucap pangeran Raiden lalu pergi.


"Sebaiknya kita urungkan saja dulu keinginan kita untuk pergi ke markas. Jika kita membawa Raiden ke sana bakalan rempong nanti. Di tambah kalau tidak salah beberapa hari lagi adalah hari ulang tahun ayah mertua kan, " ucap Manami berpendapat.


"Kau benar, sebaiknya kita pergi ke sana lain waktu saja, " timpal Shiro.


"Yah nggak jadi mabar sama main ps dengan yang lain nih di istana. Padahal rindu banget mabar sama mereka, " ucap Yuki kecewa.


"Kan masih bisa mabar sama Shiro, " ucap Manami.


"Yak, nanti kalau mabar sama dia ujung ujungnya juga cuma debat atau berkelahi. Aku nggak mau itu terlebih lagi dia sering curang, "dengus Yuki.


"Heleh memutar balik kan fakta lu, bukanya yang sering curang itu kamu ya Yuki?, kamu juga kan yang sering bikin aku marah lalu ngajak gel*d, mau sok sokan baik lu, " ucap Shiro tak terima.


"Apa?!, lu sendiri kalik yang memutar balik kan fakta, kok malah nyalahim gue sih, " ucap Yuki tak terima.


"Stoppp, kuping ku bisa bisa bu*eg gara gara kalian," ucap Manami melerai.


"Ye mangap ibu bis, " ucap Shiro dan Yuki menyesal.


"Maaf bukan mangap, bos bukan bis. Kalian ini lulus tk nggak sih masak kayak gitu aja nggak tau, " ucap Manami tepok jidat.


"Tuan kamu gimana sih?, aku kan hewan ya nggak masuk sekolah lah apa lagi tk nggak level tau nggak, " ucap Shiro.


"Nona aku ini lahir di jaman yang berbeda dengan mu jadi mana ada sekolah tk di sini, " ucap Yuki jujur.


"Aduh iya juga ya, astaga aku pasti ketularan virus bodo* nya kalian berdua ya. Wah jangan dong, bisa gawat nih nanti kalau aku jadi go*ok," ucap Manamj nggak jelas.


"Gajr banget dah ni orang, " ucap Shiro.


"Ho'oh ye?, masak?, aku kok nggak percaya ya," ucap Manami lebay.


"Ni anak otak nya dah geser ke dengkul atau gimana nih?," tanya Shiro.


"Nggak tau mungkin lagi liburan otaknya atau dianya yang gesrek jadi kek gini?, " bingung Yuki.


"Wah dah berani ya kalian ngata ngatain gue yang adalah Queen kalian. Yang cantik membahana bikin semua lelaki klepek klepek, body bak gitar spanyol, siara merdu, kulit putih nan lembut, berbakat dan kaya akan harta, hebat pisan," ucap Manami narsis tetapi berkata dengan serius dan tegas.


"Hehehehehe, kita cuma berjanda kok ibu bos jangan marah ya. Tapi bisa nggak ya narsisnya di kurangin dikit jadi ngeri je dengarnya, " ucap Shiro dan Yuki berusaha senyum setulus mungkin.


"Bercanda Shiro, Yuki, bercanda bukan bejanda, " ucap Manami mencoba sabar.


"Hehehehe, begitu ya ibu bos. Maaf maaf salah huruf, " ucap Shiro dan Yuki cengengesan.


"Bisa bisa gila aku kalau ngomong mulu sama kalian,dah ah pergi mandi dah sore mau makan malam, "ucap Manami menimggalkan Yuki dan Shiro.


Sementara itu di sisi lain. πŸ‘‚πŸ»πŸ‘‚πŸ»


Ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka. Siapa lagi kalau bukan pangeran Raiden si calon suaminya Manami.


"Apa yang mereka maksud dengan markas?, markas apa? Istana di mana?, mabar apa?, mereka siapa?, kenapa mereka tidak jadi kenapa?, apa karena keberadaan ku?, tapi kenapa?, apa yang di maksud dengan mereka salah satunya adalah orang yang gadis kecil ku sukai?, aku sangat penasaran, " ucap pangeran Raiden bertanya kepada dirinya sendiri secara bertubi tubi tak tau apa jawabannya.


Skipp lagi keesokan harinya ⏭️


Setelah sarapan, Manami dan calon suaminya juga Shiro dan Yuki pergi ke kerajaan Kofuku dengan menggunakan ilmu afau jurus teleportasi karena tidak ingin terlalu lama ada di dalam kereta.


Manami bilang : "Kita pergi teleport aja nggak usah bawa barang, nggak usah bawa kereta kuda dan nggak usah banyak cingcong. Aku tidak mau nanti tubuh ku encok dan membuat citra ku luntur hehehehehe aku terlalu narsis ya?, "


Dan karena itulah mereka pergi ke istana kerajaan Kofuku dengan secepat kilat. Oh iya lupa memberitahu, ini keluarga kerajaan Anshin sudah tau ya kalau mereka akan pergi tapi mereka meminta untuk tidak mengantar kepergian mereka karena tak ingin merepotkan.


Skipp lagi sesampainya di istana kerajaan Kofuku lebih tepatnya di depan gerbang istana.


"Helo kalian, perincess Manami dah pulang nih mana red karpet nya. Oh iya lupa, itu kan kebiasaan orang orang di inggris end sekitarnya, di sini mah adanya sambutan yang pakek nunduk nunduk kayak ayam dapat makan itu, " ucap Manami ngomong sendiri.


"Helo mas mas ganteng, tolong buka gerbangnya dong kami mau masuk nih, " ucap Manami lagi pada dua orang peria penjaga gerbang.


"Apa yang kau maksud dengan ganteng?, gantengan juga aku dari pada mereka, " ucap pangeran Raiden yang merasa terhina.


"Ah putri Manami, pangeran Raiden silakan masuk, " ucap kedua penjaga sembari membuka gerbang.


"Makasih ya mas mas ganteng, selow aja bro Raiden, aku cuma dalam mood baik jadi muji orang karena itu jangan cemburu ama orang lain ya, " ucap Manami memasuki istana bersama yang lainnya.


"Hei Raiden, kenapa nama mu bukan Kaiden saja sih kayak di komik sebelah orang nya ganteng kalau jadi kucing walau gendutnya kek bola tapi lucu banget, " ucap Manami gaje.


"Itu nama ku dari lahir jangan bicara yang tidak jelas deh, " ucap pangeran Raiden.


"Hei Raiden, jika aku mau pergi dan tinggal di tempat lain apa kah kau mengijinkan ku?, " tanya Manami.