
"Five, four, three, two, one, zero" ucap Manami menghitung mundur lalu tiba tiba ke enam orang tadi berhenti berlari dan berdiri tegak tanpa bergerak sedikit pun.
"Sebenarnya apa yang coba kaulakukan?, " tanya si hitam bingung sekaligus takut kalau nyawanya akan berakhir di sini.
"Jangan melihat aku dan lihatlah teman teman mu, " ucap Manami.
Si hitam pun menuruti apa kata Manami dan melihat ke arah teman temannya.
Betapa takut dan terkejutnya si hitam ketika melihat keenam temannya yang sedang berdiri tegak tiba tiba menggembung dan meledak menjadi berkeping keping. Hujan darah bersama dengan organ organ dalam tubuh mereka ber enam ikut berterbangan fan jatuh di mana mana membuat si hitam merasa tidak ingin hidup lagi.
Darah yang berbau amis dan potongan potongan daging dan tulang menimpa tubuhnya dan tubuh Manami membuat dirinya sangat ketakutan namun tidak dengan Manami.
"Hahahaha, bagus kan hujannya? hujannya warna merah. Yah tapi tubuh ku jadi bau amis gini, yuk bos ikut aku dulu, aku mau mandi dulu, " ucap Manami sambil menarik kerah baju si hitam yang masih diam kemudian berteleport pergi menuju istana mawar merah.
Istana mawar merah, depan gerbang istana tepatnya di lapisan terdalam hutan tanpa nyawa.
"Buka gerbangnya, ikat dia dan bawa ke ruang interogasi. Aku akan pergi untuk membersihkan diri dulu lalu aku akan ke sana, " ucap Manami kepada salah satu penjaga gerbang kemudian masuk ke dalam melewati gerbang emas yang telah terbuka menuju ke vila milik nya.
"Yes, My Lord!, " ucap penjaga gerbang lalu pergi membawa si hitam yang masih terdiam ke ruang interogasi alias ruang penyiksaan.
Sementara itu, di tengah jalan Manami berpapasan dengan Aka dan Tora yang kini sedang nganggur karena pekerjaan mereka sudah selesai.
"Waw, tuan kau datang ke sini?! ,huaaaaaa kami merindukan mu, " ucap Aka yang sedang dalam bentuk manusia sambil berlari memeluk Manami.
"Selamat datang tuan, kami sangat merindukan mu, " ucap Tora.
"I ilih, lebay banget sih lu, " sinis Shiro.
"Biarin, " ucap Aka.
"Eh?, ngomong ngomong kenapa tuan bau amis darah?,huwa dari mana asal semua darah ini?, kau tidak terluka kan tuan?,"tanya Aka khawatir.
"Kenapa kau sangat khawatir seperti itu?, lihat lah baik baik,itu bukan darah tuan, " ucap Tora.
"Oh iya heheehehe, " ucap Aka cengengesan.
"Tuan, kenapa kau kembali dalam keadaan berlumuran darah?, apa kau baru selesai bermain dengan seseorang?, " tanya Tora.
"Ya, kalian sendiri kenapa ada di sini?, apa kalian tidak mengerjakan tugas kalian?," tanya Manami penuh selidik.
"Ah itu tuan, kami sudah menyelesaikan tugas kami jadi sekarang kami mau bersantai hehehe, " ucap Aka.
"Weh weh weh, lagi pada mau nyantui nih, ikut dong, eh enggak deh nanti ikut lihat tuan nyiksa orang aja hihihi, " ucap Shiro.
"Hah?, benarkah itu?, kalau begitu kami juga mau ikut, " ucap Aka bersemangat.
"Kalau mau ikut ya terserah, tapi kalian harus menunggu ku mandi dulu, dan jangan ajak aku bicara terus bye, " ucap Manami lalu pergi meninggalkan mereka.
"Wih ada hiburan nih, " ucap Aka antusias.
"Is is is, bau banget sih darahnya, harus mandi yang bersih nih, " ucap Manami lalu masuk ke dalam kamar mandi.
"Wah akhirnya bersih juga bau amis nya. Oke, segera selesaikan urusan ini dan lalu segera kembali, " ucap Manami yang baru selesai mandi dan lalu pergi ke ruang interogasi bersama Aka, Tora dan Shiro yang ada dalam bentuk binatang mereka.
Skip setibanya di ruang interogasi.
"Salam Queen, " ucap serempak orang orang yang ada di sana.
"Bangkitlah, dan salah satu dari kalian, bawa orang tadi kemari, " perintah Manami sembari duduk di sebuah sofa panjang berwarna merah bersama Aka,Shiro dan Tora.
"Yes, My Lord, " ucap semua orang lalu salah satu mereka pergi dari sana dan kembali lagi dengan membawa si hitam yang sekarang dalam keadaan diam dan kedua tangan dan kakinya di ikat kuat menggunakan rantai besi.
"Apa kau masih sadar bos?, jika iya maka bicaralah jika tidak maka mati lah, " ucap Manami dingin sambil menggoyang goyangkan gelas nerisi wine yang ada di tangannya.
"Ap... apa, yang ka... kau ingin kan dari diri ku?, " ucap si hitam takut.
"Katakan siapa yang menyuruh mu untuk menculik ku dan katakan untuk apa dia menculik ku!?,kau adalah orang yang sama dengan yang di balik terbunuhnya dayang di kediaman putri Manami itu kan?, cepat katakan atau mati, " ucap Manami dingin.
"Tidak, aku tidak akan mengatakannya, " ucap si hitam.
"Hoo, bsgitur kah?, kau sudah ku beri kesempatan untuk mati dengan cara lembut tapi kau menolaknya. Cepat katakan atau mati, " ucap Manami sambil mengeluarkan rantai dari tangannya yang kemudian ia lilitkan ke tubuh si hitam dengan sangat erat membuat si hitam terluka dan terkena racun karena rantai itu beracun tapi racunnya tidak akan mempan kepada Manami karena dia adalah pemiliknya.
"Ugh, ti... tidak akan, " ucap si hitam kesakitan.
"Apa perlu ku ulangi lagi agar kau menceritakan nya?, ku bilang ceritakan atau mati, " ucap Manami mempererat lilitan rantainya.
"Akhhh, ti.. tidak, ku bilang tidak ya tidak, " ucap si hitam masih bertahan untuk tetap tegar dengan pendiriannya.
Dorrr.... dorrrrr.... dorrrrr.... dorrr
Ughh.....Akhhhh....Aaaaaaaaa
"Ku bilang katakan ya katakan. Apa aku harus mengejanya untuk mu agar kau melakukannya?, jika begitu akan ku lakukan. K U B I L A N G K A T A K A N A T A U M A T I, " ucap Manami dingin sambil menembaki kedua kaki si hitam dan perut nya.
"Ughh, akan ku katakan tapi tolong jangan bunuh aku dan lepaskan rantai ini, " ucap si hitam menahan sakitnya luka yang di sebabkan oleh empat peluru yang bersarang di tubuhnya.
"Bagus, sekarang ceritakan semua atau kau akan mati, " ucap Manami sambil menarik kembali rantai yang melilit si hitam.
"Jadi siapa yang menyuruh mu datang menculik ku dan untuk apa dia melakukanya?!, kalian tadi juga menyebutkan nama yang mulia kaisar apa maksud kalian?!, apakah yang menyuruhmu adalah kaisar?, kaisar negara mana yang ingin menculik ku?," tanya Manami berturut turut tanpa titik dan jeda hanya ada koma, tanda tanya dan tada pentung.
"Ku harap kau menjawab yang sebenarnya tanpa menyembunyikan apa pun jika kau tidak ingin mati dengan menyakitkan, "ancam Manami dengan mata yang memandang tajam dan ekspresi dingin penuh dengan aura membunuh dan aura kematian tapi tidak menghilangkan kesan tegas dan berwibawa nya.
"Ba... baik nona, "ucap si hitam ketakutan and kesakitan.
_____________________________________________
Penampilan Manami saat ini.