
Mereka pun bercerita tentang apa yang terjadi selama Manami pergi. Dari mulai yang cerita lucu maupun kisah serius mereka ceritakan kepada Manami. Canda dan tawa pun menghiasi ruang keluarga itu hingga tak terasa malam sudah datang.
Mereka pergi kembali ke kamar masing masing untuk membersihkan diri lalu kembali pergi ke ruang makan untuk makan bersama.
Seperti biasa mereka makan dengan hikmat namun setelah selesai mereka bercanda tawa bersama sama sebelum pergi ke kediaman masing masing.
Paviliun Wisteria, kediaman putri Dai Manami Rin.
"Ah, lelah banget aku. Hari ini adalah hari yang sangat sibuk untuk ku. Biasanya aku hanya memberi perintah, sedikit berolah raga dan mengururs beberapa hal dan sisanya aku bersantai santai di villa. Yang mengerjakan tugas lain si Yuki. Ah, ah bodo amat lah, " ucap Manami melempar tubuhnya ke atas kasur empuk nan lembut miliknya lalu tertidur.
Pagi hari ๐
"Kakak apa yang sedang kau lakukan?!, apa kau mau ikut aku dan kakak pergi ke pasar untuk membeli beberapa kain?!, " teriakan putri Akane itu menggema di kamar Manami membuat sang pemilik kamar yang masih tidur jatuh terjugkal ke lantai karena terlalu kaget.
"Astogek, aduh bokong ku sakit banget nih, " gerutu Manami dengan nada khas bangun tidur.
"Kakak apa yang kau lakukan di atas lantai seperti itu?, apa kau sedang mencari sesuatu atau memang kau kalau tidur di lantai?, " ucap putri Akane dengan watadosnya sambil mendekati Manami.
"Tidur di lantai ndas mu peang!, apa kau tidak lihat aku jatuh dari kasurku karena suara cempreng mu yang menggema di kamarku ini!?, bahkan nyamuk pun akan kaget seperti ku saat ini jika ada, " kesal Manami sambil bangun dari atas lantai lalu kembali melanjutkan ucapannya.
"Apa yang membuatmu pagi pagi bengini sudah jadi ayam jantan yang berkokok di kamar ku?, sampai sampai aku harus bangun dari tidur cantik ku, "tanya Manami sedikit lebay.
"Ih kakak lebay amat sih, kakak mandi aja dulu sono nanti kakak ikut aku pergi ke pasar bersama kak Kazuki, " ucap putri Akane sambil menyeret Manami menuju kamar mandi di mana air hangat telag siap dari tadi.
"Kenapa aku harus ikut ke pasar?, kan kau sudah bersama dengan kak Kazuki kenapa aku juga harus ikut?, " ucap protes Manami.
"Ih kakak, aku kan mau ajak kakak bersenang senang di pasar nanti. Lagi pula aku nggak mau kakak jadi malas malasan di rumah terus," ucap putri Akane lalu mendorong Manami ke dalam kamar mandi lalu menutup pintunya.
"Setiap hari malas malasan di rumah gimana cobak, aku aja pergi dari rumah selama seminggu penuh terus ya wajar dong kalok sekarang aku capek dan ingin istirahat. Kok aku malah di bilang males malesan sih, "gerutu Manami sebelum membuka semua pakaiannya dan mandi dengan air bunga higanbana yang telah di siapkan.
Tiga puluh menit kemudiannnnnn.
"Kak kenapa kau lama sekali sih mandinya, kami sudah lama menunggu mu loh, " kesal putri Akane saat melihat Manami sudah sampai di depan gerbang dengan menggunakan hanfu merah yang sederhana namun indah, rambut yang di gerai tanpa hiasan apapun, wajah putih nan cantik dan bibir merah tanpa polesan yang tertutup oleh cadar berwarna merah muda tempat di mana mereka janjian untuk ketemu setelah selesai mandi.
"Hehehehe, maap maap, tadi ketiduran saat mandi. Hadis air hangatnya enak sih buat tempat tidur, " ucap Manami cengengesan.
"lh Manami ma, jangan di buat kebiasaan loh. Tau nggak sih kami lama banget nunggu kamunya. Matahari udah naik ni jadinya, " gerutu pangeran Kazuki.
"lye maap maap, kalau gitu ayo kita segera berangkat dan segera kembali, "ucap Manami sedikit malas.
"Ya udah deh ayuk, eh tapi ngomong ngomong, kak di mana kakak Yuki yang selalu bernama kakak itu?, " tanya putri Akane penasaran karena Yuki tak berada dekat dengan Manami.
"Benarkah itu?, kakak menyuruh kak Yuki melakukan apa?, " penasaran putri Akane.
"Nanti juga tau sendiri, cepetan yuk masuk ke kereta, kalo enggak aku nggak jadi ikut nih, " ancam Manami.
"Eh... iy.. iya deh, " ucap putri Akane takut lalu masuk ke dalam kereta kuda yang di dalamnya sudah ada pangeran Kazuki nya lalu di susul Manami yang naik ke dalam kereta.
"Nggak mungkin kan gue bilang kalo Yuki tuh lagi ku suruh pergi memeriksa keadaan istana mawar merah dan mencari beberapa toko yang di jual untuk membuka sebuah bisnis rumah makan. Yang ada mereka nanti bisa tau rahasia ku sebelum saatnya, " batin Manami saat berada di dalam kereta.
"Kak, butuh berapa menit kita untuk sampai di pasar?, " tanya Manami pada pangeran Kazuki.
"Kira kira kita akan sampai di sana setelah 20 menitan, emang kenapa?, " jawab pangeran Kazuki yang duduk di depan Manami dan putri Akane.
"Oh begitu, cukup lama juga ya perjalanannya. Kalok gitu aku tidur dulu ya oyasumi," ucap Manami lalu segera tertidur pulas di pangkuan putri Akane.
"Aduh, kakak nih main tidur tidur aja. Langsung molor berat lagi. Lagi hibernasi kalik ya, " ucap putri Akane berpendapat.
"Mungkin dia tertidur karena lelah setelah pergi dari rumah selana satu ninggu penuh, " pendapat pangeran Kazuki.
" lh kakak ini gimana sih, orang kak Manami pergi dari rumah untuk bersenang senang kok, kenapa dia jadi lelah?, seharusnya malah seneng dong, " ucap putri Akane.
"Dia memang pergi bersenang senang, tapi bersenang senang kan juga butuh tenaga, emang ada kegiatan bersenang senang yang tidak perlu tenaga?," jelas pangeran Kazuki.
"Tentu saja ada kak, masak kakak nggak tau, " ucap putri Akane.
"Apa itu?," penasaran pangeran Kazuki.
"Bukankah yang kakak bilang itu seperti kak Manami yang bobok nyenyak untuk bersenang senang di tengah perjalanan kita seperti ini, " ucap putri Akane dengan watadosnya sambil menunjuk Manami yang tengah tertidur lelap menggunakan jari telunjuknya.
"Hehehe, iya juga ya, " ucap pangeran Kazuki yang merasa pasrah pasrah gimana gitu dengan raut wajah ๐ข.
"Aku sama sekali tidak bisa membantah apa yang di katakan Akane karena itu benar adanya, " batin pangeran Kazuki.
Begitulah saat saat membosankan di dalam kereta mereka habiskan dengan mengobrol yang entah apa nggak nyambung sama sekali.
Setelah sampai di pasarrrrrrrr.
"Hei, Manami bangunlah, kita sudah sampai, " ucap lembut pangeran Kazuki mencoba membangunkan Manami tapi tak ada reaksi apa pun dengan diri akai.
"Kak kau terlalu lembut saat membangunkan kak Manami, biar aku saja sini. Ku jamin kak Manami akan langsung bangun, " ucap putri Akane sombong lalu menarik nafas dalam dalam.