
"Eh iya ngomong ngomong kamu ini hewan apa kok bisa bicara kayak gitu?, " tanya penasaran si penjaga istana tadi.
"Hohoho, sebuah kehormatan kau bisa bertemu dengan ku. Aku adalah hewan yang langka, hewan terhebat, hewa-, " ucapan Shiro terhenti.
"Heleh sombong bener jadi orang. Dia itu hanyalah seekor hewan kontrak milik putri Manami yang sangat tidak berguna dan manja. Kami tadi teriak teriak karena dia bikin aku marah, sory ya, " ucap Yuki santuy.
"Oh kalau begitu jangan ulangi lagi atau kalian akan di bawa pergi dari sini, kalau begitu aku permisi melanjut kan patroli ku, " ucap penjaga itu lalu pergi meninggalkan Yuki dan Shiro.
"Woi ngapa lu nyelip gue pas lagi ngomong?!, nggak ngehargain banget sih lu jadi orang. Pakek acara bilang sory lagi, ku tebak dia nggak tau apa artinya. Bikin sebel orang tau nggak sih lu, " ucap Shiro nggak terima.
"Biarin ngapa, lu tadi juga cuma mau pamer reputasi doang kan?, ya mending di persingkat aja dari pada ujung ujungnya sama aja, " ucap Yuki dengan watados nya.
"Wih berani bener lu Ki, gue hajar baru tau rasa lu, " ucap Shiro.
"Ayo siapa takut gue nggak takut lapangan jembar end sunyi tuh. Eh ngomong ngomong sifat lu yang sekarang end yang dulu beda amat, lu dulu lagi akting supaya dapet reputasi bagus ya Ro?, wisss penjilat lu Ro, " ejek Yuki.
"Huh ngaca dulu dong kalau mau ngata ngatain orang. Lu juga sama aja kek aku, dulu lu lembut banget plus sopan banget sekarang bahasa dah pakek lu gue, nggak ada sopan sopannya lagi ama tuan sendiri, nah lho lu juga sama kek gue kan, " ucap Shiro tak mau kalah.
"Enak aja nyama nyamain gue ama lu. Itu kan sifat lain dalam diri gue jadi ya nggak papa lah, " hindar Yuki.
"Wih kalau gitu aku juga bisa bilang dong kalau sifat yang dulu adalah sifat lain dalam diri ku, " ujar Shiro.
"Heh nggak punya pendirian lu Ro, bisanya ikut ikutan orang lain aja nggak bisa mikir sendiri, " sinis Yuki.
"Biarin ngapa, suka suka gue juga, " ujar Shiro.
"Mau gelud beneran ya lu Ro?, " kesel Yuki.
"Eeleh, dari tadi juga bahas itu. Lu gimana sih Ki kek orang nggak waras aja," ucap Shiro dengan nada malas.
"Weh berani bener lu ngatain gue, sini yok lawan maju serang gue kalau berani, " ucap Yuki memasang kuda kuda.
"Hayuk siapa takut, " ucap Shiro tak mau kalah dan juga mulai pasang kuda kuda.
Sementara itu di dalam ruang makan di waktu yang sama.
"Salam yang mulia kaisar, yang mulia permaisuri, yang mulia putra mahkota, yang mulia putri mahkota, dan yang mulia para pangeran dan para putri, " ucap Manami tunduk hormat.
"Et dah buset, ni keluarga banyak banget orangnya serasa pegel mulut ku jika memberi salam sama mereka mulu, " batin Manami.
"Oh menantu tercinta ku akhirnya datang. Raiden bilang kemarin kau tidak enak badan dan melarang siapa pun untuk mengunjungi mu di kamar mu. Apakah sekarang kau sudah baikan?, " tanya kaisar Jun khawatir.
"Hah?, " bingung Manami.
"Haizzz, lebih baik kau duduk saja dulu yuk, " ucap permaisuri sambil menepuk nepuk kursi di dekatnya.
"Jadi apakah kau sidah merasa baikan nak?, jika belum merasa baikan lebih baik kau jangan memaksakan diri untuk ke sini. Bukannya kami takut jika tertular penyakit mu jika kau sakit, tapi kami sangat khawatir akan kesehatan mu, " ucap selir Shu.
"Hah?, " bingung Manami sebab dia tak tau apa yang sedang di bicarakan oleh para ibunda nya.
"Ini pada ngomong in apaan sih kok nggak nyantol ya aku?, jangan jangan ini adalah alasan yang di buat Yuki dan Raiden kemarin untuk menutupi keberadaan ku?, melihat dari tatapan mata Raiden sepertinya memang benar, " batin Manami sambil melirik ke arah pangeran Raiden yang ada di sampingnya .
"Oh ah, hahahhaaha iy..... iya ibunda aku sudah merasa lebih baik kok dari pada kemarin. Lebih baik kita makan dulu saja yuk sebelum makanannya menjadi dingin, " ucap Manami mengalihkan pembicaraan.
"Ah kau benar. Kami terlalu khawatir akan keadaan mu jadi melupakan tujuan kita ada di sini, " ucap permaisuri.
"Ya sudah ayo semuanya segera makan dan segera pergi melakukan kegiatan masing masing ketika sudah selesai, " ucap kaisar Jun.
"Baik yang mulia selamat makan, " ucap semuanya kompak.
< Saat mereka sedang asik asiknya menikmati hidangan yang ada di meja, suara teriakan Yuki dan Shiro membuat semuanya bertanya tanya apa yang sedang terjadi di luar sana dan menghentikan gerak sumpit mereka >
"Apa yang terjadi di luar sana?, kenapa bisa ribut sekali?, apakah mereka tidak tau kalau anggota keluarga kerajaan sedang makan siang di sini?, " heran kaisar Jun.
"Entahlah tuan, aku juga tidak tau. Tapi sepertinya itu adalah suara sebuah perkelahian, " ucap permaisuri berpendapat.
"Kakak bukannya kalau suara perkelahian itu ada suara pilukulan keras atau gimana gitu, kenapa yang ini cuma suara berisik orang bicara doang?," bingung selir Shu.
"Yak, makannya jangan memotong kakak ketika sedang bicara. Sepertinya itu bukan perkelahian fisik tetapi perkelahian mulut alias pada debat mulut, " ucap permaisuri melanjutkan ucapan nya yang tadi.
"Ini pasti ulah Shiro dan Yuki. Kenapa mereka akhir akhir ini jadi berisik suka debat sih bikin kepala pusing aja dengernya. Mending bawa pergi aja dah ketimbang buat masalah di sini, " batin Manami sambil menghela nafas.
Ia dengan secepatnya menghabiskan makanan yang ada di mangkuk nya lalu berbicara kepada ayah dan para ibunya.
"Hah, ayahanda ibunda Manamk sudah selesai makan siangnya. Manami mau pergi lebih awal apakah boleh?, " tanya sopan Manami pada kaisar Jun.
"Baiklah tapi apa yang ingin kau lakukan nak?, " tanya kaisar Jun.
"Terimakasih yang mulia, Manami ingin pergi menenangkan dua bab* berisik agar tidak menggangu anda, " ucap Manami sambil berjalan ke luar ruang makan.
"Hah?, memang di istana kita ada yang memelihara hewan bab* ya?, kenapa aku tidak tau, " bingung kaisar Jun.
"Sama kami juga tidak tau kok tuan, " ucap permaisuri, selir Minami dan selir Shu.
"Kami juga tidak tau, lah terus yang kakak ipar maksud tadi itu apa?, " bingung pangeran Atsushi.
"Entahlah, lebih baik kita lanjut makan saja, " ucap kaisar Jun.
"Dia baru makan sedikit dan sudah pergi padahal dari pagi belum makan pasti dia masih lapar. Aku sangat kenal dengan suara perempuan tadi adalah suara Yuki tapi suara laki laki itu milik siapa?, jangan bilang yang ia maksud tadi adalah melerai mereka berdua?, aku akan menghampirinya nanti setelah selesai makan, " batin pangeran Raiden sambil terus melanjutkan makannya.