Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 61



"Ku harap kau menjawab yang sebenarnya tanpa menyembunyikan apa pun jika kau tidak ingin mati dengan menyakitkan, "ancam Manami dengan mata yang memandang tajam dan ekspresi dingin penuh dengan aura membunuh dan aura kematian tapi tidak menghilangkan kesan tegas dan berwibawa nya.


"Ba... baik nona, "ucap si hitam ketakutan and kesakitan.


"Saya adalah orang kepercayaan dari yang mulia kaisar Hong dari kerajaan Yusio. Yang mulia berencana menculik anda untuk di jadikan sandera. Karena anda adalah anak kesayangan kaisar Dai dan merupakan wanita yang di cintai oleh pangeran Raiden, yang mulia yakin bahwa jika dia menculik anda dan mengancam mereka berdua dengan nyawa anda maka mereka akan memberikan semua hal yang kaisar inginkan, " ucap si hitam.


"Siapa yang kau maksud dengan kaisar Hong?, aku tak pernah mendengar nama kerajaan Yusio,apakah itu terletak di benua lain?, aku bisa lihat kau tidak berbohong pada ku jadi aku percaya pada mu. Lalu hal apa yang di inginkan oleh kaisar Hong itu?, "tanya Manami.


"Kerajaan Yusio merupakan kerajaan kecil yang terletak di perbatasan utara kerajaan Kofuku dan hanya sedikit orang yang mengetahui akan adanya kerajaan itu jadi maklum jika anda tidak mengetahuinya,"


"Dengan menyandera anda, kaisar Hong berencana untuk membuat kaisar Dai menyerahkan semua haknya sebagai kaisar atau bisa di sebut juga kaisar Hong ingin meminta kerajaan Kofuku sebagai tebusan untuk nyawa anda,"


"Kaisar Hong juga ingin menggunakan nyawa anda sebagai ancaman untuk pangeran Raiden agar dia mau mengapdikan dirinya di kerajaan Yusio dan akan di gunakan sebagai mata matanya di kerajaannya sendiri alias kerajaan Anahin. Dengan begitu kaisar Hong akan mempunyai kekuasaan yang lebih besar dan kekayaan yang melimpah ruah untuk ia gunakan befoya foya bersama rakyatnya yang juga sama sombong dan kikirnya dengan yang mulia kaisar, " jelas si hitam panjang kali lebar kali tinggi kek rumus matematika.


"Hmmmm, jadi begitu. Berani beraninya mereka ingin menggunakan ku untuk merebut kekuasaan ayah ku dan memanfaatkan calon suami ku, jika dia ingin aku ke sana maka akan ku turuti. Nanti malam kita akan menyerang kerajaan Yuiso. Salah satu dari kalian tolong siapkan semuanya, tapi sepertinya orang tua pengecut itu seudah meremehkan si pangeran Raiden itu," ucap Manami.


"Yes, My Lord, " ucap serempak bawahan Manami yang ada di sana lalu salah satu dari mereka pergi untuk menyiapkan orang orang yang akan ikut sang Queen pergi ke kerajaan Yuiso.


"Permisi nona, saya sudah menceritakan semuanya kepada anda, sekarang tolong lepaskan saya dan biarkan saya pergi dari sini, " ucap si hitam mengganggu Manami yang sedang menikmati wine nya.


"Hah, apa?, melepaskan mu?, maksud mu kau ingin pergi dari sini karena telah mengatakan semuanya?, " tanya Manami sambil mengelus elus kepala Tora lembut.


"Ya benar nona Kan tadi nona berjanji akan melepaskan saya jika saya mau mengatakan yang sebenarnya terjadi, " ucap si hitam.


"Sejak kapan aku berjanji kepada mu dan sejak kapan aku bilang bahwa akan melepaskan mu jika kau mau mengatakan yang sebenarnya hah?, " ucap Manami dingin dengan sorot mata tajam dengan tangan yang masih mengelus lemnut kepala tora dan meletakkan wine nya.


"Apa kau tuli tadi hah?, aku hanya bilang juka kau mau mengatakan semuanya secara jujur maka kau akan ku beri kesempatan untuk mati dengan tenang tanpa penyiksaan tapi jika kau tidak mau mengatakannya maka aku akan membunuh mu dengan sangat kasar dan menyiksa, " ucap Manami dengan tatapan membunuh.


"Karena sekarang kau sudah selesai menjelaskannya, maka lebih baik kau mati saja dari pada terus hidup di dunia fana yang kejam ini, " ucap Manami sambil menusukkan pedang merah miliknya tepat di jantung si hitam membuat dirinya mati tanpa bisa berkata apa apa.


"Bawa mayatnya pergi dan kubur dengan baik. Juga jangan lupa salah satu dari kalian harus mengabari Yuki untuk segera kesini agar ia bisa ikut kita menyerang kerajaan Yuiso nanti malam. Aku akan pergi ke vila dulu beristirahat sampai nanti saat waktunya tiba untuk pergi, " ucap Manami beranjak pergi dari sana ke dalam vila mewahnya sambil di temani Shiro, Aka, dan Tora di sampingnya yang kini telah berubah menjadi bentuk manusia mereka.


Vila Manami yang ada di hutan tanpa nyawa.


"Hah, akhirnya bisa liat drakor sama FTV di televisi. Udah lama nggak liat, sekarang aja ah liat sambil nyemil nyemil gitu. Lagian hari belum terlalu sore kan, " ucap Manami yang sedang menaiki anak tangga putih menuju Vilanya.


"Tuan apa kau sangat suka dengan drakor dan FTV?, aku saran kan jangan kebanyakan nonton kayak gitu deh. Mending liat film horor aja yang lebih bagus, " ucap Aka.


"Issss, aku tau itu. Siapa juga yang suka kayak gituan. Aku lebih suka nonton anime sama nonton film horor ketimbang liat kek gituan, tapi kan aku udah lama nggak lihat jado cuma kepengen gitu loh, " ucap Manami.


"Isss, jangan jangan kau bau bawang ya tuan?, suka nonton anime anime kek gitu. Tapi ku sarankan jangan yang cerita harem tuan, nanti otak mu bisa kotor loh, " ucap Tora.


"Sejak kapan otak ku bersih?, apa otak mu juga bersih?, kau kan nggak tau jadi kenapa harus bilang kek gitu?, palingan juga tuh otak cawangen gara gara nggak bisa dapat gebetan mulu, " sinis Manami.


"Ih ngehinanya itu loh, keterlaluan banget sih. Iya iya, aku ngalah deh sama orang yang lagi jatuh cinta, " sindir Aka.


"Tapi yang cowok yang buat dia jatuh cinta malah nggak peka banget, hihihi kasihan," sambung Shiro menyindir.


"Bisa ulangi nggak kalian tadi ngomong apa?, biar nanti aku nggak ragu lagi buat sumpel mulut kalian pakek kaus kaki ku yang nggak di cuci selama satu bulan, " ucap Manami sambil tersenyum menyeramkan.


"Ih jorok banget sih tuan, masak kaus kaki nggak di cuci selama satu bulan. Padahal kan mudah tunggal masukin ke mesin cuci, nyalain mesinya tinggal nunggu bersih deh kelar. Sepertinya kau adalah tipe tipe orang yang sangat pemalas tuan, " pendapat Aka.


"Kalian bisa diem nggak sih?, gemez aku pengen nyekek, boleh ya?, pinjem lehernya dulu dong, " ucap Manami mencoba tenang sambil mengeluarkan senyuman nya.


"Aaaaaaa, tuan marah...... tuan marah....... tolong....., Brakk ...... Dugh " ucap Aka sembari berlari kencang ke arah vila dan ingin membuka pintu namun dia malah menabrak pintu yang di buka oleh seseorang dari dalam.


Pintu vila Manami kalau dari luar bukanya di tarik tapi kalau dari dalam itu di dorong dan pas Aka ingin membuka pintunya dan masuk, pintunya malah lebih dulu terbuka membuat wajah tamvan nya bertabrakan keras dengan si pintu.


"Aaaaa, woi sakit tauk, gimana nanti kalau muka ku yang tamvan ini jadi jelek. Gue bunuh juga lu nanti, " teriak Aka marah yang sedang dalam posisi duduk di lantai karena jatuh tadi saat menabrak pintu.