
Setelah sampai di rumahnya, hari sudah menjelang malam. Manami yang sedang marah kepada ayahnya itu pun langsung pergi ke kamarnya lalu tertidur pulas tanpa makan terlebih dahulu.
( udah kenyang makan emosi dia hahaha π)
Kaisar Dai tidak mau mengganggu Manami karena takut dia tambah marah. Karena itu, kaisar Dai pun bersabar menunggu datangnya esok hari untuk meminta maaf kepada Manami.
Di sisi lain, di kediamannya seorang laki laki tengah memandangi malam berbintang yang indah di temani oleh secangkir teh untuk penghangat suhu tubuhnya.
Siapa lagi kalau bukan pangeran Raiden yang tengah memikirkan gadis kecil tersayangnya itu.
"Hmmm, aku ingin bertemu dengan mu gadis kecil ku, besok pagi aku akan pergi mlihat mu saja ah~," gumam pangeran Raiden bersemangat.
Dia pun tidur untuk menyambut hari esok yang indah agar dapat bertemu sang pujaan hatinya.
Skippp. pagi~π
Pagi pagi sekali, pangeran Raiden sudah pergi ke istana kerajaan Kofuku untuk bertemu dengan gadis kecilnya.
Akhirnya setelah beberapa jam ia pun sampai di depan gerbang istana kerajaan Kofuku bersama dua pengawalnya yang kemudian di sambut hangat oleh kaisar Dai sekeluarga kecuali Manami.
Kenapa tidak dengan Manami?, itu karena dia masih hanyut dalam mimpi indah di kamarnya.
Kaisar Dai mempersilakan pangeran Raiden masuk ke ruang tamu miliknya yang kemudian duduk bersama dan berbincang bincang hingga pangeran Raiden sangat penasaran akan keberadaan Manami.
"Kaisar Dai, boleh saya tanya di mana putri Manami?, " tanya pangeran Raiden.
"Ah, maaf soal itu pangeran, dia masih tidur di kediamannya, mungkin ia terlalu lelah kemarin, " jawab kaisar Dai.
"Jika anda ingin bertemu dengan putri ku, maka saya akan memanggilkannya untuk anda, " ucap permaisuri Ayumi.
"Tidak perlu yang mulia permaisuri, biarkan saya saja yang membangunkan anak kecil itu, boleh antar saya ke kamarnya yang mulia?, " tanya pangeran Raiden.
"Hm, baiklah kalau begitu. Pelayan tolong antarkan pangeran Raiden ke kediaman putri mahkota!, " perintah kaisar Dai.
"Baik tuan, mari pangeran kedua saya antar, " hormat pelayan itu kemudian menuntun pangeran Raiden ke kediaman Manami berada.
Skipp~~
Setelah beberapa saat berjalan, akhirnya pangeran Raiden pun sampai di depan kamar milik Manami. la menyuruh semua pelayan untuk tinggal di luar ketika dia masuk ke kamar Manami.
Masuklah pangeran Raiden ke dalam kamar Manami dengan pelan lalu menghampiri seorang gadis yang tengah tertidur di ranjangnya dengan sangat lelap.
"Hmmm, ternyata gadis kecil ku adalah orang yang sangat cantik dan lucu, "ucap pangeran Raiden tersenyum manis.
Pangeran Raiden lalu menggoyang goyangkan tubuh Manami pelan untuk membangunkannya tapi tak ada reaksi apa pun darinya.
"Hei gadis kecil ku bangunlah, ini sudah pagi, apa kau masih mau tidur, " ucap pangeran Raiden sambil menggoyang goyangkan badan Manami.
"Hmmmm, siapa sih ini ganggu orang tidur aja, satu jam lagi yah, nanggung masih pagi nih, " ucap Manami kemudian kembali tidur.
Pangeran Raiden yang melihat tingkah Manami di buat gemes karena tingkahnya yang lucu.
"Ayolah gadis kecil, calon suami mu ada di sini. Jika kau tak mau bangun maka aku akan menciummu loh, " goda pangeran Rauden.
Manami yang masih bisa mendengar ucapan dari pangeran Raiden seontak membuka matanya lebar lebar dan bangun dari tidurnya.
"Aaaaa, mami papi ada bincel nyungsep tolong!, " teriak Manami karena kaget.
"Gadis kecil ku ternyata kau sudah bangun ya, enak banget kah kamu tidur hingga jam segini?, " tanya pangeran Raiden.
"Eh itu kamu to Raiden?, kukira bincel nyungsep. Eh kok sepertinya ada yang aneh ya,hmmm oh iya. Kenapa kau bisa ada di kamar ku hah!?," teriak Manami lagi.
"Tenang dong jangan teriak teriak gitu, kamu ini masih baru bangun tidur loh," ucap pangeran Raiden.
"Iya deh, iya deh. Aku bisa tebak kamu kesini karena cariin aku, terus aku mau nanya ini jam berapa ya?, " tanya Manami kepada pangeran Raiden.
"Hmmmm, sekarang adalah pukul 10:48. Kau tidur terlalu lama apa kau tau itu?, "ucap pangeran Raiden sambil duduk di samping Manami lalu mengecup pucuk kepalanya.
Sementara itu, " What?!, jam 10:48 itu nggak salah kan?, kenapa aku bisa ngebo terus dari kemaren sih. Terlebih lagi ini sampe parah banget tidur sampe jam segitu. Bisa bisa nanti aku jadi putri tidur lagi, kayak si putri Aurora itu yang harus tidur seratus tahun. lhh,gue mah ogah," ucap Manami.
Pangeran Raiden yang dari tadi mendengarkan ucapan Manami tidak bisa mengerti apa yang di ucapannya.
Lalu ia pun bertanya, " gadis kecil ku apa yang sedang kau bicarakan sih?," ucap pangeran Raiden sambil memeluk Manami.
"Kamu itu bodoh jadi nggak bisa ngerti sana apa yang aku omongin, udah nyerah aja deh, "ejek Manami.
"Ohhhh, sekarang udah berani mengejek ku ya, apa kau mau kena hukuman dari ku hah, "ucap pangeran Raiden membuat Manami bergidik ngeri.
"Aduh, gawat gawat gawat nih, "batin Manami.