
"Huh akhirnya, jika tempat makan itu sudah di buka, maka aku tak perlu khawatir lagi dengan orang orang yang berjumlah ratusan itu, "ucap Manami sambil duduk di kursi dekat jendela.
"Eh, ngomong ngomong si lima hewan manja itu pada kemana ya?, sepertinya tadi masih ada di sini, kok selarang bisa nggak ada?, " heran Manami sambil celingak celinguk ke kanan dan ke kiri mencari teman teman hewannya.
"Astogek, pantes aja mereka nggak kaget sama kedatangan Yuki dan nggak bikin suara. Rupanya mereka sedang tidur sambil headset an to, " ucap Manami saat melihat keenam temannya tidur di kasur besar nya.
"Hah, terus sekarang mau ngapain nih, mau tidur udah nggak ngantuk gara gara di kaketin Yuki, mau makan nggak laper, mau olah raga, lagi panas. Huaaaaaaaa, ngapain nih masak cuma duduk duduk gini terus. Apa mau berenang? mumpung lagi panas nih, tapi kayaknya di sini nggak ada kolam renang adanya cuma kolam ikan. Buset dah ah, ribetnya minta ampun cuma mau ngisi waktu aja, " ucap Manami kesal sendiri.
Beberapa jam kemudian
"Aaaaaaaaa, gue bosen banget duduk duduk mulu di sini. Tapi kalo mau keluar panas nya minta ampun. Terus gimana dong, " ucap Manami frustrasi.
"Kenapa kau tidak pergi ke istana mawar merah saja?, bukankah tidak ada yang mengunjugi mu?, " saran Yuki yang muncul tiba tiba.
"Astogek dasar Yuki sialan, bukanya udah di bilang kalo mau ke sini tuh masuk dari pintu dulu atau buat suara dikit kek biar jantung ku nggak pada disko!, " teriak Manami kesal membuat ke enam hewan terbangun dari tidur mereka.
"Hehehehe, maap maap tadi kelupaan lagi, " ucap Yuki cengengesan.
"lh dasar pikun, " gerutu Manami.
"Hei, kalian kalo lagi ngomong tu bisa selow nggak sih, kuping ku mau budeg gara gara suara cempreng yang keras banget tadi, " kesal Wolf.
"Hoo, suara cempreng ya. Kalo suara ku yang kayak bidadari ini cempreng lalu suara mu itu apa? kayak kaleng jatuh yang buat suara cempreng itu?, atau kayak montor pitong?, " ucap Manami sebel karena di bilang cempreng.
"lh narsisnya minta ampun. Tapi ya nggak deh, cuma bercanda kok, jangan marah ya, " mohon Wolf.
"Kalo dia marah bisa abis aku di makannya, " batin Wolf takut.
"Oke, karena aku Manami yang cantik membahana, berkulit putih nan lembut, postur tubuh bak gitar spanyol, hidung mancung, bulu mata lentik, bersuara indah bagaikan suara malaikat, dan baik hati ini selalu memberikan kesempatan kedua untuk setiap orang, " ucap Manami membanggakan dirinya sendiri.
"Tuan / Rin kau terlalu narsis, " batin semua orang.
"Ya udah yok kita pergi ke markas. Aku bisa mati karena bosan kalok terus di sini, " ucap Manami lalu menghilang pergi ke butan tanpa nyawa .
"Ih dasar, maen tinggal tinggal aja dia, kayak barang aja bisa di tinggal tinggal. Tapi aku penasaran, kenapa pangeran Raiden yang terkenal dingin bak gunung everest itu bisa suka dengan seorang cewek narsis ya, bahkan narsisnya udah nggak ketulungan, " ucap Yuki lalu ikut menghilang.
"Mungkin mata pangeran Raiden udah buta kalik, " ucap ke enam hewan lalu ikut menghilang juga.
____________________________________________
Author : bener tuh, terlalu narsis. Mending sama aku aja yang lebih cantik dan putih ketimbang dia. ๐
Manami : Yeee, lu boong ya thor, entar dosa loh. lo yang item kayak gitu kok bisa di bandingin sama aku yang cetar membahana ini.๐
Author : tuh kan narsis nya kumat lagi. Lagian ni ye, kulit ku itu warna nya coklat bukan item. Kalo item berarti itu kena angus dasar orang narsis. ๐ค
Manami : Yeeee, author ma gitu, biarin juga kalik aku narsis kan bangga sama diri sendiri nggak kayak lo yang jirihan. ๐
Author : Suka suka gue dong emang ada hubungannya sama lo, nggak kan?. ๐พ
Manami : Kalo lo suka suka lo ya gue juga suka suka gue dong. Oh iya thor, ngomong ngomong lo sering di panggil thor, lo pahlawan yang senjatanya palu itu yak?. ๐ฎ.
Author : Ya enggak lah, orang author aja cewek, masak malah jadi thor sih, emang gue banci gitu?. ๐
Manami : Lha thor, kan bisa ae kalo lo itu istrinya. Ntar lo jadi ikut terkenal kayak suami lo ๐.
Author : Ih mana sudi aku jadi istrinya orang yang usah tua kayak gitu. Udah punya bini lagi. Sori ni ye, saya a masih punya masa depan yang lebih baik. ๐
Author : Hehehehe, nggak tau juga sih, moga moga sih gitu .๐
Manami : Yeeee, lu ma thor ekspetasi ama realita bedanya minta ampun. ๐
Author : Lah kenapa lu bisa tau?. ๐ณ
Manami : Yeeeee, author nih mah gobloknya minta ampun. Kan yang nyiptain gue tuh elu, yang njawab pertanyaan lu di sini juga elu sendiri, lagi debat ama aku ya berarti lu lagi debat ama diri sendiri dong. ๐Emang ya thor lo lagi gila. ๐๐
Author : Eh iya juga ya, mungkin lagi gila beneran gue, hiiiii amit amit dah moga enggak ๐.
Manami : Dasar bodoh. Hei para pembaca, kita lanjut aja yuk ceritanya. Jangan uruain si author yang gila salah obat itu. ayo kita lanjooottttt ๐.
_____________________________________________
Bukkkk
"Wah, enak banget di sini, lebih sejuk dan indah ketimbag di istana, " ucap Manami melemparkan dirinya ke kasur gantung yang ada di teras villanya yang berhadapan langsung dengan air terjun dan kincir air.
"Kau benar Rin, di sini lebih sejuk. Kalo gitu aku pergi dulu ya buat ambil makanan sama minuman buat nyemil, " ucap Yuki.
"Oke, tapi nanti kamu jangan bawa ke sini, bawa aja ke kolam renang. Aku mau renang di sana supaya nggak kepanasan, " ucap Manami lalu pergi ke arah kolam renang.
"Oke"ucap Yuki lalu pergi ke dapur untuk mengambil beberapa camilan.
Manami pun pergi ke ruang ganti di sebelah kolam renang untuk mengganti pakaiannya. Setelah itu ia menceburkan dirinya ke dalam air meniggalkan kelima hewan yang memerah malu melihat Manami menggunakan pakaian renang.
Dengan cepat kelima hewan itu lari terbirit birit meninggalkan Manami dan Shiro yanh sedang enak enakan berenang kesana kemari layaknya seekor ikan.
"Hei Shiro ada apa dengan mereka?, " bingung Manami.
"Entah, mungkin mereka malu melihat tuan memakai pakaian renang itu", ucap Shiro santai.
"Dasar cah ndeso, " ucap Manami.
Tiba tiba......
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!, " teriakan enam orang mebuat telinga Manami dan Shiro terasa pengpengan.
"Queen kenapa anda mandi di luar dan tidak di dalam!, " teriak mereka lagi secara bersamaan.
Siapa lagi kalau bukan Yuki, Naomi Kiyomi, Juro, Jiro dan Kenzo. Ya, Yuki datang karena ingin mengantarkan cemilan sedangkan Naomi, Kiyomi, Juro, Jiro dan Kenzo datang karena merasakan aura dari Manami.
"Eh buset deh lu pada. Bisa nggak sih pelan dikit kalo ngomong. Udah kayak lagi lihat setan aja kalian, " ucap Manami kesal sambil berenang ketepian kolam dan naik ke pinggir kolam.
Seketika keenam orang itu pada berbalik dan membelakangi Manami.
"Hei, lu pada ngapain sih, " ucap Manami sebal.
"Queen, bisakah anda memakai baju dulu, tidak baik bagi kami melihat mu telanjang. Kami tidak bisa bertanggung jawab atas itu karena kami masih ingin mencari belahan hati kami, " ucap mereka.
"Ye eleh, uma kek gini aja udah harus tanggung jawab. Terus kalo kalian ada di dunia ku dan tak ajak ke pantai apa kalian akan bertanggung jawab pada semua orang, " gendus Manami sambil menggunakan handuk berbentuk baju yang berwarna putih bersih.
"Bukan itu masalah nya Rin, jika kami melihat mu telanjang maka kami akan habis di tangan pangeran Raiden jika dia tau, " batin mereka semua.