Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 128



Sesampainya di markas.


Setelah meninggalkan kawan kawannya memakukan sisa pekerjaan akhirnya Manami dan pangeran Raiden sampai di dalam markas hanya untuk di sambut oleh beberapa anggota yang masih terjaga atau berangkat maupun pulang dari misi.


Setelah berbincang bincang singkat, Manami segera mengakhiri pembicaraan dan segera pergi ke kamarnya. Tentu saja, Pangeran Raiden yang sedari tadi diam, dengan patuh berjalan di samping Manami dan menatapnya seolah olah hanya ada dirinya di dunia ini.


"Sudah puas melihat belum? " tukas Manami setelah akhirnya tidak tahan dengan tatapan mata Pangeran Raiden yang entah kenapa makin lama di tatap semakin membuatnya gugup.


Dengan tidak koopratif Pangeran Raiden segera menjawab, " Kau terlalu cantik, aku tidak akan pernah puas melihat mu. "


Pangeran Raiden mendekat dan memeluk tubuh Manami hanya untuk memberikan ciuman manis kepada bibir yang sudah siap melontarkan kata kata pedas milik istrinya.


Mata Manami segera terbuka lebar, kedua tangannya mendorong dengan sekuat tenaga, mulutnya di tutup dengan rapat hanya untuk di buka dengab mudah oleh pria di depannya. Sungguh, ternyata seorang Queen dari Organisasi Nightmare tidak ada apa apanya jika di bandingkan dengan suaminya ini.


Bug!


Karena sudah tidak tahan lagi, Manami menginjak kaki Pangeran Raiden dengan tak berperasaan hingga membuat sang empu mengernyitkan alisnya. Pada akhirnya, Pangeran Raiden mengalah dengan mengakhiri ciuman ketimbang istri kesayangannya tambah marah.


Siapa tahu, inj baru kaki yang di injak. Belum tentu nanti juga kaki yang di injak kan?


Manami segera menghirup udara dengan rakus untuk mengisi paru parunya. Membersihkan mulut dan memandang Pangeran Raiden dengan sengit seolah olah sedang memandang musuh bebuyutannya, Manami akhirnya berbalik pergi menuju kamar mandi sembari berkata, " Karena kau begitu berani lebih baik kau tidur di luar! Jika aku masih melihat mu setelah selesai mandi, lihat apa yang akan ku lakukan nanti. "


Dengan kalimat ini, Manami segera menghilang di balik pintu kamar mandi, meninggalkan Pangeran Raiden yang masih tersenyum ke arahnya tanpa mempedulikan ancaman yang di buatnya.


Skip beberapa saat kemudian.


Manami keluar dari kamar mandi menggunakan baju tidur putih berlengan panjang sebatas paha dan dengan santai nya mengeringkan rambut panjangnya yang masih basah menggunakan handuk.


"Memangnya kenapa? Apakah tidak boleh? "


Pangeran Raiden segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke arah Manami berada.


"Aku hanya ingin berada di dekat istri ku sendiri, kenapa kau malah mengusir ku? " goda pangeran Raiden kembali memeluk Manami dengan intim.


"Menjauh dari ku! " kesal Manami mendorong tubuh Pangeran Raiden menjauh. Namun sayang, Seorang Queen dari Organisasi Nightmare yang di puji puji sebagai orang yang kuat kembali kalah di tangan Pangeran Raiden, suaminya sendiri.


"Aku akan menjauh jika kau berhasil pergi dari ku, " tantangnya sembari mempererat pelukan.


Manami mengerutkan alisnya, merasa di permainkan oleh pria ini. Dengan kuat ia mendorong, menjauh darinya namun tidak bisa. Merasa kesal, ia mencoba menginjak kembali kaki Pangeran Raiden tapi sayang, sang empu tak memiliki reaksi apapun akan hal itu. Tidak ingin menyerah, Manami mencoba menyerang pangeran Raiden dengan ilmunya namun dengan mudah kembali di hindari.


Setelah sekian lama, akhirnya Manami menyerah. "Sudahlah lakukan sesukamu! Lepaskan aku dan kau boleh tinggal disini! "


Perasaan memenangkan sesuatu itu menyenangkan. Seringai tipis terlihat di bibir Pangeran Raiden sebelun menghilang secepat kabut di gantikan dengan senyum penuh kebahagiaan. Dengan semangat, ia pun menggosok kan wajahnya ke pipi Manami dengan antusias, " terimakasih sayang! "


Cup!


Kecupan manis segera mendarat di pipi Manami hingga sang empu segera menjauh dari Pangeran Raiden yang tidak sempat mengikatnya di dalam pelukannya.


"Berhenti bermain main dan cepat pergi mandi! " perintah Manami dengan dingin menunjuk ke arah pintu kamar mandi yang tadi ia masuki.


Kali ini Pangeran Raiden menjawab dengan koopratif, " Baiklah. "