Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 102



Dan kebetulan saat Manami lewat di depan pangeran Raiden angin yang masuk ke dalam aula menerpa Manami membuat bau harum bunga higanbana dari Manami menyebar kemana mana termasuk ke hidung pangeran Raiden.


"Hmmmmm bau bunga higanbana yang harum dan menenangkan. Aku seperti sangat familiar dengan bau ini. Bukankah ini adalah bau........, " setelah cukup lama berfikir akhirnya pangeran Raiden sadar bahwa bau tubuh gadis yang ia cintai juga sama persis seperti itu membuatnya sangat kaget melebihi ia yang kaget di masa lalu.


"Queen Shi no Megami. Apakah itu adalah kau Manami?, " guman pangeran Raiden bertanya pada dirinya sendiri sambil memandangi punggung Manami yang mulai menjauh dan keluar dari aula pesta.


"Ayah aku sangat bosan di dalam, aku mau pergi ke luar sebentar, apakah boleh?," tanya pangeran Raiden dingin dan datar pada ayahnya.


"Oh baiklah, " ucap kaisar Jun memberi ijin.


"Haduh anak ku jadi tambah beku nurun dari siapa sih itu sifatnya?, perasaan aku dan ibunya tidak se dingin dan se datar itu deh, " batin kaisar Jun tak habis pikir.


Sementara di luar aula dekat taman istana tepatnya di bawah pohon beringin yang lebat nan teduh terdapat sebuah kursi panjang yang tengah di duduki oleh putri Shiera.


Wussssssss ( suara angin lewat )


"Apa yang membuat mu sedih seperti itu putri Shiera?, bukankah seharusnya hari ini adalah hari yang bahagia untuk mu?, " tanya Manami sambil duduk di sebelah putri Shiera menbuat putri Shiera nya kaget.


"Ah Queen maaf kan aku karena tidak sadar akan keberadaan anda, " ucap putri Shiera merasa bersalah.


"Hmmm aku tau kau sedang melamun jadi tidak bisa menyadari keberadaan ku. Jika kau berkenan, aku rela mendengar keluh kesah mu, " ucap Manami sambil memandangi putri Shiera.


"Ah itu, tapi, " putri Shiera ragu.


"Tidak usah ragu aku tidak akan mengatakannya kepada siapa pun dan tidak akan menertawakan mu jika itu lucu aku berjanji, " ucap Manami sambil memgusap pucuk kepala putri Shiera.


"Ah baiklah, sebenarnya aku punya kakak perempuan yang sangat cantik dan baik. Dia adalah orang yang sangat istimewa bagi ku tapi dia malah pergi satu tahun lalu dan tidak pernah kembali atau pun memberi kabar, "


"Aku sangat ingin dia kembali saat aku berulang tahun tapi nyatanya dia tidak juga kembali,"


"Setidaknya dia bisa mengirimkan ku surat tanda ucapan selamat tetapi kenapa dia tidak melakukan nya hiks hiks hiks, "


"Rumah ini menjadi mati karena kepergiannya karena itu aku ingin menjemputnya pulang tapi aku tidak tau di mana dia berada, "


"Apakah salah jika aku merindukan sosok kakak itu sebagi seorang adik hiks hiks hiks?," tangis putri Shiera pun pecah.


"Hah jadi ini semua karena aku kah?, sepertinya aku memang adalah makhluk yang sangat egois melebihi apa pun, " batin Manami kecewa pada dirinya sendiri.


"Jangan bersedih dia pasti akan kembali. Tapi aku sangat kesal padanya bagaimana bisa dia begitu egois sampai menelantarkan keluarga nya seperti ini, " ucap Manami mengejek dirinya sendiri.


"Tolong jangan menjelek jelek kan kakak ku seperti itu aku yakin kakak melakukannya karena ada sebuah alasan yang tak mampu ia katakan kepada ku, aku akan menunggu nya sampai ia pulang, " ucap putri Shiera memandang langsung wajah Manami yang tertutup oleh topeng membuat si Manaminya tertegum.


"Anak yang sangat baik, " batin Manami tersenyum tipis.


"Jangan khawatir dia pasti akan segera kembali. Tapi apakah kau tau?, mungkin dia sedang mengawasi mu dari jauh saat ini dan memberi mu ucapan selamat, kau juga bisa meminta hadiah yang sangat mahal padanya nanti saat sudah pulang, " ucap Manami menyemangati.


"Tidak aku tidak mau hal itu. Kak Manami bilang hadiah itu berharga dan berarti tidak karena harganya yang mahal atau tampilannya yang mewah. Kakak bilang keberhargaan hadiah itu di ukur dari seberapa kihlas dan tulisnya hati si pemberi hadiah memberikan ku hadiah tidak peduli itu mahal atau murah yang terpenting itu adalah ketulusan hati," ucap putri Shiera polos.


"Anak yang baik," ucap Manami tersenyum sambil mengeusap lembut pucuk kepala putri Shiera.


"Kalau begitu kakak berikan ciuman ini untuk hadiah ulang tahun mu, cup, " lirih Manami sambil mengecup pucuk kepala putri Shiera lalu pergi menghilang ke ruangan yang khusus di siapkan oleh kaisar Jun untuknya dan kawan kawan beristirahat meninggal kan putri Shiera yang kaget sendirian.


"Kakak?, apakah itu kau kak Manami?, " bingung putri Shiera.


Sementara itu di sisi yang berbeda namun di tempat dan waktu yang sama.


"Dia sangat dekat dengan Shiera dan memperlakukan Shiera layaknya adik sendiri mungkinkah dugaan ku benar?, aku harus mencari tau identitas asli Shi no Megami, " batin pangeran Raiden bertegkad bulat sambil mengamati interaksi antar Manami dan putri Shiera dari balik pohon.


Oke kita kembali ke dalam aula.


Pesta terus berlanjut sampai hari sudah malam para tamu pun bergegas pergi ke kamar masing masing yang telah di sediakan oleh kaisar Jun.


Oh iya ngomong ngomong hadiah yang mau di kasih Manami tadi udah di serahin ke kaisar Jun ya soalnya putrinya ada di luar aula.


"Hah capek bener aku pengen tidur tapi laper," oceh Manami sambil membating tubuhnya ke atas kasur.


"Ya tidur sambil makan sono, " cetus Aka.


"Mana bisa, hah aku pengin pulang," oceh Manami lagi.


"Pengen balik ya tinggal balik aja susah, " celetuk Wolf sambil nge game.


"Bicaranya aja gampang, ngelakuinnya susah, " ucap Manami berkomentar.


"Hah apanya yang susah coba?, tinggal pulang terus bilang ayah ibu inces pulang pada kangen nggak nih?, gitu aja susah, " ucap Aka mempraktikan gaya Manami.


"Ya tapi kan aku nggak tau harus bilang apa nanti kalau di tanya kok lama banget perginya, " oceh Manami lagi dan lagi.


"Kalau begitu bukankah berarti kau egois tuan?, " tanya Ryu dan Tora barengan.


"Hahahaha egois?, apa kalian tidak lihat aku ini makhluk paling egois di muka bumi ini?, aku ingin sekali pulang tapi aku takut untuk pulang terus gimana lagi?, " ucap Manami tertawa miris membuat kawan kawannya hanya bisa diam membisu dalam keadaan kasihan.


"Tuan kau memang adalah orang yang paling egois dari yang egois di mata ku, tapi aku tau kau hanya tak ingin hati mu terluka kembali, " batin Tora dan kawan kawan.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••>


Huaaaaa readers maafkan author kalian ini yang up nya kesorean😭


Author tadi pagi nggak bisa up karena malah kepencot yutub terus siangnya simulasi pts bikin otak author kerasa mau meledak 😭


terus ini sempet sempetin up karena setelah ini author mau beres beres rumah, sekali lagi author minta maaf ya para readers 🙏😭


dah segitu dulu dari author papay 👋