
"Jangan marah Aka, biarkan saja orang tua jelek itu meludah. Siapa suruh kau malah mendekat ke arahnya. Ya itulah akibat yang kau tanggung sendiri, " ucap Manami sambil meminum Wine nya.
"Siapa kalian sebenarnya, dan kenapa kalian bisa ada di sini tanpa terluka dan tertangkap oleh para pengawal dan penjaga?, kalian tadi bilang alam akhirat apa kalian maksud bahwa semua penjaga sudah mati hah?, berani sekali kau mengatai aku yang seorang kaisar ini!,"teriak marah kaisar Hong.
"Ni orang kalau nggak bisa tenang yah, maaf pak, ingat umur dong. Kau ini sudah tua jangan teriak teriak gitu, nanti mati gara gara kebanyakan teriak bau tau rasa loh nanti juga kalau keriputnya nambah jadi keliatan makin tua loh, " ucap Ryu.
"Kau!, berani beraninya kau menghina kaisar, penjaga! penjaga! penjaga! kalian ini di mana sih!?, dasar penjaga tidak berguna!, tuannya kemanggil malah tidak di gubris sedikitpun, " ucap kaisar Hong emosi.
"Mereka itu sudah mati. Memangnya kau mau jika yang mendatangi mu adalah hantu mereka yabg sudah tak berbentuk karena di bantai secara kejam oleh anggota nightmare mafia hah, " ucap Yuki.
"Kalian, jangan jangan kalian yang membantai mereka ya?, sebenarnya apa yang kalian ingin kan dari diri ku hah, " tanya kaisar Hong dengan membentak.
"Jangan teriak teriak nanti haus loh. Mending kita bicara to the point aja ya. Kenapa kau ingin menculik putri Manami hah?, apakah kau ingin menggunakan putri Manami untuk di jadikan tahanan agar kaisar Dai menyerahkan kekuasaannya dan agar membuat pangeran Raiden menjadi budak mu?, " tanya Manami datar dan tegas kepada kaisar Hong.
"Bagaimana kau bisa tau?!, " kaget kaisar Hong.
"Cepat jawab saja dengan jujur dan jangan banyak tanya, "ucap Manami tegas.
"Hahahahahhaa, jika kalian sudah tau memangnya kenapa?!, kalian nanti juga akan mati di tangan ku. Ya benar, aku memang merencanakan hal itu sudah sejak lama agar aku memiliki kerajaan yang lebih besar dan menjadi kaisar yang paling terkenal dari kaisar kaisar lain, " ucap kaisar Hong dengan sangat bangga.
"Oh jadi itu memang benar. Tapi tau kah kau jika putri Manami sudah tiada?, sekarang kau tidak bisa menjadikannya sebagai tahanan. Jika kau memang tetap ingin menangkapnya dan menjadikannya sebagai sandera maka yang akan kau dapatkan hanyalah sebuah siksaan dan kematian yang sangat mengenaskan, " ucap Manami dingin pada kaisar Hong.
"Apa yang kau maksud hah?!,apa kau ingin melindungi putri Manami jadi kau bilang bahwa dia sudah mati?!, jika dia sudah mati kenapa dia bisa bertunangan dengan pangeran Raiden yang dingin dan tak tersentuh itu, lagi pula kau tidak punya bukti bahwa dia sudah mati kan, memangnya siapa ku yang jadi orang yang sok tau ini, " ucap emosi kaisar Hong karena tidak paham arah bicara Manami.
"Kau ingin menculik putri Manami tapi kok ya tidak kenal dengan muka orang nya. Apa kau tau orang yang sedang berbicara dengan mu adalah sisa sisa jiwa putri Manami yang meminta keadilan dari diri mu karena telah membuatnya tiada, " ucap Manami dingin.
"Kau telah menyinggung ku dengan mengancam keluarga dan suami ku. Aku tak suka akan hal itu. Jangan pernah berharap jika kau telah menyinggung ku dapat hidup dengan tenang hanya karena putri Manami telah mati. Karena aku Manami Rin masih ada di sini sebagai pengganti nya dan aku adalah orang yang sangat tidak suka jika ada orang lain yang suka mencari masalah dengan keluarga ku apa lagi menggunakan ku sebagai sandera, " ucap Manami penuh dengan aura membunuh.
"Hahahahahaha, jadi kau adalah putri Manami yang di kenal sampah itu ya. Bagus bagus, kau malah masuk dalam sarang ku. Aku yakin kau hanya kebetulan mengetahui semua rencana ku karena telah menyewa orang orang hebat yang kau maksud tadi nightmare mafia ya itu maksud ku, " ucap kaisar Hong meremehkan.
Plokk.... plokkk... plokk............
Manami bertepuk tangan sebanyak tiga kali lalu muncul lah semua bawahannya yang ikut datang ke sini.
Manami menyuruh mereka menyeret kaisar Hong ke alun alun kota agar ia bisa melihat genangan darah yang berasal dari rakyat tamaknya sendiri.
Manami sudah menunggu di alun alun sambil duduk manis di singgasana nya dengan memakai pakaian ketat yang membuat lekuk tubuhnya terlihat sambil membawa satu tombak merah di tangannya ketika kaisar Hong sudah sanpai di sana dalam keadaan takut dan kotor karena di seret terus menerus melewati mayat mayat bersimbah darah di sepanjang perjalanan.
"Kau audah lihat bukan sekarang tidak ada lagi orang yang masih hidup di sini kecuali kau?, sekarang kau bukanlah seorang kaisar namun hanya seorang peria tua kotor nan jelek yang tak memiliki kekuasaan alias miskin. Kau menyebut diri mu kaisar yang hebat tetapi hanya untuk melepaskan diri dari para bawahan ku saja kau tidak sanggup, " ucap Manami dengan tatapan mencemoh ia arahkan ke kaisar Hong namun ekspresi nya masih dingin dan datar.
"Karena kau sudah berani mencari masalah dengan ku maka terimalah akibatnya. Oh iya aku lupa untuk memperkenalkan diri kepada mu. Karena sebentar lagi kau akan mati maka aku akan memberikan kehormatan untuk mu sebagai orang pertama yang tau akan identitas ku, " ucap Manami sok sombong.
"Nama ku adalah Dai Manami Rin alias Manami Rin, seorang putri mahkota kerajaan Kofuku yang menjabat sebagai Queen nightmare mafia. Ingat itu dalam kubur mu kaisar Hong, " ucap Manami.
"Lakukan!, " perintah Manami kepada para anggota nightmare mafia yang telah mengelilingi tubuh kaisar Hong dengan menyodor kan pistol kepadanya.
"Yes, My Lord, " ucap mereka lalu menarik pelatuk pistol dan mengarahkannya ke tubuh kaisar Hong tapi tidak di bagian jantung dan kepala karena jika itu terjadi ia akan langsung mati.
Mereka terus menembak i badan kaisar Hong membuat puluhan peluru bersarang di badannya. Rasa sakit yang menyengat membuat kaisar Hong berteriak kesakitan dan meminta untuk di ampuni membuat Manamj dan kawan kawannya merasa senang karena bagi mereka teriakan kaisar Hong adalah musik alami yang indah sampai Manami menyuruh mereka berhenti menembak dan mendatangi kaisar Hong yang sudah tak berdaya.
"Kau memiliki keberuntungan yang amat bagus karena aku bersedia mengambil nyawa kecil mu itu. Di kehidupan selanjutnya jangan lupa untuk tidak mencari gara gara dengan orang sembarangan. Selamat tinggal, " ucap Manami sambil mengangkat tangan kanannya ke atas.
Seketika muncul ribuan tombak merah yang kemudian beberapa dari mereka langsung menyarang di tubuh kaisar Hong kecuali kepala.
"Jangan pernah coba coba untuk mencari masalah dengan ku, " ucap Manami dingin sambil memandangi mayat kaisar Hong.