
"Hei Raiden, kenapa nama mu bukan Kaiden saja sih kayak di komik sebelah orang nya ganteng kalau jadi kucing walau gendutnya kek bola tapi lucu banget, " ucap Manami gaje.
"Itu nama ku dari lahir jangan bicara yang tidak jelas deh, " ucap pangeran Raiden.
"Hei Raiden, jika aku mau pergi dan tinggal di tempat lain apa kah kau mengijinkan ku?, " tanya Manami.
"Apa maksud mu?, apa kau mau pindah dari kediaman ku ke istana kerajaan Kofuku lagi?, kalau itu sih aku tidak keberatan jika kau tidak pergi dari sisi ku dan pergi meninggalkan hubungan kita, " ucap pangeran Raiden sedikit kaget.
"Hah bukan itu maksud ku, aku ingin tinggal di tempat lain bukan di sini atau pun di istana kerajaan mu. Aku ingin tinggal di tempat yang sebelumnya pernah ku buat apakah boleh?, aku berjanji tidak akan melupakan hubungan kita dan tidak akan mencari laki laki lain di belakang mu ketika aku pergi, " ucap Manami meyakinkan.
"Tidak, aku tidak mau. Aku tidak akan membiarkan mu berkeliaran kemana mana sendirian tanpa penjagaan. Memangnya di mana tempat yang kau maksud?, aku ingin mengetahui nya agar aku bisa pergi bersama mu. Lalu memangnya kenapa kau harus ke sana?, bukankah lebih baik kalau kau tinggal di sini?, tinggal bersama yang lainnya dan tidak sendirian lagi?," tanya pangeran Raiden bertubi tubi.
"Ini orang cerewet banget sih kayak emak emak tetangga," batin Manami.
"Tenang saja aku akan pergi bersama Yuki dan Shiro jadi aku tidak akan sendiri, kau tidak perlu mengkhawatirkan ku aku ini orang yang sangat kuat tak seperti perempuan lainnya. Sebenarnya aku punya tanggung jawab besar di sana jadi aku harus ke sana, " jelas Manami.
"Tidak aku tetap tidak setuju. Memangnya tanggung jawab besar apa yang membuat mu sampai sampai harus turun tangan hah?, pokoknya aku tidak setuju!, " tegas pangeran Raiden.
"Hah, walau kau tidak setuju dan walau pun keluarga ku juga tidak setuju aku akan tetap pergi karena keputusan ku sudah bulat dan tak bisa di ubah lagi," ucap Manami tak kalah tegasnya.
"Hah sebaiknya kita bicarakan nanti lagi sekarang aku mau bertemu dengan ayah, ibu, kakak, dan adik dulu, " ucap Manami sambil berjalan mendahului pangeran Raiden.
"Aku tidak akan membiarkan mu pergi, " gumam pangeran Raiden lalu pergi menyusul Manami.
"Ngingggggggg, aku nyamuk aku nggak keliatan aku nggak di butuhkan. Siapa aku?, dimana aku?, apa aku nyamuk?, atau angin?, aku melihat drama live di depan ku tapi kok hati ku sakit karena nggak di anggap ada yak?, " ucap Shiro dan Yuki yang sedari tadi di abaikan bak udara yang tak terlihat namun terbukti keberadaan nya.
"Hei Yuki, kita pindah profesi jadi angin aja yok. Dari tadi pada drama di depan kita, kitanya nggak di anggap ada jadi kayak nyamuk aja kita. Kita beneran jadi jones ya kalau kek gini, " ucap Shiro.
"Lu aja sono pindah profesi, aku mah nggak mau. Aku lebih milih jadi pelayannya Rin ketimbang jadi angin, "tolak Yuki.
"Bisa lihat adengan adengan drama secara langsung kan lebih terasa suasananya. Di tambah lagi pemerannya cuantek dan guanteng lagi, joss banget kan, " ucap Yuki.
"Lagian nih ya, aku nggak mau jadi angin ndak nanti nggak punys berat, nggak punya bentuk, selalu mengikuti atus angin, dan tidak bisa di lihat oleh calon suami ku gara gara transparan nanti, " ucap Yuki lagi.
"Lu mikir sampai mana sih Yuk, sampai segitunya lu mikir. Aku kan cuma bercanda, udah ah yuk susul mereka. Bisa bisa tertinggal seratus kilo meter nanti sama mereka, " ucap Shiro lanjut jalan.
Skipp sampai di ruang keluarga tempat semua anggota keluarga Manami yang lain berkumpul⏭️👉🏻
Brakkkkkkkkkkkkkkk
"Helo my famili, apa kabar nih kalian?, sehat sehat aja kan?, my princess Dai Manami Rin camback nih mana sambutannya?, mana red karpet nya?, mana salam hangatnya?, mana hadiah nya?!, " teriak Manami setelah membuka pintu ruang keluarga dengan kasar.
"Astaga nak, apa kau ingin membuat ayah dan ibu mu mati karena serangan jantung mendadak hah?, " ucap kaisar Dai kaget.
"Hehehehehe, maaf ayah. Habis Manami sudah lama tidak melihat kalian jadinya kangen deh. Karena terlalu semangat ya gini jadinya, " ucap Manami cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Anak ku akhirnya kau ingat untuk menjenguk kami juga. Apa kau tau kami sangat merindukan diri mu itu hah?, kau sangat tega karena tidak pernah mengunjungi kami, " ucap kedua ibu Manami sambil berlarian memeluk erat Manami.
"Astaga ibu aku tidak bisa bernafas. Lagi pula sekarang aku sudah datang kan jadi kalian bisa tenang, " ucap Manami yang sedang kesusahan bernafas karena di peluk terlalu erat oleh para ibunya.
"Ah maaf, kami terlalu kangen kepada mu sampai sampai tidak sadar bahwa kami memeluk mu terlalu erat, " ucap permaisuri sambil melepas pelukannya yang di susul oleh selir Fukiko.
"Wah kakak akhirnya kau pulang. Aku bosan setiap hari menganggur terus mabar yuk kak, " ajak putri Akane.
"Tidak, aku kesini karena rindu pada ayah dan ibu bukan untuk mabar bersama mu. Jika kau memang ingin mabar, ya mabar saja sama Yuki dan Shiro. Mereka lagi bosan tuh di luar, " ucap Manami menanggapi permintaan putri Akane.
"Yah, ya udah main sama kak Yuki dan Shiro saja, " ucap putri Akane kecewa.
"Kau bilang kau cuma rindu sama ayah dan ibu. Apa kau tidak merindukan seorang laki laki tampan seperti ku ini hah?, " ucap pangeran Kazuki.
"Waduh ada setan ya pagi pagi begini. Aku kok denger suara orang ngomong sok guanteng sok tamvan tapi nggak ada wujudnya. Hiiiii jangan jangan hantu beneran lagi," ucap Manami pura pura tak melihat pangeran Kazuki.
"Dasar adek sengklek, enak aja bilang orang tempan seperti ku ini hantu. Rabun kali mata mu," ucap pangeran Kazuki narsis tapi masih narsis an Manami 😂.
"Wah ternyata ada si abang jelek. Lagi nyanyi ya bang. Dari mata mu mata mu mata mu ku mulai jatuh cinta, gitu kan bang lagunya, " ucap Manami sok polos.
"Wiss, bener bener dah sengklek nih otak adik ku. Kita ke dokter spesialis otak aja yuk biar nanti cantiknya nggak mubazir gara gara yang punya wajah otaknya miring," ucap pangeran Kazuki dengan watadosnya.