Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 82



"Hehehehe maaf maaf lupa, maklum lupa lupa yang ku rasakan jadi nggak ingat, " ucap Manami cengengesan.


"Lupa lupa yang ju rasakan emang lu nyanyi?, kok ya jadi orang otaknya sengklek banget, " ucap Yuki tanpa sadar kembali bar bar.


"Wah bernai ngatain orang ya?, mau kena hukuman?, " ucap Manami tersenyum devil.


"Eh eh enggak kok cuma bercanda, jangan marah ya nona, " bujuk Yuki memohon.


"Buahahahaha kacihan deh lu. Kena marah tuan kan, makanya jaga mulut kalau di depan tuan, " ejek Shiro.


"Kau juga sama saja kan Shiro. Sudah ah pada urus urusan masing masing sana, aku masih mau di sini sebentar, " ucap Manami sambil duduk di bangku taman.


"Oke nona yang penting nona tidak menghukum ku aku akan melakukan apa pun perintah nona, " ucap girang Yuki.


"Hmmm emang kalau ku suruh bunuh diri mau?, " tanya Manami.


"Kalau itu mau nona akan ku lakukan. Lagi pula nona lah yang memberi ku tujuan hidup jadi jika nona ingin mengambilnya kembali saya dengan ikhlas dan lapang dada akan memberikan nya, " ucap Yuki lalu pergi.


"Hmmm, dia benar benar baik hati dan lembut jika sifat kekanak kanakannya tidak keluar. Dia seperti sosok seorang ibu bagi ku walau tak ada hubungan darah, " batin Manami sambil tersenyum memandangi punggung Yuki yang mulai menjauh.


"Tuan oh tuan, aku mengantuk, " ucap Shiro dengan mata memelasnya di depan Manami.


"Nggak usah pakek lebay segala kan tinggal tidur kalau ngantuk, " ucap Manami mengambil Shiro ke pelukannya dan kemudian mengelus lembut bulunya membuat Shiro terlelap dalam tidur.


"Apa kau benar benar akan pergi meninggalkan ku ayah dan ibu?, setidaknya tolong katakan lah pada ku kemana kau akan pergi, " suara berat seorang laki-laki membuat Manami kaget lalu menengok ke belakang.


"Kau tidak perlu tau akan tempat yang akan ku tuju tetapi aku akan selalu dekat dengan mereka, " ucap Manami.


"Katakan pada ku, apa kau pergi untuk bertemu dengan kekasih mu?, apa sebegitu tidak maunya kau menikah dengan ku hingga harus pergi meninggalkan orang tua mu?, " tanya sendu peria itu.


"Raiden aku hanya akan pergi untuk beberapa waktu dan akan segera kembali. Aku tidak akan pernah pergi untuk bertemu dengan pemilik hati ku karena setiap hari aku melihatnya. Dan sampai kapan pun aku tidak akan pernah memutuskan pertunangan ini jadi kau bisa menunggu ku kembali dan menyambut hangat aku nanti," ucap Manami sambil tersenyum tetapi tangannya tetap mengelus lembut bulu Shiro.


"Jangan pergi terlalu lama dan segera lah kembali, " ucap peria itu yang tak lain adalah pangeran Raiden sambil mengusap pucuk kepala Manami.


"Hmmm, pasti, " jawab singkat Manami.


"Tapi aku heran. Kau bilang setiap hari orang itu selalu ada di dekat mu tapi aku sama sekali tidak menyadari keberadaan nya. Apa yang kau maksud adalah Shiro?, " ucap ngawur pangeran Raiden.


"Shiro Shiro ndasmu penag, aku ini masih normal nggak ada cacat kenapa aku harus suka padanya kalau masih ada banyak laki laki lain di dunia ini, " ucap Manami tak terima.


"Aku kan sudah bilang kalau kau lupa menyebutkan nama yang seharusnya sangat familiar di telinga mu bahkan aku juga sering menyebut namanya tanpa hormat. Kau jadi laki laki terlalu ga peka, sepertinya yang di bilang mbak google kalau perempuan itu memiliki kepekaan yang lebih besar dari laki laki itu benar, " ucap Manami memberi petunjuk.


"Kau pernah menyebutkan nya ya?, emang kapan kenapa aku tidak ingat?, apa saat itu aku sedang tidak bersama mu, " ucap linglung pangeran Raiden.


"Aku sedang memandangi istri ku sebelum dia pergi berkelana entah kemana dalam waktu yang aku sendiri tidak tau berapa lama. Saat kau pergi taman ini akan menjadi sepi. Aku akan perindukan mu, " ucap pangeran Raiden sambil duduk di depan Manami.


"Woi kenapa malah pada drama di sini sih, liat keadaan dong ada orang nih. Aku nggak denger aku nggak liat aku nggam mau di hukum ama tuan aku tidur aku nggak liat drama live siapa pun tolong dong jadi baper aku, " batin Shiro berusaha untuk tidur nyenyak agar pembicaraan mereka tak dapat ia dengar namun hasilnya nihil. Karena terlalu baper dan kepo dengan kelanjutan ceritanya, Shiro sama sekali tidak bisa tidur dan hanya bisa menutup mata berpura pura tidur.


"Pifttttt, hahahahahaha, kok tiba tiba ketawa gini sih aku?, otak ku mulai ikutan miring kalik ya?, kayak ada yang lucu sedang terjadi bikin perut sakit ketaws terus ada apa sih ini?, " bingung Yuki yang sedang ada di dapur mempersiapkan makan malam.


"Kok risih ya gue di liatin pakek tatapan sendu kek gitu, kabur aja lah, " batin Manami.


"Ini sudah sore menjelang malam, aku akan mandi dulu untuk bersiap makan malam, " ucap Manami meninggalkan pangeran Raiden sambil membawa Shiro.


Skippp aja hari berikutnya siang hari🐱


Note :


Kemarin pas makan malam Manami udah bilang ke keluarga besan ayah dan ibunya alias orang tua pangeran Raiden bahwa dia akan pergi ke suatu tempat dalam jangka waktu yang cukup lama.


Tentu saja mereka sempat menolak keras tapi karena kegigihan dan kuatnya tekad Manami mereka pun akhirnya menyerah dan memberikan Manami ijin.


Back to story


Di siang yang panas namun berangin, Manami sedang jalan jalan mengelilingi taman utama istana tempat dulu dia menampilkan bakatnya untuk terakhir kalinya sebelum dia pergi untuk waktu yang lama.


"Hmmm taman ini tak lebih baik dari milik Raiden. Hah aku jadi berat mau meninggalkan taman itu," desah Manami merasa berat untuk pergi.


"Nona kamu ini bagaimana sih bukannya berat karena harus menunggalkan gebetan malah berat meninggalkan taman. Jangan jangan anda sudah pindah hati ke taman ya nona?, " celetuk Yuki ngawur.


"Et dah buset ni anak, ya nggak mungkin lah aku jatuh cinta sama taman, entar malah di kira orang gila aku, " ucap Manami membantah.


"Tapi di tv itu kan tuan, aku pernah liat kalau perempuan ada yang suka ama dinding. Mungkin anda juga sejenis itu, " ucap Shiro berpendapat.


"Njirrrrrr, kalau ngomong yang bener dikit dong. Aku ini normal bloon, " bantah Manami.


"Hehehehehe iya juga ya, " ucap Shiro lagi ketika memikirkannya kembali.


"Kebiasaan nih kalau ngomong nggak di pikir dulu, " ejek Manami.


"Hehehehehehehe, " Shiro dan Yuki tersenyum sampai menampilkan deretan gigi putih nan rapi milik mereka.


"Huh dasar wanita jal*ng. Setelah dapat posisi istri pangeran Raiden kau ingin pergi begitu saja untuk bertemu kekasih mu kan?, dasar tidak tau malu. Aku tidak tau apa yang membuat pangeran dingin itu tertarik pada mu yang hanya seorang jala*g ini, " ucapan sinis seseorang itu menyulut kemarahan Yuki dan Shiro namun tidak dengan Manami yang masih tenang dan dingin melihat situasi.