Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 74



"Kakak ipar apa yang sedang kau lihat?, kenapa kau menangis?, " tanya putri Shiera.


"Hiks... Hiks... Hiks..., apa kau tidak lihat itu ( menunjuk ke arah ponsel nya yang terletak di meja ),aku sedang melihat drakor dan sekarang kisahnya malah begitu tragis. Jadi aku nangis iya nggak Yuki, Shiro?, " ucap Manami tanpa sadar siapa yang sedang berbicara kepadannya.


"Hiks... Hiks... Hiks..., kau benar nona / tuan, ini sangat menyentuh hati. Hiks.... Hiks.... Hiks...., tapi ngomong ngomong yang tadi nanya siapa ya?, kayaknya di sini cuma ada kita bertiga deh, " ucap Yuki dan Shiro juga tanpa sadar apa yang sedang terjadi.


"Entah mungkin setan lewat kali, " ucap Manami nggak jelas.


"Yang bener dikit dong kalau ngomong, emang kita indigo apa bisa denger kayak gituan, " ucap Shiro.


"Ya nggak tau lah, mungkin sengaja biar kita takut, atau manusia atau jin?, kayak nggak tau aja kemarin kita habis liat danur tengah malam. Mungkin manusia kalik kalau bukan setan, " ucap Manami acuh masih fokus mendalami peran😒.


"Hah, udah ah kepo liat aja, " ucap Shiro dan Yuki lalu secara berbarengan mereka melihat ke arah Manami.


Betapa kagetnya mereka ketika tau yang berbicara dengan mereka tadi adalah putri Shiera dan yang lainnya.


"Salam yang mulia putra mahkota, yang mulia putri mahkota, yang mulia para pangeran dan para putri, maaf kan hamba karena tidak melihat kedatangan kalian dan tidak menyambut kalian, sekali lagi saya mohon maaf yang mulia, " ucap Yuki sujud hormat di hadapan mereka membuat Manami beralih dari menatap layar pinsel ke arah Yuki bersujud.


"Bangunlah bukan salah mu jika kau tidak melihat kedatangan kami karena kau sibuk entah melihat apa dengan kak Manami, kak Yuki tidak perlu meminta maaf, " ucap putri Shiera sambil membantu Yuki bangun.


"Terimakasih putri, " ucap tulus Yuki.


"Eleh sok tulus lu Yuki, mau bikin kesan baik atau gimana lu, " ucap Shiro mengejek.


"Apaan sih lu, aku itu ikhlas dan tulus ucapin terimakasih nya nggak kayak lu yang setengah setengah itu, " ucap Yuki balik ngejek.


"Kalian berdua hentikan, masak semua hal sepele kalian jadi kan bahan debat. Lah terus gimana berakhirnya debat capres ini, " ucap Manami melerai.


"Sejak kapan kalian ada di sini?, tumben ke sini bareng bareng. Semuanya ikut lagi, " tanya Manami.


"Ih kakak ipar ini gimana sih?, kami sudah di sini dari tadi kali cuman kakak saja yang nggak sadar kalau di sini ada orang, " ucap putri Shiera sok kesal.


"Oh iya kak, itu rubahnya punya kakak ya?, hewan kontrak ya?, lucu banget boleh sentuh nggak kak?, " tanya putri Shiera antusias.


"Aku juga mau menyentuh bulu lembutnya, " timpal putri Rika.


"Hahahaha dia hanya Shiro, kalian bisa melakukan apa pun kepadanya, " ucap Manami memperolehkan.


"Wah makasih kak Manami, " ucap putri Rika dan putri Shiera.


"Hmm itu bukan apa apa, jadi kenapa kalian datang berbarengan kemari?, " tanya Manami to the point.


"Oh kami ke sini hanya untuk mengunjungi mu, kau sendiri kenapa menangis?, " tanya pangeran Hikaru.


"Tentu saja kami mau, aku mau lihat apa yang membuat kakak ipar sampai nangis seperti itu," ucap pangeran Atsushi.


"Apakah kami juga boleh ikut?, " tanya pangeran Daiki malu malu.


"Tentu saja, kalian adalah kakak ku lagi pula aku tak pernah melarang kalian untuk ikut melihat film nya, " ucap Manami sambil tersenyum manis.


"Jadi mau nonton cerita apa nih?, fantasi?, aksi?, petualangan?, romantis?, komedi?, atau horor?, " tanya Manami.


"Kakak ipar kita nonton yang horor aja deh, " usul pangeran Atsushi walau tidak tau artinya.


"Kakak Atsushi benar jika romantis kami nanti akan tercuci otaknya, oh iya ngomong ngomong artinya horor itu apa ya?, " ucap putri Shiera sambil mencubit cubit pipi lembut Shiro sedangkan putri Rika sibuk mengelus lembut bulu halus milik Shiro.


"Hehehehehe, ini kalian sendiri loh yang minta nonton film horor, jangan salahkan aku jika salah satu dari kalian nanti ketakutan. Tapi jika nontonnya horor nggak bakal enak kalau di sini nontonnya karena di sini terang. Ke kamar ku saja yuk, di sana gelap pasti kalau pintu sama jemdelanya di tutup, bagaimana apa kalian mau?, " tawar Manami tersenyum devil.


"Kok wajah mu kayak gitu sih kak, bikin orang merinding aja. Udah ah aku ikut kakak saja, " ucap pangeran Atsushi dan pangeran Hikaru.


"Baiklah kita ke kamar yuk, kau juga kak Daiki, kak Mika ayo, " ucap Manami sambil menarik tangan putri Mika ke arah kamarnya.


"Hah, dia sangat aneh. Padahal tau kalau Mika punya niat buruk padanya tapi masih saja di ajak berteman. Author bilang sifanya tuh dingin dan kejam, kenapa di sini kenyataannya malah berbeda, " batin Pangeran Raiden.


Author : Huhuhuhuhu author di salah in lagi. 😭


"Yuki tolong bawa ponsel ku ya, kita lihat pakai laptop aja biar besaran dikit layarnya, " suruh Manami.


"Woke bang jago asiap, " ucap Yuki sambil mengambil ponsel Manami lalu menyusul pergi ke kamar Manami yang luas untuk nonton film horor.


Skippp sampai di dalam kamar Manami yang luas 💀👻.


Manami menutup rapat pintu kamar dan jendela kamarnya dan lalu mengeluarkan camilan dan sebuah laptop dari kipasnya. Dia menghidupkan laptop dan memilih film mana yang paling horor dan menantang yang akan mereka tonton sementara yang lain duduk di bawah dekat tanjang Manami yang sudah di gelar i karpet halus dan juga tersedia beberapa bantal kecil.


Nah ketemu lagi dengan author yang cuantek membahana nih ( lebay banget sih) .Author mau jelasin keadaan mereka dulu nih.


Jadi gini, laptop Manami ia letakkan di atas meja kayu kecil yang pendek agar semua orang bisa melihatnya sedangkan posisi Manami dan kawan kawan duduk nya di atas karpet lembut, hangat nan besar di lantai kamar Manami sambil nyemil makanan yang menurut mereka asing dan mendekap bantal berbentuk kotak kecil di tangan mereka masing masing.


"Wah kakak ipar benda pusaka apa itu?, kenapa dia bisa menyala?, oh oh oh kenapa bisa ada gambar di dalamnya?,wah gambar nya bisa ganti ganti kayak gitu. Aku belum pernah melihat benda yang seperti itu dari mana kakak ipar mendapatkan nya?, " tanya antusias pangeran Atsushi ketika melihat Manami mengutak atik laptop.


"Hadeh orang pedalaman lain nih. Yuki bisakah kau jelas kan?, " tanya Manami.


"Ayy ayy kapten, " ucap Yuki menyetujui.