
"Hah, aku udahan aja deh berenangnya, kalo gini cuma mau renang aja jadi ribet. Hei kalian tunggu aku ya, aku akan pergi menjenguk para bawahan ku setelah aku mandi, " ucap Manami sambil berjalan meninggalkan mereka lalu di ikuti oleh Shiro yang juga sedang basah kuyup.
"Tunggu, Rin lalu ini makanan sama minumannya gimana?, " tanya Yuki.
"Makan aja sendiri sono sama yang laen, "ucap Manami.
"Aih, mending kita makan aja yuk ni makanan sambil nunggu Rin keluar, itung itung supaya nggak bosen nunggunya, " ajak Yuki kepada yang lain.
"Oke deh, " jawab Juro, Jiro, Kenzo, Naomi dan Kiyomi serempak.
Mereka pun duduk di kursi yang ada di dekat kolam renang dan mulai memakan makanan ringan yang tadi di bawa oleh Yuki sambil bercanda dan tertawa hingga salah satu dari mereka menyadari sesuatu.
"Hei aku dari tadi tidak melihat si Ryu, Tora,Fuki,Wolf dan si Aka. Sebenarnya di mana mereka berada sekarang ini?, "bingung Jiro.
"Oh iya, aku baru sadar kalau mereka nggak ada di sini, " ucap Naomi.
"Mungkin mereka lagi jalan jalan kalik, "ucap Juro.
"Mungkin juga mereka sedang bermain, "ucap Kenzo.
Di sisi lain tempat Manami berada.
"Huh, akhirnya selesai juga nih ganti baju, " ucap Manami yang keluar dari villanya menggunakan celana jins panjang warna abu abu dan sebuah kaos polos warna putih sebagai atasan lalu ujungnya di masukkan ke dalam celana. Memakai sepatu berhak tinggi berwarna hitam dan juga kaca mata hitam pun telah menempel di wajahnya.
Bibir tipis nan merah, pipi pink yang merona dan kulit putih nan lembut, ia berjalan dengan santainya berjalan melewati lorong putih nan mewah dengan kaki jenjang nya.
Sampai pada sebuah perempatan jalan lorong di mana kalau kita maju ke depan adalah ruangan alias teras yang terhubung langsung dengan air terjun dan kincir air, jika ke kiri adalah tempat karaoke dan jika ke sebelah kanan kita akan sampai di tempat Yuki tadi.
Tentu saja Manami memilih ke belokan arah kanan karena teman temannya ada di sana.
Tapi saat ia mulai menginjakkan kaki jenjang nya di belokan itu, Tiba tiba....
Awwwwwwww!!!
Suara teriakan orang yang keaakitan tiba tiba menggema dari sana membuat Manami kaget juga Yuki dan kawan kawan. Karena merasa khawatir, Yuki, Juro, Jiro, Kenzo, Naomi dan Kiyomi pun berlari ke arah suara.
"Rin ada apa dengan mu?, kenapa kau teriak teriak?, " tanya Juro khawatir.
"Teriak teriak matamu, orang aku dari tadi diem aja kok, " ucap Manami.
"Lah terus tadi yang teriak siapa? masak setan sih, " ucap takut Kiyomi sambil berlindung di balik tubuh Naomi.
"Astogek, ya nggak mungkin lah kalo hantu, orang masih siang juga. Eh tapi ngomong ngomong, yang ku injak ini apa ya kok ginyuk ginyuk gitu sih, " ucap Manami sambil terus menekan kakinya ke benda yang ginyuk ginyuk itu.
Dan Seketika.....
Awwwwwwww!!!
Teriakan itu kembali menggema membuat Manami dan kawan kawan tutup telinga.
"Nah tu denger kan?, bukan aku yang teriak, " ucap Manami.
"Lah terus siapa dong?," ucap Yuki ikut ketakutan kayak Kiyomi dan juga ikut ikutan Kiyomi sembunyi di balik badan Naomi.
"Hmmmmmm, " gumam Kenzo sambil melirik kesana sini mencari sumber suara. Saat telah menemukannya, Kenzo segera berteriak.
Manami pun segera melompat ke belakang akibat perkatan Kenzo dan lalu melihat ke arah bawah kakinya begitu juga dengan Yuki dkk yang langsung melihat ke arah bawah.
"Eh, Hah?!, " teriak mereka bersamaan ketika melihat Tora yang meringis kesakitan karena ekornya habis di injak sama Manami.
"Astogek, kalian ngapain sih di situ, maen teriak teriak segala lagi, mau kami buta ya?, " ucap Manami sedikit kesal.
"Aduh sakit banget, tuan sih pakek acara mandi di kolam renang segala, kami jadi lari deh gara gara takut lihat tuan telanjang, " ucap Tora jujur.
"lya tuh, kami kan nggak mau kena marah si gunung es alias pangeran Raiden itu, " tambah Aka.
"Hah?, aku cuma renang juga. Lagi pula apa hubunganya sih sama si tu Raiden sialan?, bukanya kalian belum pernah ketemu dan juga kan dia nggak bakalan tau kalo nggak ada yang kasih tau. Kenapa semua masalah ku malah jadi berhubungan sama dia, " kesal Manami.
"Lah tentu saja masalah mu itu pasti ada hubunganya dengan si pangeran Raiden itu. Secara dia kan calon suami lo, " ucap Kiyomi dengan watadosnya.
"Aaaaaaaaa, sialan kau Kiyomi, " ucap Manami emosi lalu meninggalkan mereka menuju tempat latihan yang ada di istana mawar merah.
"Hah, kok Rin marah sih?, aku ada salah ya, tapi aku salah apa ya kok aku nggak tau?, " tanya polos Kiyomi dengan di sertai watados nya.
"Dasar sialan, dasar nggak peka, udah ah kita pergi aja yuk, " ucap Juro lalu pergi bersama Jiro, Kenzo dan Yuki.
"Lah kok malah di tinggak sih aku, hei sebenernya aku ini salah apa sih, woi cok tunggu dong, " ucap Kiyomi lalu pergi berlari menyusul mereka.
"lh dasar, kalo punya temen nggak peka itu di bikin peka dong kayak di kasih tau kek apa salahnya, nggak malah di tinggal ngambek gini, " gerutu Kiyomi.
Setelah sampai di lapangan latihan.
Para anggota yang sebelumnya sedang berlatih dengan sangat fokus kini memberikan salam hormat kepada sang Queen yang baru datang bersama dengan wakil dan para ketua tim lainnya. Juga tidak lupa dengan para cogan cogan yang ada di samping Manami siapa lagi kalo bukan para hewan.
"Bagkitlah dan kembalilah fokus untuk berlatih, aku ke sini hanya ingin melihat perkembangan kalian bukan ingin hormat kalian, " ucap Manami dingin.
"Yes, My Lord, " ucap mereka serempak lalu kembali fokus berlatih.
"Yuki apa perkembangan dari mereka semenjak kemarin kita pergi dari sini?, " tanya Manami.
"Menjawab Queen, mereka telah sepenuhnya berhasil menguasai berbagai macam senjata bahkan senjata pendukung yang mereka pilih pun sudah di kuasai sepenuhnya, " jawab Yuki.
"Lalu bagaimana dengan orang orang yang akan di jadikan pengurus rumah makan itu?," tanya Manami lagi.
"Menjawab Queen, mereka belajar bela diri,kultivasi dan memasak dengan baik. Berkat bantuan pil kultivasi tingkat tinggi yang anda berikan kepada mereka, sekarang mereka sudah berada di tingkat legenda tahap akhir, " jawab Naomi.
"Apa?, et dah buset, kok mereka nggak kayak manusia malah kayak robot yak, " ucap Manami heran.
"Hei kalian semua, aku mau nanya nih, kalian ini pada pinter banget belum beberapa hari udah paham berbagai senjata dan bisa naik ke tingkat kultivasi yang tinggi, apa kalian beneran manusia bukan robot?, " tanya Manami dengan tampang polosnya membuat semua orang tak kuasa untuk menahan tawa.
"Hahahahahaahhahahahahaha, " tawa itu menggema di lapisan ke 7 hutan tanpa nyawa yang di sebabkan oleh para anggota organisasi karena melihat tingkah Queen mereka yang menurut mereka lucu itu.
"Lah, kenapa kalian malah ketawa?," tanya Manami polos.
"Queen, kami itu bisa menjadi seperti ini karena binbingan Queen dan para ketua yang bagaikan guru sekaligus orang tua bagi kami, " ucap salah satu dari mereka lalu di dukung oleh yang lainnya.
"Aku memang tidak salah karena telah memilih kalian semua, " batin Manami sambil tersenyum tipis.