
"Dah ah males aku jelasinnya, " ucap Manami beranjak pergi meninggalkan pangeran Raiden.
"Tunggu, mau pergi ke mana kau?, " tanya pangeran Raiden sambil menahan tangan Manami.
"Tentu saja kembali ke taman, camilan ku masih ada di sana, nanti kalau di ambil orang gimana?, lagian nih ya, aku lebih suka di tempat rindang dan sejuk ketimbang di dalam ruangan seperti ini, " jawab Manami jujur.
"Lalu bagaimana dengan orang orang yang memperhatikan kita tadi?, apa kau ingin dia terus melihat mu?, " tanya pangeran Raiden lagi.
"Hissss, ya enggak lah. Mungkin kan mereka sudah pergi karena aku sudah tak bisa di lihat. Jangan nanya nanya mulu, pergi aja sono, " ucap Manami melepaskan tangannya dari genggaman pangeran Raiden lalu kembali pergi ke taman.
Sementara itu di sisi lain.
"Beraninya dia menggoda Manami, akan ku hajar kau nanti dan kau Manami, kau hanya boleh disandingkan dengan ku yang seorang pangeran putra mahkota ini, " batin pangeran Daiki marah ketika melihat pangeran Raiden mencium Manami dari kejauhan saat sedang lewat.
"Cih, dasar wanita jal*ng, beraninya kau membuat diri ku terhina. Gara gara kau putra mahkota menjadi tidak suka lagi kepada ku. Penghinaan yang begitu besar ini pasti akan ku balas berkali kali lipat, " batin putri Mika yang ada di belakang pangeran Daiki marah lalu pergi kembali berjalan bersama sang putra mahkota.
" Wah wah wah, ada drakor live nih, pas adengan romantis romantis an lagi. Tapi sayangnya tu orang udah liat, kabur ahh, " ucap Yuki tertawa kecil lalu pergi kembali melakukan tugas nya.
"Hahahahaha, sepertinya si Rin kualahaan menangani sikap pangeran Raiden. Hihihi, lanjutkan terus pangeran, akan ku dukung kau, " batin Yuki tertawa licik.
Oke kita balik ke tokoh utama wanitanya ya itu Manami.
"Cih, ganggu orang lagi nyantai aja tu orang. Pakek cium cium segala lagi, " dengus Manami kesal sambil duduk di kursi taman tempat tadi ia berada.
"Huhuhu, kalau mau bertarung sih ayo aku nggak takut. Tapi kalo soal kayak ginian bikin nangis aku aja, dasar peria mesum sialan. Kalau di dunia ku pasti adalah pelecehan seksual tuh, huh sebel, makan coklat aja lah biar jadi heppy," sebal Manami sambil memakan kue coklat yang ada di meja.
"Tapi kami cukup beruntung kan tuan, karena tadi kami sedang tidur jadi tidak tau apa yang sedang terjadi, " ucap Shiro dari ruang dimensi kalung liontin.
"Huh, kalian benar. Lebih baik kalian pergi saja sana ke istana mawar merah, nanti malah ganggu lagi kalian saat ada kayak gitu lagi, " ucap Manami berkomunikasi lewat pikiran tapi masih sambil nyemil makanan.
"Cih, anda mengusir kami ya tuan?, huh jahat sekali. Tapi ngomong ngomong, apa yang anda maksud dengan kayak gitu lagi?, apa anda ingin melakukannya lagi tuan?, " ucap Tora menggoda.
"Ap... apa yang kalian maksud. Uhuk uhuk uhuk, aku tidak bilang begitu kok, kalian mau ku hajar ya, cepat pergi sono, uhuk uhuk uhuk!, " ucap Manami tersedak kue saat mendengar godaan Tora.
"Iya deh iya, kami pergi nih. Oh iya, lalu gimana sama si Midori?, " tanya Wolf.
"Dia kan nggak bisa liat dan denger apa yang sedang ku lakukan kalau nggak ku perintahkan, cepat sono pergi, ganggu momrn santai orang tau nggak sih, " ucap Manami kesal.
"Huh iya ini juga mau pergi. Dasar cewek rempong banyak bacot, " kesal Ryu.
"Apa lo bilang tadi?, beneran mau di hajar ya?, " marah Manami.
"Hahahaha, eng.. enggak kok, ak.. aku cuma bercanda, kalau begitu kami pergi dulu ya bye, " ucap Ryu takut lalu segera menghilang dari ruang dimensi.
"Dasar bocah, " ucap yang lain lalu pergi menuju istana mawar merah menggunakan jurus teleport.
"Huh, dasar penakut, " sinis Manami.
"Polusi itu apa?, " tanya pangeran Raiden dari belakang Manami membuat si Manaminya keget.
"Buset, kayak setan aja jalan nggak bikin suara. Ngapan lagi kamu datang ke sini hah?, kau ini seorang pangeran, kau pasti punya banyak pekerjaan, selesaikan dulu sono baru ke sini, " ucap Manami nada malas.
"Aku sudah selesai mengerjakan tugas ku saat kau sibuk di kamar mandi tadi, jadi sekarang aku bisa menemanimu, " ucap pangeran Raiden tersenyum sambil duduk di kursi yang berhadapan dengan Manami.
"Hah, terserah deh yang penting jangan ganggu waktu santai ku, " ujar Manami.
"Baiklah tapi kau harus menjawab pertanyaan ku tadi, polusi itu apa?, " ucap pangeran Raiden penasaran.
"Hadeh, ngomong sama orang kuno itu menyusahkan, " bagin Manami.
"Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya komponen biotik maupun abiotik yang menyebabkan ketidakstabilan dalam lingkungan sehingga kualitasnya menurun. Polusi adalah hal hal yang ada di tanah, air maupun udara yang terjadi karna pengotoran zat berbahaya di dalam nya atau sering disebut tercemar," jelaa Manami.
"Lah terus biotik dan abiotik tuh apa lagi coba?, " tanya pangeran Raiden lagi.
"Hah, biotik itu sama dengan benda bidup seperti binatang, tumbuhan dan kita manusia. Sedangkan abiotik itu sama dengan benda yang tidak hidup seperti air, tanah, udara dan lain lain, " jelas Manami lagi.
"Ooooo, jadi begitu. Emang tempat asal mu berada sudah polusi ya?, " tanya pangeran Raiden.
"Kamu ini nanya apa kok ya ngatur kosa katanya aneh banget, bisa bisa aku jadi guru murid sekolah dasar nih, " ucap Manami heran.
"Hah, kalo nanya itu ya gini 'kalau begitu apa di tempat asal mu banyak terdapat polusi? ' ,gitu. Kok kau baka amat sih, " sindir Manami.
"Baka?, apa itu?, " bingung pangeran Raiden.
"Nggak bukan apa apa kok, cuma hal sepele, " ucap Manami malas.
"Kamu belum jawab pertanyaan ku tadi, apa tempat asal mu sudah di penuhi oleh polusi?, " ucap pangeran Rauden lagi.
"Bilangnya nggak akan ganggu nyatanya kayak lagi mengajar orang pedalaman aku, "batin Manami kesal.
"Sepertinya sia sia aku makan banyak coklat kalau tiap hari liat dia yang menyebalkan kayak gini, " batin Manami lagi.
"Hah, ya. Dunia ku berasal penuh dengan polusi. Udara penuh dengan debu berbahaya dan air sungai banyak yang tercemar. Lapisan pelindung bumi dari panasnya matahari pun sudah berlubang karena asap kendaraan,"
"Aku sering bingung kenapa kita tidak menghargai apa adanya saja dan terus menjaganya. Seperti layaknya manusia yang tak sepenuhnya sempurna, "
"Kadang ada yang tidak bisa bicara, tak bisa mendengar, juga tak bisa bicara. Namun dengan sekuat tenaga mereka masih bertahan dari kekurangan mereka untuk terus hidup. Lah aku ini malah ngomong sampai mana to, kok jadi kayak gini. Ih gara gara kau nih, " ucap Manami kesal sendiri.
"Hahahaha, iya deh. Kalau begitu aku beri hadiah buat minta satu permintaan kepada ku, " ucap pangeran Raiden.
"Wah beneran nih. Kalau begitu aku minta cerai, boleh ya boleh, " ucap Manami dengan tatapan memohon.