
"Hooo kau berani mengejek ku memang benar benar cari mati, " ucap Manami dingin dengan sorot mata tajam lolos dari topengnya.
"Bukalah mata mu lebar lebar dan lihat siapa diri ku ini. Organisasi ku tidak akan pernah menerima orang berhati busuk seperti diri mu walau kau adalah adik ku,"
"Oh dan sayang sekali, adik ku adalah orang orang berhati suci dan harum tidak seperti diri mu. Orang seperti diri mu tidak akan pernah pantas menjadi adik ku, " ucap Manami dingin masih dengan sorot mata tajam bak elang yang menemukan mangsanya dan siap siap untuk menerkam.
"Apa?, " kaget pihak kaisar Jun dan perampok tadi.
"Ap... Apa yang kau bilang tadi?, organisasi ku?, jangan bilang kau adalah Queen organisasi Nightmare mafia yang sering di sebut Shi no Megami itu?, tidak itu tidak mungkin kenapa orang terhormat sepertinya bisa ada di sini?, " tanya ketua perampok takut plus gugup plus tak percaya.
"Kenapa kau harus bertanya?, tentu saja aku kemari karena ada orang orang busuk yang menggunakan nama organisasi ku untuk melakukan hal yang buruk, aku sebagai Queen tidak ingin nama organisasi ku tercemar hanya karena sampah seperti kalian, " sinis Manami sambil berkacak pinggang sementara pihak kaisar Jun masih tertegum tak percaya.
"Huh kau pasti bohong, aku akan mengatakan kepada Queen kami yang asli bahwa ada orang yang menyamar dari diri nya dan telah menghina aku yang adalah adik kesayangannya, " ucap si ketua perampok tak gentar.
"Jangan pernah katakan hal hal menjijik kan itu lagi. Aku memanglah Queen Nightmare mafia, hanya karena aku terbilang masih kecil hingga kau tidak percaya pada ku. Aku tidak akan pernah sudi menyebut mu adik apa lagi kesayangan. Kalau di bilang objek penyiksaan tersayang juga boleh walau kau sangat menjijikkan. Dengan senang hati akan ku buat kau hidup segan mati tak bisa,"
"Oh iya kau masih tak percaya dengan identitas ku kan walau aku sudah memakai topeng khusus Queen Nightmare mafia?, maka kalau begitu akan ku tunjukkan benda yang akan mengakhiri hidup mu, " ucap Manami menyeringai bagai ratu iblis dengan aura membunuh yang pekat membuat kaisar Jun dam pengikutnya membatu seketika.
Manami mengibaskan tangannya ke atas dan muncul lah sebuah tombak merah panjang nan tajam dengan di sertai rantai besi yang melilit tombak ke tangan Manami menandakan bahwa dia memanglah Queen dari Nightmare mafia.
Kenapa bisa begitu?, karena di dunia ini tidak ada yang memiliki tombak itu kecuali sang Queen Shi no Megami.
Melihat penampakan tombak itu, ketua perampok dan bawahannya tersungkur sujud di tanah karena tubuh mereka lemah, takut, gugup, merasa bersalah, merasa bahwa ajal mereka sudah sekat.
"Ya... Ya... Ya... Yang mulia Queen Shi no Megami maafkan kami karena telah menggunakan nama anda untuk merampok orang. Kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan akan mengapdikan diri kami kepada anda, " ucap seluruh anggota perampok bersujud di depan Manami dan kawan kawan.
"Oh begitu kah?, kalau begitu apakah kalian mau melakukan apa yang ku mau?, " tanya Manami dengan nada main main tetapi bagi mereka itu adalah sebuah anugerah karena bisa lolos dari jeratan dewi kematian. Namun mereka terlalu cepat memutuskan hal itu.
"Ya, tentu saja kami akan melakukan apa pun perintah anda, " ucap ketua perampok gembira.
"Oh sangat menurut. Kalian berenam cepat lakukan, " perintah Manami pada Yuki dan kawan kawan.
"Yes, My Lord, " jawab mereka serempak lalu menghilang dari saming Manami menjadi di depan para perampok itu.
Setelah itu mereka menebas kepala para perampok lalu membakarnya dengan api yang sangat panas.
Mereka kembali ke samping Manami dengan keadaan penuh cipratan darah sembari berkata, " misi selesai".
Dan saat itu juga lah Manami berkata, " jika begitu maka kalian lebih baik mati dari pada hidup ".
Suasana hening sesaat karena Manami dan kawan kawannya tidak membuka pembicaraan dan pihak kaisar masih kaget dengan penyiksaan manusia langsung di hadapan mereka dari sang Queen Nightmare mafia yang terkenal kejam itu dan di beri julukan Shi no Megami. Dan di setiap misi selalu di temani oleh Shinigami yaitu seekor rubah berekor sembilan dengan kekuatan besarnya menjadi tunggangan setia sang Shi no Megami sampai pada akhirnya kaisar Jun sadar dari kagetnya dan membuka suara.
"Anu, Yang mulia Queen terimakasih atas pertolongan ada hingga rombongan hamba dapat selamat dari para perampok itu, " ucap kaisar Jun menunduk hormat kepada Manami dengan takut takut.
"Kaisar Jun kenapa anda mau menyerahkan barang anda pada para perampok itu?, " tanya Manami dingin pada kaisar Jun sambil menatap langsung mata kaisar yang sudah bangkit dari hormatnya.
"Eh?, itu karena...., " kaisar Jun ragu.
"Jangan ragu ragu dan katakan yang sebenarnya, " perintah Manami.
"Hah, saya hanya merasa. Tidak apa bila saya dan keluarga saya menjadi miskin karena kehilangan harta benda yang terpenting adalah keamanan warga kerajaan yang tidak bersalah sama sekali. Saya yakin walau tanpa harta pun kami masih bisa bahagia selama kami mensyukuri apa yang ada dan melewati hari hari dengan cinta dan kasih sayang," ucap kaisar Jun pasrah karena takut menyinggung sang Queen beneran.
"Kaisar berhati mulia, sepertinya jarang ada seorang kaisar yang mau berbuat demikian untuk warga kerajaannya, aku tersanjung dengan hal itu dan jangan merendahkan diri mu kaisar Jun, kau bisa menganggap ku teman ketika sedang berbicara jangan terlalu formal, " puji Manami.
"Kalau boleh tau kenapa kaisar seperti anda ada di sini?, " tanya Manami.
"Ah baik nona, saya baru pulang dari kerajaan tetangga untuk mengerjakan sesuatu dan lalu mampir ke toko perhiasan sebelum pulang untuk membelikan kado untuk anak saya yang akan segera berulang tahun tiga hari lagi. Jika nona dan tuan tuan sekalian berkenan, kalian boleh hadir di acara pesta ulang tahunnya sebagai tamu terhormat kerajaan kami, " ucap kaisar Jun sambil memberikan delapan surat undangan kepada Manami.
"Ulang tahun anak anda?, kalau boleh tau anak yang mana ya?, " tanya Manami lagi.
"Ah itu adalah anak saya yang terakhir yaitu putri Shiera, saya harap anda sekalian meluangkan waktu untuk pergi ke sana dan menikmati bermalam di istana saya sebagai tanda ucapan terimakasih, " ucap kaisar Jun penuh harap.
" Ternyata sebentar lagi kau sudah berulang tahun Shiera, sebentar lagi masa hidup mu akan berkurang, aku akan datang dan memberimu hadiah yang terbaik dasar putri kekanak kanakan, " batin Manami sambil tersenyum.
"Anda tenang saja kaisar Jun saya akan datang ke pesta itu sebagai tamu nanti, anda bisa menunggu ke datangan saya besok, " ucap Manami lalu menghilang dari pandangan pihak kaisar bersama dengan kawan kawannya.