
"Mau kemana nih kita?, " tanya Wolf.
"Ga tau belum mikir males mikir, " jawab acuh Manami sambil terus jalan menyusuri jalanan kota kerajaan.
"Lah gimana sih lu jadi orang, mau jalan jalan kok malah nggak tau tujuan, " ucap Aka yak habis fikir.
"Kalau mau jalan jalan kan ya tinggal jalan nggak usah pakek tujuan, ada yang mudah kok di susah susah in, " ucap Manami masih acuh berjalan.
"Itu khusus pendapat mu kalik, " gumam Yuki.
"Hah, kalian sangat merepotkan. Jika seperti itu bagaimana kalau kita makan dulu?, " ucap Manami berpendapat .
"Ya elah baru juga keluar rumah sarapan banyak bener masak mau makan lagi sih, " ucap Yuki tak habis pikir.
"Kalo nggak mau ya ga papa kalau aku sih mau mau aja, lagi pula perut ku dah lapar lagi gara gara sarapannya habis buat jalan dari tadi, " ucap Wolf dan Aka.
"Kalian ini pada membual ya?, mana ada jalan bisa habisin sarapan yang segunung tadi, " ucap Yuki merasa aneh.
"Ya bisa lah, Akwo gitu loh, " bangga Wolf dan Aka.
"Hah?, Akwo?, bende ape tu?, " bingung Fuki.
"Njirrrrrrr masak kek gitu aja ga tau. Itu tuh singkatan dari Aka dan Wolf yang tamvan dan mempesona ini, " ucap Aka sambil menyibak kan poni rambutnya sok bergaya.
"Heleh jelek gitu kok di bilang tamvan, " sinis Fuki.
"Wah ada upin ipin di sini owokowokowok, " ejek Wolf.
"Biarin ngapa sih, pasti tu mata pada minus, " ucap Aka tak terima.
"Hah?, di mana upin ipinnya?, mau minta foto biar eksis di instagram hihihi, " ucap nyeleneh Yuki.
"Di sini nggak ada upin ipin, yang di maksud Wolf itu si Shiro bocil, " ucap Manami meluruskan.
"Hah?, kok bisa?, kek nya nggak ada yang mirip sama upin ipin deh si Shiro tuh, " bingung Yuki tak habis pikir.
"Dia kan tadi omong nya pakek bahasa upin ipin jadi ya di sebut upin ipin, " jelas Ryu.
"Ga sengaja jangan di ungkit lagi, " ucap Fuki
.
"Dah kalian pada mau ngomong terus kek kodok lagi ngorek apa mau pergi ke tempat makan?, dah laper nih perut gue, " ucap Manami memecah obrolan.
"Ya udah yuk pergi, Fuki yang tamvan nan bijaksana ini sudah tidak sabar untuk mencicipi masakan desa yang asing itu, " ucap alay Fuki sambil menunjuk sebuah rumah makan.
"Dih anak siapa sih ni alay bener, otak nya sengklek apa ya?, " ucap Wolf.
"Ngidam apa tuh ibunya saat mengandung anak sengklek kek dia?, kok bisa jadi kek gini, " ucap Aka.
"Punya dosa apa tuh ibunya kok bisa bisa nya ngelahirin anak ga waras kek dia, " ucap Yuki.
"Udah ah ngomong nya, jadi nggak nih makan siangnya?, " dengus Manami kesal karena pada ngomong terus nggak kelar kelar.
"Jangan marah cepet tua entar, " ucap Aka.
"Tu anak salah minum obat apa gimana sih, " batin Manami.
Skip setelah memasuki restoran yang cukup mewah dan memesan makanan. π΅π±ππππ‘π
Manami dan kawan kawan duduk di sebuah bangku pojok ruangan sambil menikmati hidangan yang telah mereka pesan.
"Ah, sungguh cantik pemandangan saat diri ku yang tamvan ini makan dengan elegan, sayang kok nggak boleh selfi selfi sih, " alay nya Fuki kumat.
"Jelas banget nih dia salah minum obat, lebay banget kata katanya, " ucap Manami.
"Njerrrr pengen nabok tuh muka aku, gemez banget sih, " ucap Wolf.
"Keracunan makanan kah teman kita yang satu ini?, " bingung Yuki.
Saat mereka sedang asik asiknya mengupat, mengejek, menjelek jelekkan dan mengeluarkan beribu pendapat tentang teman mereka yang udah gak wsras itu, mereka mendengar percakapan orang di sebelah dengan tidak sengaja dan menjadi tertarik.
"Hei apa kau dengar tentang kabar itu?, " tanya si A pada teman se bangkunya.
"Hah?, emang kabar apa?, baik atau buruk?, " tanya teman si A yaitu si B.
"Padahal kabar itu sudah menjadi buah bibir di seluruh kerajaan Anshin ini bagaimana kau bisa tidak menhetahuinya?, " tanya si A tak habis pikir.
" Kamu ini mau memberitahu ku kabarnya atau tidak sih kok malah nanya nanya orang seperti itu, " kesal si B.
"Hehehehehe iya deh iya, apa kau dengar tentang kepergian menantu kesayangan kerajaan kita satu tahun lalu?, " tanya si A.
"Tuh kan nanya lagi, ya aku tau lah bahkan kerajaan kita dan kerajaan Kofuku mengirim tim khusus untuk mencari keberadaan putri Manami yang terkenal cantik itu, " jawab si B.
"Aku dengar setelah kepergian putri Manami banyak nona muda para pejabat dan putri dari kerajaan tetangga yang berlomba lomba untuk mencuri perhatian pangeran Raiden bahkan sampai ada beberapa dari mereka yang nekat memanjat ranjang pangeran, " ucap si A.
"Astaga berani sekali mereka, dasar wanita jaman sekarang tidak segan segan memberikan kesucian dan kehormatan mereka hanya untuk sebuah harta. Ku dengar mereka hanya ingin menjadi gadis kesayangan pangeran Raiden agar dapat fasilitas dan kebebasan seperti putri Manami dulu apakah kabar itu memang benar?, " tanya si B.
"Ya kabar itu memang benar adanya, " jawab si A.
"Hei hei hei tuan dengarlah apa yang mereka berdua katakan tadi, sepertinya sekarang pangeran Raiden sudah punya banyak selir, apa kau sama sekali tidak marah?, " tanya Wolf.
"Hah jika itu keputusannya maka aku tak akan melarangnya lagi pula dia belum mengambil harga diri ku, " ucap Manami santai walau sebenarnya di dalam hati dia merasa sedikit kecewa.
"Heleh sok sok an kuat lu nona kalau terluka ya terluka kenapa harus di pendam sendiri, " ucap Yuki karena tau isi hati Manami.
"Hei, tapi apakah kau tau hal ini?, katanya sebelum sempat naik ke ranjang pangeran Raiden, para wanita itu sudah mati terbunuh oleh pedangnya. Bahkan pangeran menolak semua percodohan dari berbagai kerajaan hanya karena putri Manami, " ucap si A.
"Secara rahasia kabarnya pangeran Raiden mencari keberadaan putri Manami di semua kerajaan bahkan sampai di semua benua. Dan kini sosok pangeran Raiden menjadi lebih dingin dari sebelumnya, " lanjut si A.
" Wah ternyata putri Manami sudah mendapatkan semua hati pangeran Raiden. Tapi apakah setelah kejadian ini kerajaan Anshin dan kerajaan Kofuku menjadi bermusuhan?, secara kan itu membuat kerajaan Anshin rugi besar," tanya si B.
π Perasaan cinta dan hubungan tak akan pernah padam hanya karena jarak jika itu memang adalah sebuah cinta sejati karena cinta sejati tak akan memudarkan perasaan sayang π
Shiro : Lebay amat thornado. π
Author : Biarin kan cuma buat gaya gayaan nggak ada niat lain. Lagi pula kan cuma bercanda π€
Shiro : Serah lu deh thornado. π