
"Dia baru makan sedikit dan sudah pergi padahal dari pagi belum makan pasti dia masih lapar. Aku sangat kenal dengan suara perempuan tadi adalah suara Yuki tapi suara laki laki itu milik siapa?, jangan bilang yang ia maksud tadi adalah melerai mereka berdua?, aku akan menghampirinya nanti setelah selesai makan, " batin pangeran Raiden sambil terus melanjutkan makannya.
π· Sementara itu kondisi di luar ruang makan setelah Manami keluar π·
"Woi kalau lagi pada debat bisa selow dikit nggak sih. Kalian pada di usir baru tau loh nanti, " ucap Manami melerai Shiro dan Yuki.
"Nah ni wasit nya dah balik. Bukannya lu tadi bilang mau lomba debat capres lagi siapa yang menang dapat kesempatan buat minta apa aja ke kamu, " ucap Yuki.
" Ya iya sih tapi jangan di sini juga kalik. Ganggu orang lagi makan tau nggak, bikin aku nggak mood makan jadinya gara gara sebel. Udah yuk balik aja, kalian bisa lanjutin di sana nanti sampai benar benar haus kayak habis lari maraton 50 km, " ucap Manami berjalan menjauh dari Shiro dan Yuki menuju ke kediamannya pangeran Raiden.
"Oi tunggu dulu, suka nya ninggal ninggal orang tu anak, " ucap Yuki berlari mengejar Manami.
"Tuan tunggu aku, anda jahat sekali meninggalkan ku bersama seorang bunga bagkai yang berisik, " ucap Shiro sambil berlari mengejar Manami.
"Woi Ro lu ngatain gue bunga bangkai berisik ya?, " ucap Yuki.
"Emang lu bunga bangkai ya?, kok tersinggung gitu?, atau lu sadar kalau lu tuh bunga bagkai?, " ucap santai Shiro.
"Wah ngajak gelud lu Ro, ke lapangan aja yuk, " ajak Yuki.
"Woi diem dulu bisa nggak?, nanti aja gelud nya. Emang kalian nggak lapar end haus apa dari tadi teriak teriak mulu?, " ucap Manami sedikit kesal.
"Huh, sepertinya bukan cuma sifat ku, sifat Shiro yang belakangan ini berubah. Ternyata sifat Rin kalau di perhatikan juga berubah. Ini author nya gimana sih nulisnya gaje banget dah, " ucap kesal Yuki.
Author : Ya jangan salahkan saya, orang saya cuma ikut alur fikiran doang kok. π.
"Hmmmm, bener juga yah, jadi gaje banget nih cerita. Semua gara gara author, demo aja yuk, " ucap Shiro berpendapat.
"****** kalau mau demo ke authot ntar gimana ceritanya ini nanti?, author adalah dewa di cerita ini mikir dikit dong, " ucap Yuki.
"Ye elah, cuma bocil pemalas aja jadi dewa, " ejek Shiro.
Author : Jangan gitu dong, author emang pemalas tapi jangan gitu juga kalik ngejek nya. Nusuk banget tau nggak. π’.
"Udah lu berdua pada ngapain sih. Semua topik pembicaraan di jadiin bahan debat. Mentang mentang dapat hadiah suka banget debatnya. Kalo kalian nggak mau diam Yuki lu akan ku bawa ke pasar budak dan lu Shiro akan ku jual pada orang yang sangat menakutkan dan jahat agar di siksa setiap hari, " ancam Manami.
"Jangan dong nona / tuan, kami akan menurut dan diam jadi jangan jual kami, " ucap Shiro dan Yuki kembali formal kek biasanya.
"Nah gitu dong, ayo kita kr taman dan makan camilan sanbil lihat drakor pakek ponsel yang ku bawa. Lama lama bosen aku kalau cuma gini gini aja, " ajak Manami.
"Oke nina / tuan, " ucap Yuki dan Shiro.
"Hahahaha, nah ini nih baru sifat mereka. Aku laper banget gara gara mereka nggak makan dengan hikmat aku tadi, dah kayak orang puasa aja aku padahal kan bukan bulan Ramadan atau pun hari puasa sunah, " batin Manami sambil memegangi perutnya yang sudah berbunyi dan kosong melompong nggak ada isinya ( author : lah terus yang tadi di makan pergi ke mana? ).
Manami, Shiro dan Yuki sedang asik menikmati berbagai macam camilan sambil menonton drakor langganan meraka di kursi taman. Hembusan angin sepoi sepoi yang sejuk, udara dan pemandangan sekitar yang hijau nan indah, dan suara sunyi membuat mereka terlarut larut pada cerita sedih yang mereka lihat sampai saat di mana putri Shiera, putri Rika, pangeran Raiden, pangeran Atsushi, pangeran Daiki, putri Mika, dan pangeran Hikaru datang menghampiri Manami dan kawan kawan yang tengah menangis di sela sela makan karena drama yang terlalu sedih di tambah merekannya terlalu meresapi peranπ.
"Kak Manami, kak Yuki kami sangat merindukan kalian, kenapa kalian kemarin tidak terlihat selama sehari penuh?, dan juga kenapa kau tadi langsung pergi di tengah acara makan siang?!," ucap putri Shiera sok dramatis.
"Jangan sok dramatis seperti itu, kak Manami dan kak Yuki kan cuma tidak terlihat selama satu hari, " ucap putri Rika.
"Eh?, kakak ipar kenapa kau menangis?, kau juga Yuki kenapa kau menangis?, " bingung pangeran Atsushi.
"Wah kak Atsushi benar, kenapa kakak menangis. Oh dan rubah itu juga ikut menangis, lucu sekali apa itu punya kakak Manami?, " tanya putri Shiera memandangi Shiro.
"Sepertinya mereka sedang melihat sesuatu, " ucap pangeran Hikaru berpendapat.
Krikkkk...... Krik....... Krikkkkkkk......
Begitu banyak pertanyaan dan pernyataan mereka berikan kepada Yuki dan Manami tetapi tidak ada jawaban dari mereka. Hanya terdengar suara tangis mereka dan suara yang di hasil kan dari ponsel Manami membuat mereka tambah bingung.
Putri Shiera mendekatkan dirinya dan membisikkan sebuah pertanyaan kepada Manami.
"Kakak ipar apa yang sedang kau lihat?, kenapa kau menangis?, " tanya putri Shiera.
"Hiks... Hiks... Hiks..., apa kau tidak lihat itu ( menunjuk ke arah ponsel nya yang terletak di meja ),aku sedang melihat drakor dan sekarang kisahnya malah begitu tragis. Jadi aku nangis iya nggak Yuki, Shiro?, " ucap Manami tanpa sadar siapa yang sedang berbicara kepadannya.
"Hiks... Hiks... Hiks..., kau benar nona / tuan, ini sangat menyentuh hati. Hiks.... Hiks.... Hiks...., tapi ngomong ngomong yang tadi nanya siapa ya?, kayaknya di sini cuma ada kita bertiga deh, " ucap Yuki dan Shiro juga tanpa sadar apa yang sedang terjadi.
____________________________________________
Author : Nih orang pada terlalu santuy apa gimana sih. Masak keadaan sekitar aja nggak di hiraukan. π
Shiro : Eh thor sebelum bicara ngaca dulu dong, di rumah ada kaca kan?, lu sendiri aja selalu lupa dunia jika dah baca novel ama komik sekarang kok malah ngatain kita. π€
Yuki : Buahahahaha, mungkin si author lagi nggak bisa mikir gara gara sibuk belajar mau ujian. Dia kan orang ******. π
Author : Gini aja kompakan saling dukung kemaren kemaren sampe habis satu episode buat debat kalian. π
Shiro & Yuki : Author thornado, kalau kita sendiri sendiri kita bakalan kalah lawan lu tapi kalau bersatu kan kita bisa menang. ππ
Author : Ya ada bener nya juga sih. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. π
Shiro & Yuki : Lu kenapa thornado?, gaje banget.π