Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 88



"What? Nani? Apa?, udah jam sembilan?, Yuki kenapa kau tidak membangun kan ku?, aku harus cepat mandi dan sarapan lalu setelah itu pergi bermain di luar, " ucap Manami kaget sembari masuk ke kamar mandi dalam keadaan masih memegang selimut.


"Woi tu selimut mau lu ajak mandi apa gimana di seret seret gitu, " ucap Yuki yang sedang merapikan tempat tidur Manami.


"Oh iya sory lupa, nih di lipet yang benar ya, " ucap Manami sambil melempar selimut yang ia bawa ke arah Yuki dan mendarat tepat di wajahnya.


"Dasar nona sialan, kalau mau lempar ya lempar aja ngapa jangan pakek di arahin ke muka ku, nanti aku nggak bisa nafas gimana?, mau tanggung jawab kalau aku mati kehabisan nafas apa!, " dengus Yuki sambil terus merapikan kamar Manami.


"Jangan ngata ngatain orang ku bunuh nanti baru tau tasa loh, " seru Manami dari dalam kamar mandi.


"Iya deh iya, punya nona kok ya sadis amat, " ucap Yuki pasrah.


"Mandi yang bersih lalu pakai pakaian setelah itu turun ke bawah untuk makan bersama yang lain, aku akan pergi sebentar untuk menyapu halaman depan. Ingat jangan lama lama dan jangan makan dulu sebelum aku datang, " ucap Yuki sembari meninggalkan kamar Manami menuju halaman depan karena ia sudah selesai membersihkan kamar Manami.


"Iya ih bawel banget jadi orang kek emak emak tetangga, " sahut Manami dari dalam kamar mandi.


"Jangan mengada ngada, di sini hutan di sebelah tuh nggak ada rumah lagi, di depan juga cuma ada istana mawar merah nggak ada emak emak tetangga, " ucap Yuki yang masih bisa mendengar ucapan Manami.


" Terserah deh, " pasrah Manami.


"Tu dua orang pada ngapain sih pagi pagi dah ribut aja?, " heran Aka.


"Jangan pedulikan paling paling cuma hal sepele, fokus aja noh sama permainan nya, kalau kita kalah kau yang bikin kalah ya, " ucap Wolf menanggapi.


"Hahahaha, aku tak akan kalah, " ucap Jiro.


"Sombong bener jadi orang, " ucap Juro.


"Laper banget nih, pada kemana sih lama amat, " penasaran Kenzo.


"Palingan Queen sedang mandi dan si Yuki sedang menyapu halaman bersama Naomi, Kiyomi dan Midori, " ucap Juro masih fokus main.


"Hah aku laper banget nih ampe mau pingsan, kok pada belum nongol sih batang hidungnya di sini?, " ucap Shiro dengan nada lemah.


"Lebay lu Ro, cuma sebentar doang dah mau pingsan apa lagi nanti kalau di agama islam suruh puasa sebulan penuh, " ucap Yuki yang batu nongol bersama Naomi, Kiyomi dan Midori.


Note :


Midori adalah penjaga ruang dimensi liontin milik Manami. Ketika Manami bertanya apakah dia bisa keluar dari ruang dimensi dia bilang bisa membuat Manami sedikit emosi karena tidak bilang dari dulu dan membuatnya takut bahwa Midori sendiri akan kesepian sementara semua sedang bersenang senang.


Back to story.......


"Is biarin ngapa, bawel banget kek emak emak tetangga, " dengus Shiro.


"Aku masih muda bukan emak emak. Lagi pula kenapa lu nggak ikutan mabar aja ama tu bocil bocil, " ucap Yuki sambil melirik ke arah Juro, Jiro, Kenzo, Aka, Wolf, Fuki, Ryu dan Tora yang fokus dengan layar hp mereka.


"Lagi males gue, lu sendiri dah selesai kah nyapu halamannya?," tanya Shiro.


"Udah lah, terus nona nya mana kok belom nongol?," tanya balik Yuki.


"Belum turun, " jawab singkat Shiro.


"Helo helo helo everybody pada nungguin incess ya?, " ucap alay Manami yang baru nongol.


"Heleh lebay banget jadi orang, udah ah duduk yuk terus makan nanti keburu siang bukan sarapan lagi namanya tapi makan siang, " ucap Wolf sambil meletakkan hp nya lalu mulai mengambil nasi dan lauk pauk yang di inginkan nya.


"Mumpung dah selesai mabarnya," ucap Aka mengikuti tingkah Wolf.


Begitu pun juga dengan yang lainnya, mulai makan lalu selesai dengan cepat karena mereka memang sudah sangat lapar.


"Aku mau pergi dulu jalan jalan kalian jaga markas baik baik ya, " ucap Manami bangkit dari duduk nya lalu pergi dengan di ekori oleh Wolf, Shiro, Aka, Ryu, Tora dan Yuki.


"Jangan lupa tolong cuci piringnya ya, " ucap Yuki sebelum pergi.


"Shiro kau tidak ingin ikut dengan mereka?, nanti di tinggal loh, " tanya Midori.


"Nggak mau tidak tertarik mager, pengen merem mulu dah nggandol mataku, da aku mau tidur dulu kalian jangan lupa cuci piringnya ya, " ucap Shiro sembari berjalan sempoyongan menuju kamarnya.


"Ga bener banget tuh makhluk satu, ngatain orang suka ngebo tapi dianya juga sukanya ngebo, hadeh, " ucap Kenzo tak habis pikir lalu beranjak pergi dari ruang makan bersama Juro dan Jiro.


"Hei kalian bertiga mau kemana?, cuci dulu tuh piringnya, " suruh Naomi.


"Enak aja nyuruh nyuruh orang, kan elu pada yang perempuan ya elu aja lah yang cuci itung itung belajar jadi calon ibu," ucap Juro nggak terima.


"Cuci nggak?, kalau enggak ku laporin Queen loh, " ancam Kiyomi.


"Heleh bisanya cuma ngadu lu pada, " protes Juro, Jiro dan Kenzo.


"Ya udah tinggal nyuci juga, " ucap ketiga boy sambil merapikan semua piring dan alat makan di meja lalu mencucinya di dapur.


"Heh kalau ada nama Queen aja baru takut, " sinis Naomi.


"Nggak ada yang bener mending pergi aja deh, " batin Midori.


"Aku pergi cari angin dulu ya, " ucap Midori pada duo cewek.


"Hah cari angin?, ngapain cari angin?, di tunggu aja kalik nanti juga bakalan dateng tu angin, " ucap Kiyomi bloon.


" Bloon bener jadi orang, " ucap Naomi dan Midori serempak.


"Dah ah aku pergi bye bye, " ucap Midori berlalu pergi.


"Dah ah aku juga mau pergi, males ketemu muka orang bloon, " ucap Naomi meninggalkan Kiyomi sendiri.


"Lah kok pada pergi sih ini kan hari libur kagak ada tugas?, aku kok ngerasa bicara salah tapi apa ya?," bingung Kiyomi sambil memakan kacang panggang.


Author : ***** banget nih orang.


Sementara itu di tempat Manami dan kawan kawan berada.


"Woi pada pakek cadar sono sama tuh aura kultivasi kalian sembunyiin dulu, " suruh Manami ketika berjalan melewati hijaunya pemandangan hutan.


Mereka memilih jalan kaki karena sekalian olah raga. Lagi pula kalau kecapekan kan tinggal teleport aja.


"Oke, " ucap mereka.


Skip lagi sesampainya di kerajaan Anshin.


"Mau kemana nih kita?, " tanya Wolf.


"Ga tau belum mikir males mikir, " jawab acuh Manami sambil terus jalan menyusuri jalanan kota kerajaan.


"Lah gimana sih lu jadi orang, mau jalan jalan kok malah nggak tau tujuan, " ucap Aka yak habis fikir.


"Kalau mau jalan jalan kan ya tinggal jalan nggak usah pakek tujuan, ada yang mudah kok di susah susah in, " ucap Manami masih acuh berjalan.