Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 53



"Huh, cowok playboy kayak kamu yang liat cewek yang lebih bening langsung membuang yang lama mau jadi cowok ku?, mimpi ketinggian lu, awas loh nanti kalau jatuh sakit, " batin Manami.


"Kau bilang kau mencintainya sepenuh hati dan juga kau bilang bahwa dia lebih baik dari diri ku, tapi yang kau katakan itu hanya dalam hal perasaan bukan dalam hal kekayaan. Aku adalah seorang putra mahkota yang akan menjadi kaisar di masa depan tapi kenapa kau malah tidak mau menikah dengan ku yang sempurna ini?, jika kau menikah dengannya kau bisa saja kekurangan harta dan membuat mu tidak bahagia, " ucap pangeran Daiki membela diri membuat Manami yang tadinya sedang berjalan nenjauhi dirinya menghentikan langkah kaki nya.


"Hoo begitu kah pendapat anda yang mulia pangeran?, tapi sayang aku bukanlah wanita yang gila harta dan juga tamak, " sinis Manami.


"Harta bukanlah segalanya, kedududkan juga bukan lah segalanya. Hanya karena tidak memiliki harta bukan berarti kita tidak bisa bahagia, hanya karena kita tidak memiliki kedudukan tinggi bukan berarti kita tak bisa bahagia. Sesungguhnya harta dan kedudukan mu di dunia fana ini akan tertinggal begitu saja di sini ketika kau mati, yang kau bawa hanyalah kebaikan dan keburukan yang pernah kau lakukan di dunia fana ini, "


"Aku lebih memilih menjadi rakyat jelata ketimbang melakukan apa yang kau mau. Sesungguhnya sebuah keluarga akan tetap bisa tersenyum, bahagia dan terpenuhi kebutuhan sehari harinya walau mereka adalah orang miskin jika itu adalah kehendak Tuhan. Sebuah pasangan akan bahagia walau dalam keadaan sulit jika mereka menikah dengan di landasi oleh cinta sejati dari kedua belah pihak, tidak memandang derajat dan penampilan luar tetapi memandang sikap dan hatinya,"


"Anda sudah memiliki tunangan dan akan segera menikah. Walau sekarang anda sudah tak mencintainya lagi tapi cobalah untuk memahaminya dan mencintai nya, jika anda berniat untuk memutuskan pertunangan anda lagi maka itu bukanlah hal yang mudah di lakukan. Saya hanya memberikan anda saran jadi terserah anda mau melakukannya atau tidak tapi yang pasti jangan pernah ganggu aku lagi. Jika sudah selesai saya pamit pergi dulu bye, " ucap Manami dingin plus datar tapi dengan tatapan mata yang amat serius.


"Aku tak akan menyerah terhadap mu Manami, " batin pangeran Daiki lalu pergi dari taman kediaman pangeran Raiden.


"Hmmmm, dia mendukung ku lalu apa ini artinya dia sudah menerima ku sepenuhnya?, gadis kecil ku menang adalah yang terbaik, " puji pangeran Raiden yang tengah bersembunyi sambil kendengarkan sebuah drama antara gadis kecil nya dan pangeran Daiki.


"Huh dasar cowok keras kepala kayak batu bangunan, untung dah kelar sekarang. Kau yang playboy itu mau jadi pasangan ku?, iyuhhhh nggak sudi aku, "gerutu Manami.


"Dan untuk kau, bunglon yang sedari tadi mengintip, apa kau bisa keluar aku sudah tau di mana kau sekarang berada," ucap Manami dengan nada malas.


"Hahahahaha, gadis kecil ku memang orang yang sangat hebat karena bisa merasakan keberadaan ku. Kau tadi membela ku dan kau juga bilang bahwa kau mencintai ku dengan sepenuh hati, aku sangat senang akan hal itu, " ucap pangeran Raiden yang keluar dari tempat persembunyian nya dan lalu memeluk Manami dari belakang.


"Ih kamu ngapain sih dari tadi nemplok mulu sama aku?, emang aku pohon apa yang buat bunglon kayak kamu betah betah banget nempel. Lagi pula nih ya, tadi itu aku hanya berakting layaknya para artis untuk kembuat si ayam jantan di pagi hari itu nggak bisa berkata kata lagi. Jangan ke pd an deh lu, " ucap Manami sedikit kesal.


"Aku tidak mempermasalahkan tentang apa yang kau katakan tadi itu bohong atau asli karena mulai sekarang kau sudah mengakui isi hati mu. Lebih baik kita segera pergi ke ruang makan sebelum yang lain menunggu, ayo, " ucap pangeran Raiden sambil menarik Manami ke ruang Makan.


"Apan sih, dasar orang aneh, " ucap Manami.


Setelah sampai di ruang makan keluarga kerajaan Anshin.


"Salam yang mulia kaisar dan yang mulia permaisuri, salam yang mulia pangeran putra mahkota dan putri mahkota, " ucap Manami dan pangeran Raiden tunduk hormat.


"Baik yang mulia kaisar, " jawab pangeran Raiden dan Manami lalu pergi duduk di kursi kosong yang tersisa.


"Jangan formal gitu dong ah, sudah di bilangin dari tadi juga. Kita ini keluarga jadi tidak perlu se formal itu. Panggil saja aku ayah dan para istri ku sebagai ibu, " ucap kaisar Jun.


"Yang di katakan oleh tuan benar nak, kau akan segera nenjadi bagian dari kami jadi tak perlu sungkan, " timpal permaisuri.


"Baik ayahanda, ibunda, " ucap Manami sambil tersenyum sedangkan pangeran Raiden hanya mengangguk setuju.


"Oh iya ngomong ngomong, kau sudah datang ke sini tapi kenapa kau tidak memberitahu ayah mu ini nak, apa kau mau menjadi anak yang durhaka?," tanya kaisar Jun penuh selidik.


"Hehehehehe, maafkan aku ayahanda. Tadi aku sedang mengajari para ibunda ku untuk memasak kue di dapur jadi lupa tidak datang berkunjung kepada mu, " ucap Manami cengengesan.


"Oh, yang kau maksud adalah kue coklat yang tadi ya?, kue itu sangat enak aku ingin memakannya lagi, apa kau bisa membuatkanya untuk ayah mu ini nak?, " pinta kaisar Jun.


"Tidak, jika ayahanda kebanyakan makan coklat maka ayahanda akan sakit," tolak Manami.


"Cih, bukankah kau juga suka makan kue yang berbau bau coklat?, kenapa sekarang kau melarang ayah untuk memakannya lagi padahal kau suka sekali memakannya, " gerutu kaisar Jun.


"Ayah itu sudah tua sedangkan aku ini masih muda. Lagian nih ya yah, aku suka makan makanan yang berbau bau coklat itu karena untuk menenangkan pikiran ku yang kacau dan juga emosiku yang meledak ledak setiap hari, " ucap Manami.


"Ih ayah ini masih muda belum tua, menang apa yang kembuat pikiran mu kacau dan emosi mu meledak ledak?," tanya kaisar Jun penasaran.


"Apa lagi kalau bukan gombalan dan modus pangeran Raiden anak mu yang menyebalkan ini, " ucap Manami kesal kalau sudah membahas tentang hal itu.


"Kakak ipar, memang apa yang di lakukan kak Raiden sampai membuat mu emosi seperti itu?," tanya pangeran Atsushi ikut kepo.


"Huh, dia terus menggoda ku dan mencoba mendapatkan perhatian ku membuat ku sangat sebal. Apakah berita bahwa dia adalah orang yang dingin itu bohongan?,huh menyebalkan, " kesal Manami.


"Apa!!, seorang Rauden yang dingin ternyata bisa menggoda wanita?! " teriak kaisar Jun, pangeran Atsushi, pangeran Hikaru, permaisuri dan selir Shu.