
Beberapa menit kemudian Manami sudah kembali dengan menggunakan hanfu warna ungu sederhana dan riasan naturalnya.
"Kalian masih menunggu ku di sini?, makacih ya sahabat sahabat tersayang ku," ucap Manami sok alay.
"Wih alay bener lu tumben, biasanya mah keras pakek banget berisik lagi. Tau nggak Rin gue dah haus nih nunggu lu selesai mandi, " ucap Yuki.
"Lah kayaknya aku cuma suruh kalian berdua nunggu aku selesai mandi bukan ku suruh ikut lomba maraton jarak satu kilo meter deh. Kok kalian bisa haus sih?, aneh bener kalian tuh, " bingung Manami.
"Ya emang bener kita berdua cuma nunggu kamu selesai mandi tapi, kan tadi ada acara debat capres antara gue dan Shiro jadinya haus deh, " ucap Yuki menjelaskan yang hanya di jawab oh oleh Manami.
"Lu sih yang mulai, kalo lu nggak berisik kita juga nggak akan debat capres kan, " ucap Shiro.
"Mau gajak debat lagi nih?, atau mau ngajak gelud?," tanya Yuki.
"Dah ah kalian lanjutin aktivitas kalian sana aku mau ke ruang makan dah laper liat muka kalian, " ucap malas Manami meninggalkan Yuki dan Shito yang hendak ingin debat capres.
"Woi tungguin dong, malah di tinggal, " teriak Yuki.
"Tuan tunggu aku jangan tinggalkan aku!, " ucap Shiro berlari mengejar Manami.
"Woi nggak ada akhlak bener nih orang. Udah di tunggu lama lama malah di tinggal, ku dugem juga kalian!, " ucap Yuki marah sambil ber lari mengejar mereka berdua.
"Hei Yuk kau sudah lupa siapa tuan siapa pelayannya ya?, bisa bisanya kau mau mendugem ku. Lagi pula nih ya, kau bilang mau dugem aku emang tau apa artinya?, " ucap Manami.
"Hehehehehe maaf pak bos eh salah maksud ku maaf ibu bos. Hehehehe sebenarnya untuk arti dugem aku nggak tau, cuma bicara sembarangan kok tadi, " ucap Yuki cengengesan.
"Hilih apaan tuh, nggak tau artinya aja pakek gaya gayaan mau dugem tuan, ntar ku dugem kamu dulu baru tau rasa loh, " ejek Shiro.
"Iya tuh, cuma gaya gayaan aja sok keren sok cool sok sokan ganas padahal aslinya ys cuma gitu gitu aja ya nggak Shi?, " timpal Manami.
"Bener tuh tuan, " ucap Shiro memperpanas suasana.
"Woi bisa hargai perasaan orang dikit nggak sih?, di baik in salah malah di ejek di cemoh di bully. Giliran di kasarin malah di marahin di hukum di bentak, mau kalian apa sih bikin orang kezel pengem nyekek aja, " ucap Yuki emosi plus nggak terima.
"Eh, Ki lu lagi drama ya?, semua itu salah kok kalau lu yang lakuin, " ucap Shiro santai.
"Hahahaha salah tuh Shi yang bener tuh selalu kami para wanita ya nggak Yuk?, " ucap Manami.
"Hahahaha ya tuh, Rin dukung aku karena aku wanita kan Rin?, " timpal Yuki.
"Haizzz tuan kenapa kau malah mendukung nya sih, emang kenapa harus perempuan yang selalu benar?, keknya perempuan juga bisa salah deh, " bingung Shiro.
"Hahaha jika aku tidak mendukung Yuki maka martabat kami sebagai perempuan akan jatuh. Perempuan itu selalu benar di mata siapa pun karena di dunia ini yang ada mah cuma masalah bukan mbaksalah, " ucap Manami sombong.
"Nah tu dah denger jawabannya kan Ro?, " ucap Yuki tertawa kecil.
"Cih cuma gitu aja nggak tau, nggak paham, nggak dong. Tadi bilangnya otak dalem banget sampe nembus dasar bumi kenapa sekarang malah jadi bod* kek gini?, " ejek Yuki.
"Wis, selow dong. Emang kenapa kalau nggak tau?, itu kan pembicaraan antar wanita bukan pembicaraan antar peria," ucap Shiro tak mau kalah.
"Kalian pada mau debat capres lagi ya?, aku jadi wasit aja deh sono. Aku akan setia mendengar kan ocehan nggak jelas kalian sampai kalian nggak bisa bersuara lagi karena kehausan, " ucap Manami sok sokan.
"Heleh, oke deh oke nanti yang menang debat dapat apa nih, harus ada haidahnya loh, " ucap Yuki.
"Yang menang dapet satu kesempatan dari ku untuk meminta apa pun mau kalian, " ucap Manami santai.
"Beneran nih?, " ucap Shiro end Yuki.
"Ya iya lah masak ya iya dong. Aku kan nggak pernah bohong tentang apa yang ku katakan. Sekarang kalian mulai sana aku mau makan dulu bye bye, " ucap Manami sambil memasuki ruang makan tempat semua orang sudah berkumpul.
"Woi ini maksudnya gimana sih?, tadi bilang mau jadi wasit kenapa sekarang malah pergi makan!, " ucap Yuki tak terima.
Phakkk.... ( anggap aja suara Shiro memukul keras kepala Yuki menggunakan ekornya ).
"Lu itu bodo* apa goblo* sih?, kan tadi tujuan kita bangunin dia juga buat makan, kenapa kau malah banyak omong, " ucap Shiro sambil memukul Yuki.
"Woi ngomong ya ngomong aja dong nggak usah pakek mukul orang segala. Ntar benjol dah kepala cuantek ku ini, " ucap Yuki sebel.
"Heleh sok dramatis lu. Kalau ngomong volume nya di turunin dulu dong. Ini di depan ruang makan orang tau, nanti kalau kita di usir gimana, " ucap Shiro kesal.
"Enak aja bilang kek gitu. Mending kau juga turunin tuh volume suara yang terdengar kek suara motor pitong itu huh, " ucap Yuki tak mau kalah.
"Hah?!, apa lu bilang?! Suara nan indah milik ku ini kau sebut suara motor pitong?, sepertinya kau tunarungu ya?, pergi periksa ke dokter ahli telinga sana biar balikan tuh telinga, " ucap Shiro tak terima.
"Gemez banget aku, sini donh sini mau ku cekik sampe mati aja lu. Enak aja bilang telinga ku yang sangat peka ini tunarungu, palingan juga kau yang tunarungu, " ucap Yuki yang juga tidak terima.
"Hah, ngacok lu. Mau ngajak gelud ya lu?, ayo siapa takut pergi ke lapangan yuk, lapangan nganggur tuh, " ucap Shiro mulai tambah kesal.
"Elu kalik yang buat aku kek gini, palingan juga elu yang mau ngajak gelud aku, " ucap Yuki.
"Hei kalian ini sedang apa?, ini itu di depan ruang makan anggota keluarga kerajaan, jika kalian terus seperti ini kalian pasti akan si usir, " ucap penjaga yang sedang melintas dan melihat perdebatan Yuki dan Shiro.
"Eh iya ngomong ngomong kamu ini hewan apa kok bisa bicara kayak gitu?, " tanya penasaran si penjaga istana tadi.
"Hohoho, sebuah kehormatan kau bisa bertemu dengan ku. Aku adalah hewan yang langka, hewan terhebat, hewa-, " ucapan Shiro terhenti.
"Heleh sombong bener jadi orang. Dia itu hanyalah seekor hewan kontrak milik putri Manami yang sangat tidak berguna dan manja. Kami tadi teriak teriak karena dia bikin aku marah, sory ya, " ucap Yuki santuy.
"Oh kalau begitu jangan ulangi lagi atau kalian akan di bawa pergi dari sini, kalau begitu aku permisi melanjut kan patroli ku, " ucap penjaga itu lalu pergi meninggalkan Yuki dan Shiro.