
"Wis barengan nih semua, udah kek paduan suara aja, " ucap Naomi tak menghiraukan ledekan mereka.
Manami pun pergi menggunakan teleport dengan Yuki dan Shiro lalu kemudian sampai di dalam istana kerajaan Kofuku. Ini di ingat ya langsung ke dalam bukan di depan gerbang.
"Yuhu epribady my inces yang cuantek cetar membahana pulang nih mana red karpet nya?, mana sambutannya?, mana air mata kerinduan nya?!," teriak Manami dah kek toa masjid sembari memasuki aula tempat semua orang sedang menjalankan rapat rutin.
Seketika semua perhatian orang orang yang ada di dalam aula tertuju ke arah pintu yang terbuka secara tiba tiba dengan suara toa yang menyertainya.
"Ayah, ibu, kakak, adik Manami sudah pulang, " ucap Manami tersenyum cerah sambil berjalan memasuki aula dengan kondisi kedua tangannya ia rentangkan mengisyaratkan minta di peluk.
Seketika keluarga Manami kaget dan dengan segera berlari berhamburan memeluk Manami dari segala sisi sudah seperti teletubis wkwkwkwkπ.
"Nak kau dari mana saja sih kami sudah sangat lama mencari mu dan tidak pernah menemukan petunjuk sendikit pun tentang mu kami kira kau sudah hilang di telan bumi, " ucap kaisar Dai sambil nangis melupakan tata krama dan citranya di depan para mentri kerajaan.
"Nak jangan tinggalkan kami lagi kami tidak ingin kau pergi sangat lama tanpa kabar seperti itu lagi, " ucap permaisuri Ayumi dan selir Fukiko di tengah isak tangis mereka ketika memeluk Manami.
"Kakak jangan tinggalkan kami lagi. Kau sudah menimggalkan ku dan tinggal di tempat kak Raiden dulu dan kau malah ngilang entah kemana aku sama sekali tidak terima. Pokoknya kau tidak boleh pergi lagi titik nggak pake koma," ucap putri Akane di pelukan Manami.
"Adik tau kah kau seberapa rindunya kami saat kau pergi. Kau sangat egois sampai sampai tega meninggalkan kami setahun lamanya dalam keadaan gelisah karena ketiadaan kabar, " ucap pangeran Kazuki sambil menangis bahagia atas kepulangan adiknya.
"Ya aku memang sangat lah egois bahkan aku merasa bahwa diri ku adalah makhluk paling egois di muka bumi ini. Aku tidak pernah memikirkan betapa sakitnya hati kalian ketika aku pergi dan menghilang tanpa kabar selama satu tahun.
Karena itu aku tidak akan pernah meninggalkan kalian tanpa kabar seperti dulu lagi, " ucap Manami melepas pelukannya dengan anggota teletubis lainnya lalu tersenyum manis plus tulus namun sedikit menyiratkan rasa bersalah yang ia lakukan.
"Kau harus menepati kata kata mu itu Manami, " ucap pangeran Kazuki menanggapi pernyataan Manami.
Seketika semua mentri yang ikut dalam rapat tersenyum melihat adegan melow yang ada di depan mereka. Hati mereka menghangat ketika melihat putri mahkota tercinta mereka sudah kembali dari hilangnya.
"Sungguh keluarga yang sangat indah, " batin para mentri.
"Memang berkumpul bersama keluarga adalah hal yang paling membahagiakan untuk mu Rin. Semoga kau bisa mengurangi sikap egois mu itu terhadap mereka, " ucap Yuki yang menonton apa yang di lakukan Manami bersama Shiro dari luar pintu masuk aula.
"Anjherrrr melow melow mulu mau drakoran apa kalian, " batin Shiro protes.
"Udah ah melow melownya Manami mau istirahat dulu, ini kan juga salah ayah kalo Manami ga pulang lebih awal, " ucap Manami membuat kaisar Dai bingung.
"Loh kok gara gara ayah sih?, bukannya ayah sudah berusaha keras bersama kaisar Jun untuk mencari mu di semua tempat?, " tanya kaisar Dai dengan watadosnya.
"Keknya lupa deh ni orang tua satu. Punya bapak kok ya pikunnya minta ampun. Dia yang letakin jurusnya kenapa dia yang lupa sih?, dasar ayah bl0on, petok, g0blok, " umpat Manami di dalam hati.
"Ayah bagaimana kau bisa lupa tentang jurus pengikat dua jiwa terus kenapa ayah yang malah lupa sihπ¬. Kan ayah tinggal panggil Manami lewat jurus itu terus Manami bakalan balik, "
"Oh jadi hal penting yang ayah lupakan tu itu toh ayah kira apaan. Ya ga papa deh ayah kan sudah tua jadi maklum aja lagi pula kau sudah pulang kan, " ucap kaisar Dai dengan watados dan muka polosnya hanya dengan satu kalimat dapat keluar dari ancaman citranya yang tercemar π.
"Bukan ayah ku ni orang satu, " ucap Manami berjalan hendak keluar dari aula.
"Kalian lanjutan saja rapat rutinnya Manami mau istirahat di kamar dulu, " ucap Manami beranjak pergi namun terhenti setelah beberapa lagkah karena pertanyaan kaisar Dai.
"Nak apakah kita harus memberi tahu kaisar Jun dan keluarga nya atas kepulangan mu?, " tanya kaisar Dai kepada Manami.
"Tidak usah kalian rahasiakan saja dulu. Manami mau buat kejutan nanti saat pernikahan kakak Mika dan kak Daiki, " jawab Manami sambil tersenyum jahil lalu pergi meninggalkan aula menuju kamarnya yang lama bersama Yuki dan Shiro.
"Syukur lah dia sudah kembali, " batin semua orang dengan senyum yang mekar indah di wajah mereka sebelum rapat di lanjutkan.
Sementara itu di tempat Manami berada.
"Rin apa yang akan kau lakukan setelah ini?, l tanya Yuki.
"Pergi ke sungai terus nyemplung bunuh diri, " jawab Manami bercanda.
"Yang bener dong oi, lu ga akan bener bener pergi terus bunuh diri kan setelah bertemu keluarga mu?, atau jangan jangan yang tadi itu salam perpisahan? π¨π±," tanya Yuki terlalu menganggap ucapan Manami.
"Sualow mbak cuma bejanda juga, " ucap Manami nada malas.
"Selow mbak bukan sualow dan becanda mbak bukan bejanda. Lu ga lulus tk langsung sd ya kok gitu aja kagak tau?, " ucap Yuki membenarkan.
"Berisik ah kek orang lagi demo aja mending bobok cantik terus mimpi indah dansa ama pangeran ganteng deh, " ucap Manami setengah bercanda lalu masuk ke kamarnya dan langsung ngebo.
"Lu kira putri cinderella apa dansa ama pangeran ganteng?, lagi pula nih tanpa mimpi pun kau udah punya pangeran Raiden tercinta yang tampannya melebihi pangeran milik cinderella namun memiliki sifat yang ga pekanya melebihi binatang, " puji Yuki sekaligus mengejek.
"Berisik lu emak emak suka gibah, mending pergi aja lu sono yang jauh sekalian supaya tidur gua ga keganggu ama ibu ibu suka gibah tetangga, " usir Manami.
"Tega bener jadi orang mending pergi aja lah, " ucap Yuki berjalan hendak pergi melakukan tugasnya sebagai pelayan.
πΊ Seberapapun indah tempat yang pernah kita datangi masihlah kalah dengan keindahan dan kenyamanan keluarga yang penuh dengan kasih sayang, yang selalu menyambut kita dengan kehangatan ketika kita kembali ke rumah πΊ
Dan untuk para readers author doa in agar selalu bahagia bersama keluarga tercinta sampai ajal menjemput nanti. ππ
segini dulu dari author sampai jumpa di episode selanjutnya bye bye ππ